Nilai IP

DISCLAIMER : Kisah nyata berikut ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa hasil terapi yang dicapai akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat individu, tergantung dari kesediaan klien untuk berubah dan seberapa cepat akar masalah ditemukan !

Apakah prestasi belajar anak remaja Anda biasa biasa saja ?

Jika ya, bisa jadi karena orang-tua mengirimkan “pesan” yang keliru kepada buah hatinya, seolah-olah belajar merupakan kepentingan orang-tua, bukan kepentingan dirinya.

Adakah cara mudah untuk mengetahui apakah orang-tua telah mengirim “pesan” yang salah mengenai manfaat belajar atau pentingnya sekolah kepada ananda ?

Indikatornya sangat mudah.

Perhatikan, apakah anak Anda senantiasa mempersiapkan buku pelajaran dan mengerjakan tugas sekolahnya sendiri, apakah anak Anda bangun dan mandi pagi sendiri ? Ataukah sebaliknya, harus senantiasa diingatkan atau dikejar kejar oleh orang-tua ?

Apakah orang-tua mudah panik ataupun marah, jika anak tidak mengerjakan PR, malas bangun, mandi terlambat atau sarapan lelet ? Apakah orang-tua sering mengomel karena kuatir ananda ketinggalan jemputan ?

Jika jawabannya ya, hampir dipastikan persoalannya justru ada pada orang-tua.

Maksud baik orang tua yang tidak disampaikan dengan cara yang tepat, seolah memberi “pesan” bahwa gara-gara sekolah, telah membuat dirinya menderita. Gara gara sekolah, telah membuat sikap orang-tua berubah, dari yang sebelumnya menyenangkan, menjadi “monster” yang super cerewet.

Bagaimana jika anak sudah cukup mandiri, dan orang-tua tidak terlalu banyak ikut campur, namun prestasi belajarnya masih tetap biasa biasa saja ?

Anda tidak usah kuatir, kemungkinannya bisa karena  sang anak belum menemukan sisi yang menyenangkan dari belajar atau bisa jadi karena memiliki ketertarikan di bidang lain seperti musik, olah-raga, menulis dsb. Untuk itu sudah menjadi tugas orang-tua untuk membantu menemukannya.

Jadi jika Anda tidak dapat membantu buah hati Anda dalam menemukan “passion”nya, paling tidak pastikan diri Anda tidak menjadi “monster” yang menyebalkan bagi dirinya.

Jika perlu, mintalah bantuan profesional.

Catatan :

Foto di atas merupakan transkrip nilai seorang mahasiswa Fakultas Hukum sebuah Universitas Negeri di Yogyakarta. Meskipun prestasi belajarnya sewaktu bersekolah di SD, SMP, SMA biasa biasa saja, namun jika ditangani secara tepat, dapat berubah menjadi sangat luar biasa, sehingga mencapai IP Kumulatif 3,65 dari skala 4.

Ingin anak berprestasi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Letak Kebahagiaan ?

10/01/2014

Mungkin ada diantara kita yang berfikir akan bahagia saat memiliki handphone baru atau tas bermerk.

Atau ada juga yang mengira bahwa kebahagiaan akan sangat sempurna saat kita memiliki mobil bagus atau rumah mewah.

Lalu jika itu semua telah tercapai, apakah kebahagiaan tersebut menjadi abadi ? Ataukah cuma rasa senang sesaat yang segera pupus saat melihat HP atau tas keluaran terbaru, mobil ataupun rumah lain yang lebih mewah ?

Jika demikian, dimanakah letak kebahagiaan sesungguhnya ?

Ketidak mampuan seseorang membedakan mana yang sekedar “alat” dan mana yang menjadi “tujuan” hidup, membuat seseorang mengira letak kebahagiaan berada sangat jauh di depan, yaitu saat seseorang berhasil mencapai sesuatu yang diinginkan.

Hal tersebut biasanya disebabkan oleh pola asuh ataupun pola pendidikan yang keliru dan semakin diperparah oleh banjirnya budaya hedonisme atau kapitalis sehingga tanpa disadari, kita ditempatkan sebagai budak kesenangan semu.

Bagaimana jika dengan sedikit mengubah cara berfikir Anda, dapat seketika membuat Anda bahagia, mau ?

Ingin mudah bahagia ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Bunuh Diri ?

16/11/2013

Jika Anda tau tubuh Anda bisa diperintah, apakah Anda akan membiarkannya salah arah ?

