Homoseksual ?

06/03/2007

Apakah Servotherapy dapat dipakai untuk men-terapi seseorang yang memiliki orientasi seksual sejenis ?

Servotherapy hanya dapat dilakukan kepada homoseksual ego distonik (yang tidak sinkron dengan egonya). Karena kebutuhan untuk “berubah” menjadi heteroseksual pada seorang homoseks ego distonik biasanya masih sangat kuat. Ciri cirinya, terjadi konflik psikis, disatu sisi merasa diri kotor, bersalah, malu, cemas, dan depresi tetapi disisi lain merasa tidak berdaya membina hubungan heteroseksual yang diinginkannya.

Akan tetapi pada jenis homoseksual ego sintonik (yang sinkron dengan egonya), Servotherapy menjadi tidak berguna. Karena seorang homoseks ego sintonik biasanya tidak merasa terganggu dengan orientasi seksualnya. Sama sekali tidak terdapat dorongan atau keinginan untuk mengubah orientasi seksualnya.

Seorang homoseksual ego distonik yang tidak kunjung menemukan solusi atas problem orientasi seksualnya (apalagi biasanya gangguan orientasi seksual bersifat sangat rahasia), berpotensi berubah menjadi seorang homoseksual ego sintonik. Hal tersebut disebabkan yang bersangkutan mengalami kelelahan mental yang “kronis” dan akhirnya merasa “putus asa”. Pada saat ybs. mulai “berdamai” dengan orientasi seksualnya inilah seseorang telah berubah menjadi seorang homoseksual ego sintonik.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

About these ads

42 Responses to “Homoseksual ?”

  1. Eire Says:

    Salam,
    Saya yang termasuk kategori ego-distonik dan sangat-sangat ingin berubah !

    Namun setiap harinya, ya hanya gini-gini aja… Alhasil saya jadi menutup diri, sangat rahasia, kdangkala jadi pemurung. Ingin rasanya pergi jauh kalo perlu sampe Alaska sekalipun :)

    Saya sangat takut dengan hukum Tuhan, karena saya yakin tak ada satupun agama yang membolehkan perilaku seperti ini, (terutama Islam yang saya anut, begitu banyak digambarkan kisah kaum homoseksual di dalam Al-Quran).

    Tapi, adakah terapi yang harus dijalankan ? I need action from myself, bukan hanya sebatas kesadaran belaka.

    Thanks.

    Salam.

  2. Dewa Says:

    boong.
    kalo homoseksual bisa berubah dgn mudah.
    kenapa sekarang banyak gay.
    bahkan lebih banyak lagi….

    • Servo Clinic Says:

      Bung Dewa yang Skeptis.

      Silahkan baca ulang artikel diatas dengan teliti (3x).

      Memang pada jenis homoseksual ego sintonik (yang sinkron dengan egonya), mustahil diubah, karena seorang homoseks ego sintonik biasanya tidak merasa terganggu dengan orientasi seksualnya. Sama sekali tidak terdapat dorongan atau keinginan untuk mengubah orientasi seksualnya. Yang risau biasanya justru anggota keluarganya.

      Namun pada kasus homoseksual ego distonik (yang tidak sinkron dengan egonya) masih dapat diubah. Karena kebutuhan untuk berubah menjadi heteroseksual pada seorang homoseks ego distonik biasanya masih sangat kuat. Ciri cirinya, terjadi konflik psikis, disatu sisi merasa diri kotor, bersalah, malu, cemas, dan depresi tetapi disisi lain merasa tidak berdaya membina hubungan heteroseksual yang diinginkannya.

  3. Susanto Saputra Says:

    Bung,

    Tolong saya, bagamana caranya, sudah lama saya menderita penyakit ini, sejak masih di bangku SMP.

    Saya sekarang berumur 28 th, belum menikah. Tapi ada keinginan yang kuat untuk menikah agar saya bisa membuang rasa/sifat suka sama laki-laki.

    Sebenarnya saya juga tertarik sama wanita, sering juga saya “jajan” sama PSK, untuk membuktikan apakah saya ada selera, rupanya “bisa”. Tp kadang-kadang, saat berhubungan intim tersebut saya sering nyelinap wajah lelaki yang saya kagumi.

    Saya benci dengan diri saya, bila tak mampu membuang perasaan ini.

    Saya pernah melakukan dengan 5 pria , dengan memasukkan “anunya” ke mulut saya. Saya sangat cepat terangsang bila melihat, dada berbulu dan pusar berbulu laki-laki, apalagi kalau laki-lakinya tua, dan berwibawa serta agak ganteng. Saya langsung mengkhayal bila bisa melihat, memegang bahkan memasukkan anunya ke mulut saya.

