Pemrograman Mental Atlet !
17/06/2013
Dalam sebuah pertandingan olah raga nasional ataupun internasional, sering kita saksikan kendala non teknis atlet seperti grogi saat mulai bertanding, melakukan kesalahan beruntun, kehilangan semangat saat ketinggalan angka dsb.
Sebaliknya ada pula atlet yang stabil, penuh percaya diri, meskipun telah ketinggalan angka, terus memiliki daya juang yang tinggi, bahkan tidak jarang mampu membalik keadaan sehingga memenangkan pertandingan.
Lalu, mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
Dalam perspektif emosional inilah yang disebut sebagai “mental blocking“, yaitu hambatan pribadi yang muncul saat atlet berada di bawah tekanan mental yang hebat.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti nama besar musuh, bertanding di kandang lawan, beda kelas, teror suporter, ketinggalan angka, perasaan takut gagal, beban target kemenangan dsb., akibatnya semua teknik, instruksi pelatih, strategi bertanding yang telah dipelajari atau dipersiapkan sebelumnya, tiba tiba menjadi ”tidak bekerja” !
Guna mengatasi hal tersebut,S.E.R.V.O Clinic telah mengembangkan S.E.R.V.O Power, sebuah tehnik pemrograman mental yang dapat digunakan oleh publik figure, atlet, presenter, penyanyi, politisi guna mengatasi “mental blocking” saat tampil di muka umum.
Alhamdulillah, saat ini S.E.R.V.O Clinic telah pula diberi kepercayaan sebagai pemrogram mental atlet Garuda Baseball Club Liga Major U-12 yang ditunjuk menjadi wakil Indonesia dalam kejuaraan internasional 2013 Pony Baseball International Asia-Pasifik Zone Bronco yang diselenggarakan di Manila Filipina pada tanggal 14-18 Juli 2013.
Ingin menang sebelum bertanding ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Fatin Shidqia ?
14/06/2013
Pro kontra siapa sosok yang paling layak menjadi juara pada ajang kompetisi X faktor, ternyata terus berlanjut.
Beberapa pendukung Novita Dewi tidak bisa menerima kenyataan, bagaimana mungkin idola mereka yang mewakili sosok penyanyi dengan teknik vokal yang mumpuni, berpengalaman mengikuti berbagai kompetisi dan sudah pernah rekaman, bisa dikalahkan oleh seorang Fatin Shidqia yang cuma berlatar “penyanyi kamar mandi” dan lebih fatal lagi lupa lirik pula.
Sebaliknya para pendukung Fatin Shidqia membela habis-habisan idola mereka yang imut, polos dan orisinal dengan “seribu alasan dan permakluman”, bahkan memberi julukan “haters” kepada pembenci Fatin Shidqia karena mereka tidak terima jika idola mereka dilecehkan. Bagi mereka wajar jika sebagai penyanyi pemula, lupa lirik apalagi selama proses pemusatan latihan, kehidupan sosial ybs. terisolasi serta memiliki waktu berlatih yang terbatas.
Terlepas dari pro kontra mengenai siapa yang layak menjadi sang juara, sudah menjadi rahasia umum, bahwa dibalik setiap kompetisi, selalu ada latar belakang bisnis mulai dari perolehan SMS premium, ring-tone, sponsor iklan, tiket pertunjukan, penjualan CD, dsb.
Jadi bukan tidak mungkin, pro kontra tersebut justru sengaja “diciptakan” dan “dipelihara”, karena hal tersebut semakin memperluas “pasar” dan menjadi iklan gratis bagi industriawan musik alias mesin uang.
Bukankah dari judul dan sistim penjurian kompetisi, kita semua dapat langsung tau bahwa yang dicari oleh pihak penyelenggara memang bukanlah penyanyi dengan teknik vokal yang prima, melainkan penyanyi yang paling banyak dicintai penggemarnya ?
Ahirnya kita semua jadi tau bahwa siapa pemenang kompetisi sesungguhnya.
Ingin mudah berprestasi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Sulit Konsentrasi ?
16/05/2013
“Uh…….. saya sulit sekali konsentrasi !”
Sering tanpa sadar, kalimat tersebut terucap, saat seseorang ataupun diri kita merasa tidak dapat mengerjakan suatu tugas dengan baik.
Hal tersebut dapat dimaksudkan sebagai cara seseorang untuk membela dirinya, agar dimaklumi oleh orang lain atau paling tidak untuk menghibur dirinya.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa seseorang sulit konsentrasi ?
Meminjam definisi kata “konsentrasi” pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka “sulit konsentrasi” dapat diartikan sebagai sulit memusatkan perhatian atau pikiran pada suatu hal.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh adanya gangguan medis seperti gangguan pada hormon tiroid, perimenopause, pengaruh obat tertentu, rokok, makanan yang tidak sehat (junk-food) ataupun non medis seperti gangguan kecemasan, takut gagal, tidak kompeten, tidak siap, tidak sesuai minat dsb.
Akibatnya, seseorang yang “sulit konsentrasi”, tidak tau mana yang sebab dan mana yang akibat, mana yang utama atau cuma pelengkap, mana yang dalam wewenangnya atau bukan, mana yang penting dan mana yang tidak penting, mana yang harus didahulukan atau yang dapat dikerjakan kemudian, sehingga pada waktu bersamaan, pikirannya bercabang kemana mana dan tidak terkendali.
