Mengapa banyak keputusan pengadilan akhir akhir ini, tidak dihormati oleh pihak keluarga yang dirugikan ?

Mengapa semakin sering kantor polisi diserbu oleh rakyat jelata yang dulu begitu takut jika harus berurusan dengan aparat ?

Demikian pula dengan lembaga legislatif dan eksekutif yang dulu begitu dihormati semakin sering didemo, dilecehkan, dihujat oleh rakyatnya sendiri ?

Dan yang lebih menyedihkan sikap tidak hormat juga ditunjukkan oleh negara lain seperti pembatalan berkali kali rencana kunjungan presiden Amerika Serikat ke Indonesia, bahkan oleh negara Malaysia yang dulunya di “gurui” Indonesia.

Bukankah hal tersebut menjadi indikator bahwa telah terjadi krisis “kepercayaan” besar besaran oleh rakyatnya sendiri bahkan juga oleh negara lain ?

Tidak ada gunanya kita meminta apalagi sampai mengemis agar rakyat ataupun negara lain memberi hormat pada lembaga negara kecuali negara sendiri yang memulainya.

Ubahlah siklus uzur negara menjadi siklus tumbuh dengan cara bersungguh sungguh memberantas korupsi dan memajukan pendidikan.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

  

Apakah Anda mudah gelisah, gampang cemas, dada berdebar debar, kepala pusing, rasa takut, tubuh berkeringat, perut mual, kembung dan terkadang disertai serangan panik serta insomnia ?

Apakah gejala negatif tersebut dirasa semakin lama semakin kuat dan semakin tidak terkendali terutama jika dalam situasi dibawah tekanan akibat masalah sekolah, keluarga, pergaulan ataupun pekerjaan ?

Sadarkah Anda jika sedang mengalami gangguan kecemasan kronis ?

Jika ya, berarti Anda masih sepenuhnya normal, karena perasaan negatif tersebut hanyalah sinyal tubuh yang sedang menginformasikan bahwa Anda sedang berada di jalan yang tidak seharusnya.

Yang harus Anda lakukan adalah pengabaian karena hal tersebut hanyalah akibat dari pilihan sikap tubuh yang terbalik dalam merespon stimulus yang datang, sehingga dari apa yang seharusnya Anda pikirkan justru dirasakan.

Selanjutnya dengan ataupun tanpa bantuan profesional, temukan akar masalahnya agar sikap tubuh Anda kembali sesuai di mana Anda menggunakan perasaan, hanya untuk hal hal yang baik dan menyenangkan.

Selebihnya, gunakan pikiran !

Ingin Bebas Cemas ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Apakah akhir akhir ini Anda sering menerima telepon dari seseorang yang bersikap sok akrab dan seolah teman lama Anda ?

Ia akan terus membiarkan diri Anda menebak jati-dirinya dan secara halus menekan diri Anda dan seolah mengatakan :”Wah mentang mentang sudah sukses, lupa ya sama sahabat lama.”

Padahal ia memang bukan teman apalagi sahabat Anda, melainkan seorang penipu yang ingin memanfaatkan rasa bersalah Anda dan selanjutnya menghipnotis Anda agar mau memenuhi permintaan dirinya.

Agar tidak tertipu, sebelum menanggapi orang tersebut, pastikan identitas orang tersebut telah diverifikasi secara lengkap mulai dari latar belakang, keluarga serta teman yang ia kenal dsb.

Dan jika berhubungan dengan permintaan nama, alamat, nomer telpon teman lain, transfer uang, transfer pulsa dsb., jangan berikan, kecuali atas inisiatif Anda sendiri yang menghubungi sahabat Anda.

Cara lain yang cukup aman adalah dengan menganggap :”Sahabat Anda, keluarga Anda terlalu kaya dan terhormat untuk meminta transfer uang ataupun pulsa dari Anda.”

Ingin Bebas Gendam ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Sebagai seorang remaja putri, apakah Anda pernah dipaksa untuk menerima cinta dari seorang pria dan jika Anda menolaknya, ia mengancam akan bunuh diri dan menyalahkan diri Anda sebagai penyebabnya ?

Jika ya, sesungguhnya Anda sedang berhadapan dengan seorang pengecut yang tidak memiliki kemampuan mendapatkan Anda secara terhormat, tetapi justru melemparkan tanggung jawab atas “tindakan bodoh” yang ia lakukan.