    Tolong beri saya saya penjelasan, pa sebenarnya yang menimpa saya, bisa kah saya membuang itu ? Bagaimana caranya, karena saya punya keinginan untuk berubah, tp sulit ?

    Terima kasih.

    Susanto, Kalimantan.

    • Servo Clinic Says:

      Bung Susanto yang ingin Berubah.

      Perasaan cemas dengan ciri ciri terjadinya konflik psikis, disatu sisi merasa diri kotor, bersalah, malu, cemas, dan depresi tetapi disisi lain merasa tidak berdaya membina hubungan heteroseksual yang diinginkan, mengindikasikan Anda masih “normal” dan berpeluang pulih 100%.

      Orientasi seks yang diluar kelaziman biasanya terbentuk oleh trauma / pengalaman seks masa lalu, sugesti negatif yang dipupuk terus menerus atau akibat informasi seks yang salah.

      Melalui Servoterapi, emosi negatif yang terkunci akan dilepaskan (katarsis) serta Konsep Diri Anda ditata ulang.

      Silahkan hubungi S.E.R.V.O Clinic, Sekarang !

  4. Doni Says:

    Pak Isywara ditempat..

    Langsung aja ke titik permasalahan…

    Saya adalah seorang gay, apakah saya bisa diubah/berubah ???

    Masalahnya saya sudah cukup umur untuk menikah dan saya ingin sekali punya anak.

    Tthx

    Doni

  5. Yos Says:

    Pak, saya seorang wanita lajang 40 thn. Saya sampai sekarang belum punya pasangan hidup karena selalu tertarik pada laki-laki homoseks. Saya bingung pada diri saya sendiri.

    Kesukaan saya pada lelaki homo ini sudah sejak SMA. Tentu saja susah mengajak homo menikah. Pernah ada satu yang mau, tapi saya ngga tahan melihat dia mencium bibir seorang lelaki di depan saya.

    Apakah yang terjadi pada diri saya ini aneh ? Kenapa saya seperti ini ?

    Mohon jawabannya, pak. Terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Mbak Yos yang Penasaran.

      Dalam situasi normal, orientasi seksual seseorang tumbuh secara alamiah dalam bentuk menyukai lawan jenis.

      Ditambah adanya nilai nilai keluarga, norma agama, adat istiadat, pendidikan, “mencegah” terjadinya orientasi seks diluar kelaziman seperti seks sesama saudara sedarah (incest), seks sejenis (homoseks / lesbi), seks dengan hewan, seks dengan kekerasan, seks dengan anak anak dan diluar kelaziman lainnya termasuk yang sedang Anda alami.

      Dalam keadaan “tidak normal” orientasi seksual seseorang berpotensi mengalami pergeseran sesuai orientasi seksual yang tertanam di pikiran bawah sadar ybs.

      Biasanya orientasi seksual diluar kelaziman terjadi disebabkan oleh trauma / pengalaman buruk tentang seks dimasa lalu, kebiasaan buruk, informasi seks yang salah, lingkungan dsb.

      Sejauh diluar kelaziman tsb. tidak sinkron dengan ego ybs. (ego distonik) dengan ciri ciri terjadi konflik psikis, disatu sisi merasa diri kotor, bersalah, malu, cemas, depresi dan merasa tidak berdaya, tetapi disisi lain memiliki keinginan yang kuat untuk kembali “normal”, maka orientasi seksual diluar kelaziman masih dapat di “perbaiki”.

      Semoga menjawab pertanyaan, apabila belum terbantu hubungi S.E.R.V.O Clinic, Sekarang !

  6. Edwin Says:

    Pak, saya ada masalah.

    Ini tentang kakak saya, dia ini seorang homo tetapi masih belum parah. Dia tidak suka melihat sodomi ataupun memasukan anu lelaki ke dalam mulutnya.

    Saya mau tanya apa yang harus saya lakukan sebagai seorang adik supaya bisa menghilangkan sifay gay itu,tolong tips2 anda, terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Edwin yang sayang sama Kakak.

      Jika Edwin sangat dekat dengan Kakak dan Kakak mau terbuka dengan Edwin maka hal yang dapat Edwin lakukan adalah sbb. :

      Jadilah pendengar yang baik bagi Kakak, tanyakan apa yang Kakak rasakan tentang dirinya dan tanyakan pula apa yang menjadi motivasi dirinya.

      Jika ybs. masih merasa “gelisah” dengan problem homoseksualnya (bukan merasa gelisah karena penerimaan sosial / lingkungannya) kemungkinan pulihnya masih sangat besar.