Untuk ini, diperlukan pemrograman ulang sikap (mind reprogramming), khususnya “sulit konsentrasi” yang disebabkan oleh gangguan non-medis. Bagaimana jika dengan di S.E.R.V.O, Anda menjadi mudah konsentrasi, mau ?
Ingin mudah konsentrasi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/gangguan-cemas/
Anak Bandel ?
16/05/2013
Boleh setuju atau tidak, pada dasarnya tidak ada yang namanya anak bandel.
Yang ada hanyalah anak “salah asuh”, karena kebanyakan orang-tua mengira dirinya telah memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan menyangka si anak telah mengerti setiap maksud baik orang-tuanya.
Lalu, bagaimana cara mengetahui, bahwa orang-tua belum memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik ?
Indikatornya mudah, amati cara Anda dan pasangan saat berkomunikasi, apakah Anda berdua sering salah faham, apakah sering saling salah menyalahkan dan saling memaksakan kehendak ?
Jika jawaban iya, hampir dipastikan cara orang-tua berkomunikasi dengan anakpun, juga dilakukan dengan cara yang sama.
Bagaimana mungkin orang-tua mengira perkataannya mudah dimengerti oleh ananda yang notabene kemampuan berfikirnya relatif baru mulai tumbuh, jika terhadap pasangan yang sudah berumurpun, masih sering salah faham ?
Jadi sebelum menjuluki anak dengan sebutan “bandel”, pastikan orang-tua yang lebih dulu berubah !
Ingin anak penurut ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Hirarki Kebutuhan ?
15/05/2013
Abraham Harold Maslow, pelopor psikologi humanistik menyimpulkan adanya hirarki kebutuhan (hierarchy of needs) yang menjadi dasar motivasi hidup manusia.
Hirarki kebutuhan tersebut meliputi adanya kebutuhan fisiologis atau dasar manusia, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan yang paling tinggi adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Pada perkembangannya, teori ini mendapatkan kritik, karena adanya sebuah loncatan berpikir antara empat kebutuhan sebelumnya dengan kebutuhan yang paling tinggi dari piramida, yaitu kebutuhan mencapai aktualisasi diri, seakan-akan terdapat rantai yang hilang (missing link) antara piramida ke-4 dengan puncak piramida.
Sebetulnya perbedaan tersebut dapat dijelaskan dengan mudah, dimana empat kebutuhan sebelumnya menempatkan manusia sebagai objek (baca: konsumen) atas rasa nyaman, sedang kebutuhan aktualisasi diri pada puncak piramida justru menempatkan manusia sebagai subyek (baca : produsen) atas rasa nyaman itu sendiri.
Jadi jika ada yang melihat aktualisasi diri pada puncak piramida sebagai sebuah loncatan berpikir, karena memang hal tersebut adalah dua karakter yang berbeda.
Ingin merasa berguna ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Teori Konsumsi ?
15/05/2013
Barangkali ada teman-teman ekonom yang dapat menjelaskan tentang logika berpikir antara peningkatan konsumsi terhadap kualitas kemanusiaan Indonesia ?
Apakah jawaban yang ingin disampaikan adalah peningkatan konsumsi berarti semakin luas lapangan pekerjaan karena semakin banyak pihak yang ikut menikmatinya (trickle down effect) ? Ataukah ingin mengatakan semakin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, berarti semakin besar pula pemasukan pajak pemerintah ?
Jika jawabannya iya, lalu siapa yang bertanggung-jawab terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia, jika peningkatan konsumsi berarti pula semakin meningkatnya jumlah manusia pengejar kesenangan, pemuja jalan pintas ataupun pecandu kemewahan.
Padahal dengan semakin meningkatnya jumlah pecandu kesenangan, berarti semakin meningkat pula potensi pemborosan sumber daya, potensi penyimpangan ataupun penyalah-gunaan wewenang.
Bagaimana jika dengan membangun gaya hidup produktif, Indonesia tidak hanya sedang menghemat sumber daya alam yang dimilikinya, melainkan juga sedang meningkatkan kualitas kemanusiaan Indonesia, setuju ?
Ingin lebih produktif ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Persiapan Mental Mengikuti SBMPTN 2013 ?
14/05/2013
Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2013 sudah semakin dekat.
Diperkirakan terdapat 90.000 kursi dari 62 perguruan tinggi negeri yang akan diperebutkan oleh 600.000 peserta seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2013 atau 1 kursi akan diperebutkan oleh sekitar 7 peserta.
Hal ini tentu saja berpotensi menimbulkan kekuatiran bagi peserta tentang kemungkinan lolos tidaknya seleksi, apalagi ditambah pelaksanaan ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu yang terkesan amburadul.
Beberapa motivator menyarankan, agar peserta tetap tenang saat mengerjakan soal ujian, namun yang menjadi persoalan bagi beberapa peserta, justru mereka tidak tau bagaimana cara menenangkan diri saat mengikuti ujian.
Untuk ini, cara paling mudah menenangkan diri adalah dengan “menyadari” bahwa apapun hasil SBMPTN 2013 yang nantinya diraih, hanyalah “akibat” dari seberapa baik persiapan yang telah dilakukan sebelumnya, ditambah dengan sedikit keberuntungan dari Allah Swt.
Jadi jika nanti lulus, syukuri dan jika belum, masukkan aja ke area “resiko”, lalu sempurnakan ke depan.
Ingin siap mental ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/