Jangan biarkan perhatian ataupun kepedulian Anda pada orang lain dimanipulasi untuk merugikan diri Anda sendiri, karena bagaimana mungkin ia akan dapat bertanggung jawab pada diri Anda kalau pada dirinya sendiri saja ia tidak mampu.

Dan hal penting lainnya adalah tidak ada satu dalil agama ataupun hukum yang mengharuskan Anda memikul tanggung jawab untuk sebuah kesalahan yang tidak Anda perbuat.

Cara paling mudah menghadapi pria lebay seperti itu adalah cukup dengan mengabaikan dan katakan :”Lu mau bunuh diri atau kagak bukan urusan gue dan kalopun lu mati, emang gue pikirin ?”, lalu tinggalkan !

Waktu, hidup dan masa depan Anda, terlalu berharga untuk digadaikan pada seorang pria yang kekanak kanakan.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Resisten ?

27/08/2010

Saat diberi nasihat, apakah Anak kita bersikap resisten ?

Jika ya, berarti ada yang salah dengan “cara” kita menyampaikan rasa sayang, sehingga maksud baik kita dipersepsikan sebagai kata kata yang menyakitkan perasaannya atau menyalahkan dirinya.

Terdapat beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar pesan sampai :

  • Apakah kita telah memilih waktu yang tepat saat menyampaikan maksud baik kita ? Jika perlu, minta waktu dan kesediaan dirinya untuk membicarakan persoalan, tidak sambil SMS ataupun nonton TV
  • Apakah kita telah menjelaskan tujuan dan maksud baik kita memberi nasihat ? Misal : “Mama sayang sama nanda, Mama bermaksud mengajarkan nanda mandiri, namun jika dirasa memaksakan kehendak, Mama minta ma’af.”
  • Apakah kita memberi cukup ruang untuk dirinya membela diri ? Sudahkah kita meminta penjelasan mengapa ia tidak melakukan apa yang kita minta ataupun mengapa ia melanggar kesepakatan bersama ?
  • Apakah kita memberi cukup kesempatan untuk dirinya memperbaiki kesalahan ? Misal, “Ok, untuk kali ini Papa ma’afkan, tetapi Papa minta pada kesempatan berikutnya sudah diperbaiki.”
  • Apakah kita berfokus pada pesan, bukan pada kesalahan ? Misal, “Mama lebih suka nanda tepat waktu dan Mama percaya.” Ucapkan hal tersebut sebelum kejadian.
  • Kita tetap dapat mengungkapkan kekhawatiran dan kekecewaan kita tanpa perlu menyalahkan dirinya. Misal, :” Mama khawatir dengan kesehatan Nanda.” Mama kecewa nanda melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama.”

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Jaminan ?

25/08/2010

  

Sebagai seorang remaja, apakah Anda merasa tidak suka jika terlalu banyak diatur ataupun dinasihatin orang tua ?

Apakah Anda merasa dikekang, diperlakukan seperti seorang anak kecil yang tidak tau apa apa,  bahkan seperti seorang bayi yang harus “menelan mentah” semua hal yang dipandang baik orang tua.

Tapi tahukah Anda, sikap “menyebalkan” tersebut sesungguhnya merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua kepada Anda, hanya saja disampaikan dengan cara yang jadul, kalau tidak dapat disebut kuno.

Mereka sangat khawatir dengan keselamatan dan masa depan Anda, mengingat maraknya penyalah-gunaan narkoba, pergaulan bebas, tindak kriminal dsb., sementara tidak ada satu pihakpun yang dapat menjamin, bahwa sekolah anaknya akan semakin berprestasi, ibadahnya akan semakin baik, bergaulnya tidak salah jalan, kesehatannya terjaga dsb. ?

Jika inisiatif untuk membicarakan hal tersebut tidak datang dari orang tua, mengapa bukan Anda yang justru memulainya ?

Datangi dan minta waktu mereka untuk membicarakan persoalan Anda, lalu tanyakan “Apakah yang menjadi kekhawatiran Papa-Mama adalah sekolah saya yang akan terganggu, ibadah saya yang akan kacau, pergaulan saya yang salah jalan, atau kesehatan saya yang jadi terganggu ?”

“Jika ya, beri kepercayaan penuh pada saya dan saya jamin tidak akan menyalah gunakan kepercayaan tersebut !”

Percayalah, saat itu pula orang tua Anda akan merasa tenang dan Andapun berpeluang memperoleh kebebasan yang tidak Anda duga sebelumnya !

Tapi pegang amanah mereka karena sekali lancung keujian, berpotensi seumur hidup orang-tua tidak percaya !

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/