      Edwin dapat menanyakan seberapa besar motivasi Kakak berubahnya. Tanyakan apabila ada terapi yang dapat membantu dirinya berubah, apakah dirinya bersedia untuk terapi ? Jika jawabannya Ya…. Edwin dapat menginformasikan ke kakak alamat profesional atau terapis yang dapat membantu dirinya.

      Semoga kepedulian Edwin ke Kakak membawa kebaikan pada Edwin.

  7. John (nama samaran) Says:

    Aslm pak Isywara…,

    Sy seorang pemuda, brumur 16 thn.

    Sy sama sekali tidak ingin menyatakan diri sy g.. tau h…! Namun slama ini telah sy sadari, bhwa ternyata memang sy merasakan kelainan2 itu dlm jiwa/diri sy, spt senang melihat lelaki ganteng/seksi/tegap/gagah dan bla3 bahkan sy sdg jatuh cinta pd seorang LeLaKi yg lebih tua di sklh sy…!

    Ttpi walaupun bgitu sy ttp ingin menyatakan dan menyebut diri sy sebagai seorang lelaki jantan seutuhnya…!

    Hina, rendah dan malu sy ini. ingin berubah ttpi sy tdk tahu bgaimna caranya, nampaknya hal ini sy rasakan krn “bawaan”/”kebiasaan” sy ktika kecil.

    SAY HANYA INGIN KEMBALI KE FITRAH PERASAAN SEORANG LELAKI SEHARUSNYA…!

    Pak sy tinggal di Bandung, bgmn sy bsa kontak dgn klinik S.E.R.V.O yg berada jauh di Tangerang ?

    • Servo Clinic Says:

      Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

      Perasaan enggan untuk menyatakan diri adalah normal, karena pada kebanyakan kasus orientasi seksual bersifat “sangat” pribadi / rahasia.

      Perasaan malu, hina dan rendah justru mengindikasikan Anda masih “normal” hanya saja Anda belum menemukan “jalan” menjadi seorang lelaki jantan seutuhnya ( dapat saya yakinkan bahwa “jalan” untuk pulih, ada !). Lihat jawaban nomor # 6.

      Silahkan hubungi profesional / terapis yang ada di kota Bandung terutama yang memiliki kemampuan hipnoterapi.

      Yang penting terus bersabar dan jika belum berhasil, ganti terapis sampai Anda menemukan terapis yang tepat.

  8. david Says:

    Asalamu’alaikum bung Isywara,

    Tolong saya punya kelainan yang luar biasa mengganggu fikiran saya.

    Pada dasarnya aku suka pada cewk, tapi kalo liat cowok yang lebih muda pikiranku itu pengennya setubuhi dia, tapi aku gak pernah sama sekali melakukannya. Paling2 hanya onani membayangkan bersetubuh dengan dia.

    Ada kalanya aku membayangkan bersetubuh dengan cewek, tapi fantasiku lari ke cowok itu yang sedang bersetubuh dengan cewek dan aku menontonnya.

    Tolong solusinya bung, umurku sekarang 29 thn, belum menikah, tapi aku pengen menjadi normal, menikah dan punya anak. Trims.

  9. Asep Says:

    Pak saya ada beberapa pertanyaan.

    Saya punya seorang teman laki-laki, dia punya kebiasaan suka memeluk-meluk laki-laki, megang-megang dada laki-laki, pantat, bahkan sering kali dengan sengaja meremas penis temannya. Sering juga kalau ada temannya lagi tidur tengkurap dia langsung saja menindih pantatnya.

    Kalau ditanya katanya dia cuma bercanda dan hanya main-main saja.

    Pernah, waktu itu aku sama dia tidur bareng karena kamarku dipake tidur saudaraku, nah pas tidurku telentang dia mulai meremas-remas dadaku, saya jadi risih. Aku ganti tengkurap, eh dia malah memasukan tangannya ke selimutku dan ganti meremas-remas penisku berulang kali, aku beranjak dia pun ikut beranjak kulihat mimik mukanya tidak menunjukan bahwa dia sedang bercanda.

    Tetapi di komputernya dia banyak nyimpen gambar cewe-cewe bugil ? Banyak temen cewenya yang cakep-cakep, tapi sampe sekarang jomblo ?

    Yang jadi pertanyaan:

    - Apakah dia benar seorang homoseksual ? Lalu apa ciri-ciri yang paling kelihatan ? Saya ragu untuk menilai apakah temenku ini seorang homoseksual, kalau menurut saya sendiri, semua kebiasaanya itu apabila saya yang melakukan saya akan merasa jijik sekali.