Jika Anda tau bahwa setiap perasaan negatif hanyalah sinyal tubuh, apakah Anda masih akan berfokus pada rasa sakit ? 

Jika Anda tau bahwa diri Anda normal, apakah Anda masih perlu khawatir, sewaktu waktu menjadi gila ?

Jika Anda tau bahwa semua masalah selalu ada solusinya, apakah Anda masih berniat bunuh diri ?

Ingin punya solusi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Hambatan Pribadi ?

27/10/2013

Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan Hambatan Pribadi ?

Jawaban : Hambatan pribadi (mental block) adalah hambatan psikis yang timbul secara spontan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan emosi seseorang, sehingga menyebabkan produktifitasnya menurun bahkan terhenti.

Pertanyaan : Apa saja ruang lingkup Hambatan Pribadi ?

Jawaban : Ruang lingkup hambatan pribadi meliputi :

Pertanyaan : Hal apa saja yang dapat menjadi penyebab timbulnya Hambatan Pribadi ?

Jawaban : Hambatan pribadi (mental block) dapat disebabkan oleh beberapa macam penyebab seperti pola asuh atau persesi yang keliru, konflik atau persoalan yang tidak selesai, sugesti negatif yang dipupuk terus menerus, traumapun atau pengalaman buruk di masa lalu.

Pertanyaan : Kapan dan bagaimana Hambatan Pribadi terbentuk ?

Jawaban : Hambatan pribadi dapat muncul dan berkembang pertama kali tanpa kita sadari, sejak bayi.

Hal tersebut terbentuk secara otomatis, melalui sebuah mekanisme pertahanan diri, sebagai upaya meredakan ketegangan yang timbul akibat stimulus ataupun peristiwa buruk dengan cara menekan (repression) gangguan tersebut ke bawah sadar.

Secara alamiah setiap orang, sejak bayi, memiliki insting hidup (life instinct) untuk mempertahankan dirinya.

Ketidak mampuan seseorang bayi mengendalikan diri ataupun mengatasi lingkungan eksternalnya di awal masa pembentukan kepribadiannya, dapat menimbulkan kondisi trauma atau yang lazim disebut sebagai kecemasan primer (primary anxiety).

Kecemasan primer inilah yang jika sejak awal tidak ditangani dengan baik, dikemudian hari dapat tumbuh dan berkembang menjadi hambatan pribadi.

Pertanyaan : Apa hubungan antara Hambatan Pribadi dengan Prestasi ?

Jawaban : Hambatan pribadi adalah bentuk negatif dari prestasi.

Seseorang yang hambatan pribadinya telah dihilangkan dan potensi dirinya telah diaktifkan, akan memudahkan dirinya mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Ingin bebas hambatan pribadi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Gejala yang lebih spesifik dari fobia pidato dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori: fisik, verbal, dan non-verbal.

Gejala fisik merupakan hasil kerja saraf simpatik yang merupakan bagian dari sistem saraf otonom (ANS), menanggapi situasi dengan reaksi “lawan atau lari “.

Karena metode operasi atau cara kerja dari sistem saraf simpatik adalah semua-atau-tidak, sekresi adrenalin menghasilkan beragam gejala sekaligus – yang semuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Anda untuk melawan atau menghindarkan diri dari skenario berbahaya[. riset asli? ]

Gejalanya meliputi pendengaran akut, peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, dilatasi pupil, keringat yang meningkat, meningkatkan asupan oksigen, kaku leher / otot punggung atas, dan mulut kering. riset asli? ] Beberapa keluhan ini dapat diatasi dengan obat-obatan seperti beta-blocker, yang mengikat reseptor adrenalin jantung, misalnya. riset asli? ]

Gejala lisan meliputi, tetapi tidak terbatas, pada kaku bicara, suara bergetar, jeda bicara – yang cenderung mennyamankan pembicara yang cemas.riset asli? ] Salah satu bentuk kecemasan saat pidato adalah bicara yang tidak lancar, di mana intensitas untuk respon melawan atau menghindar, mencegah seseorang untuk tampil efektif. riset asli? ]

Banyak orang melaporkan stres akibat gangguan bicara hanya muncul saat pidato publik. Beberapa glossophobics telah mampu menari, tampil di depan umum, atau bahkan untuk berbicara (seperti dalam drama) atau bernyanyi jika mereka merasa tidak melihat penonton, atau jika mereka merasa bahwa mereka menyajikan karakter atau tokoh panggung yang berbeda dari diri mereka sendiri. Berbaur dalam kelompok (seperti dalam paduan suara atau band) juga dapat mengurangi beberapa kecemasan yang disebabkan oleh glossophobia.

Diperkirakan 75% dari semua orang mengalami beberapa tingkat kecemasan / kegelisahan ketika harus berbicara di depan umum. [3]

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Glossophobia

Ingin berani tampil ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/mudah-panik/

Glossophobia atau takut pidato adalah ketakutan berbicara di depan umum atau tampil dimuka umum umum. [1] Demam panggung mungkin merupakan gejala dari glossophobia. [1]

Kata glossophobia berasal dari bahasa Yunani γλῶσσαGlossa, yang berarti lidah, dan φόβος phobos, takut atau ngeri. Banyak orang hanya memiliki ketakutan ini, sementara yang lain mungkin juga memiliki fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial . 

Gejalanya glossophobia berupa:

  • kecemasan intens sebelum, hanya di pikiran ataupun harus secara verbal berkomunikasi dengan kelompok manapun,
  • menghindari peristiwa yang memusatkan perhatian kelompok pada individu yang hadir,
  • tekanan fisik, mual, atau perasaan panik dalam lingkungan seperti itu. [2]

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Glossophobia

Ingin berani tampil ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/mudah-panik/

  • Samuel Johnson penyair, penulis, dan ahli kamus Inggris adalah contoh dari tokoh sejarah yang didiagnosis retrospektif OCD. Dia memiliki ritual yang rumit untuk melewati ambang pintu, berulang kali berjalan naik dan turun tangga, menghitung langkah. [95]
  • Howard Hughes, penerbang dan pembuat film Amerika, diketahui telah menderita OCD. Teman Hughes telah menyebutkan obsesinya terhadap kesalahan kecil dalam pakaian dan dia telah dilaporkan memiliki ketakutan yang besar terhadap kuman, hal yang umum di antara pasien OCD. [96]
  • David Beckham pesepakbola Inggris, telah blak-blakan tentang perjuangannya melawan OCD. Dia telah mengatakan kepada media bahwa ia harus menghitung semua pakaiannya, majalahnya harus terletak pada garis lurus. Dia telah menyatakan keinginannya untuk mendapatkan bantuan masalahnya. [97]
  • Marc Summers, tuan rumah pertunjukan permainan Amerika, telah menulis sebuah buku tentang bagaimana OCD telah mempengaruhi hidupnya. Buku tersebut berjudul Segala sesuatu di Tempatnya :. Ujian saya dan Kemenangan dengan Gangguan Obsesif Kompulsif [100]
  • Film dan televisi sering menggambarkan representasi ideal dari gangguan seperti OCD. Penggambaran ini dapat menyebabkan peningkatan kesadaran, pengertian, dan simpati masyarakat untuk gangguan tersebut. [101]
  •  Billy Bob Thornton, aktor dan musisi, menyatakan bahwa “Aku punya sedikit OCD”. “Yang sederhana, saya dapat menjelaskan kepada Anda, namun yang lebih kompleks, aku bahkan tidak tahu bagaimana memberitahu siapa pun.” [102]
  • Jessica Alba, aktris “juga mengakui menderita gangguan obsesif-kompulsif selama masa kanak-kanak.” [103]
  • Donald Trump, bisnis eksekutif, pengusaha, televisi dan radio kepribadian dan penulis Amerika, menyatakan bahwa “ia memiliki keterbatasan berupa gangguan obsesif kompulsif dan takut kuman.”[104]
  • Cameron Diaz, seorang aktris Amerika, menyatakan bahwa dia “menderita gangguan obsesif-kompulsif dan telah mengakui secara terbuka bahwa ia biasa menggosok gagang pintu begitu keras sebelum membuka pintu, untuk membersihkannya bahwa cat asli pada pegangan pintu memudar setelah itu.” [105]
  • Leonardo DiCaprio, aktor Amerika, “telah mengungkapkan bahwa ia menderita Gangguan Obsesif Kompulsif.” [106]
  • Kathie Lee Gifford, seorang Amerika televisi tuan rumah, penyanyi, aktris dan dramawan, memiliki OCD. [107]

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Obsessive%E2%80%93compulsive_disorder

Ingin bebas OCD ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/hambatan-lainnya/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 462 pengikut lainnya.