    - Apakah benar kalau salah satu ciri seorang homoseksual adalah dia suka memamerkan body-nya pas bugil ?

    • Servo Clinic Says:

      Bung Asep Yth.

      Menurut pendapat saya pribadi, “kepercayaan” Anda dan teman lainnya telah “dikhianati” dengan mengatas namakan bercanda untuk memenuhi hasrat seksual sejenis ybs.

      Sekalipun teman, ybs. tidak “berhak” menyentuh bagian “pribadi” orang lain tanpa seijin pemiliknya.

      Untuk itu Anda berhak marah dan bersikap tegas ! Ketidak-tegasan Anda dapat ditafsirkan sebagai “persetujuan”.

      Bahwasanya dikomputernya banyak terdapat gambar perempuan bugil dan “ditunjukkan” kepada Anda, bisa jadi hanya untuk membangun kesan bahwa dirinya “sama” seperti Anda.

      Termasuk kesukaannya memamerkan bodynya pas bugil, merupakan salah satu “cara” untuk mengetahui respon Anda. Jika respon Anda “positif” maka rencana “tersembunyi” selanjutnya akan jadi lebih mudah.

  10. Asep Says:

    Terimaksih atas informasinya. Jadi kesimpulannya kemungkinan besar “dia” mempunyai kelainan sex ya pak?

    Terus langkah awal apa yang dapat kita perbuat sebagai temannya untuk membantunya, soalnya saya dan kawan-kawan sudah terlanjur menjadi sahabatnya semenjak 3 tahun yang lalu, tetapi ya baru 6 enam bulan belakangan ini kebiasaan “gay”nya baru jelas terlihat.

    Setelah itu, kami harus bagaimana seandainya terbukti 100% kalau dia seorang gay, masalahnya kita juga takut membuat dia tersinggung dan minder. Mohon solusinya.

    • Servo Clinic Says:

      Dengan bersikap tegas, berarti Anda telah membantu teman Anda belajar “membedakan” mana perilaku yang mengganggu atau tidak.

      Mas Asep dapat menolong teman tsb. hanya jika ybs. memerlukannya. Disisi lain tingkatkan “pengaruh” mas Asep dimata teman tsb. dan munculkan kebutuhan berubah ybs.

      Bila teman tsb. tetap melakukan pelecehan, berarti ybs. tidak menghargai persahabatan dan jika “dimusuhi” teman lainnya itu adalah harga yang memang harus dia bayar.

  11. Ari sby Says:

    To the point aj, saya seorg lelaki homoseksual.

    Saya selalu terangsang bila melihat lelaki yg memiliki dada yg bidang, perut sixpack, lengan berotot atau berwajah cakep, tapi saya tidak pernah melakukan hubungan erotis secara langsung.

    Pelampiasan yg saya lakukan dg mendekati bawahan saya melalui pegang tangan, merangkulnya, pegang dadanya atau perutnya ketika buka baju dg dalih saya ingin punya perut seperti itu atau coba2 ingin raba perutnya merasakan seberapa kuat perutnya dg cara pukul2 perut pelan2. Selain itu saya sering berimajinasi seksual dg lelaki seksi n atletis sehingga trangsang, ereksi dan ejakulasi.

    Untuk menutupi kedok saya dg cara jadi seorang playboy, kerapkali saya ganti pasangan cewek dan saya penuhi hp/pc yg saya punya dg gambar cewe sexy n bugil/video porno yg kemudian saya pamer2kan ke temen2 saya.

    Sebenarnya dalam diri saya ada keinginan besar untuk sembuh, ada konflik ya hebat dlm jiwa saya. Saya tidak ingin terlanjur lebih dalam lagi, saya masih mau normal beristri dan punya anak mengingat usia saya sudah 24 tahun.

    Bagaimana saya bisa mendapatkan hipnoterapi tsb sebab saya tinggal di Surabaya dan kira2 biayanya sampai berapa ? Please help me,i want be8.

    THANK 4U SUGGESTION

    ARI di Sby.

    • Servo Clinic Says:

      Munculnya konflik yang hebat dan keinginan pulih yang kuat menandakan Anda masih dapat “berubah”.

      Silahkan hubungi praktek Hipnoterapi terdekat dan biayanya dapat ditanyakan langsung ke tempat tsb.

      Catatan : Jika Anda dapat menemukan terapis yang tepat, Insya Allah dapat pulih 100%.

  12. nina Says:

    Saya usia 23 thn, awalnya saya ga tahu apakah saya ini normal atau tidak.

    Dulu saya sering depresi karena cow hingga akhirnya saya merasa dingin pada cow.

    Pada suatu saat ada cew tomboy nembak saya, hati saya bergetar dan saya iseng-iseng terima dia.

    Saya belum jelas apakah saya seorang homo atau bukan tapi ketika dia berjalan dengan cew lain saya merasa sakit hati. Saya jalan dengan pasangan sudah hampir 3 th, tapi saya masih ragu dengan keadaan saya benarkah saya ini homo ?

    Saya baru pertama kali ini pacaran dengan cew, saya ga ingin di tinggal oleh dia, tapi saya juga ga ingin hidup penuh dengan kecemasan.

    Saya ingin pacaran dengan cow tapi rasanya sulit untuk menumbuhkan perasaan hati saya. Kalau menurut bapak saya harus bagaimana, jalan apa yang harus sya tempuh ?

    Thank-Q

    • Servo Clinic Says:

      Pilihannya tegantung Anda !

      Bila Anda ingin tetap menjalani hidup sebagai seorang lesbian maka resistensi dari keluarga ataupun lingkungan adalah resiko yang harus Anda hadapi.

      Namun jika Anda ingin hidup sebagai layaknya wanita pada umumnya sebaiknya diterapi, karena kesulitan Anda menumbuhkan rasa suka pada lawan jenis bisa jadi disebabkan oleh hambatan psikis yang terbentuk akibat kekecewaan Anda di masa lalu.

  13. Dika Says:

    Saya termasuk bi-oriented.

    Susah juga mengendalikan, selama ini saya coba mencari sisi2 terbaik dari psangan yg sah (istri) utk menpisnya atau menyibukkan diri dengan banyak kegiatan agar godaan utk gay tsb tidak ada lagi.

    Atau ada yg mo kasih saran ?

  14. yani Says:

    ada yang bisa bantu…??

    aku punya temen..
    temen ku cerita ke aku kalau dia punya adik laki2 kaya yang usianya 40 tahun dan belum nikah.
    dia kasih aku photonya..
    wih ganteng bro..
    dia juga bilang gaya adiknya seperti anak lk2 20 tahun..
    dia suka ma anak kecil,, dia juga sering bertemu cewek2 cantik..
    kebiasaan keluarga dia.. tiap orang laki2 pasti doyan alkohol..
    nah,, ni adeknya kagak suka alkohol and ngerokok.. tiap pulang kerja main game di computernya..

    apa adik laki2nya ini penderita homoseksual ?

    • Servo Clinic Says:

      Ada banyak alasan yang mungkin sehingga seseorang yang telah cukup umur belum juga menikah dan itu tidak cukup alasan untuk mengatakan seseorang homoseksual.

      Mengapa Anda tidak berkenalan saja lebih dahulu ?

  15. eric Says:

    Saya gay berusia 18 tahun.

    Saya sudah pernah ml 3 kali dgn cowok yang sama. Saya rasa saya sama sekali tidak menyukai cewek.

    Yang ingin saya tanyakan adalah saya hanya menyukai ras tertentu saja, sebut saja ras saya x kemudian mantan juga memiliki ras x dan setiap saya melihat orang yang satu ras dengan saya pasti tertarik.

    Jadi intinya saya tidak tertarik pada cowok ras lain selain ras yang sama dengan saya, kalaupun tertarik tapi tidak sehebat dan semenggebu-gebu jika saya melihat orang se ras dengan saya.

    Apa saya bisa disembuhkan dan apa dan kenapa dengan saya ?

    Terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Mohon ma’af, saya masih kurang jelas maksud pertanyaan mengenai apakah saya bisa disembuhkan ?

      Sembuh menjadi suka dengan lawan jenis ataukah sembuh menjadi suka dengan ras lain ?

      Orientasi seksual, rasa suka, hasrat sama persis dengan “label” tergantung kemana perasaan tsb. akan kita “tempel” kan sehingga bisa kita “tempel” kan ke lawan jenis, sesama jenis, nenek nenek, anak anak bahkan ke saudara sedarah seperti ibu, bapak ataupun anak kandung.

      Jadi peluang “sembuh” tergantung dari seberapa besar kita mengijinkan diri kita untuk berubah.

      Memang pada banyak kasus seseorang sudah “berusaha” berubah namun karena berkali kali gagal ybs. merasa apatis dan akhirnya putus asa.

      Kegagalan tsb. biasanya disebabkan oleh adanya hambatan psikis (mental block) yang terbentuk akibat trauma masa lalu, pola asuh ataupun sugesti negatif yang dipupuk terus menerus sehingga ybs. enggan mencoba “cara” lainnya dan selalu menggunakan cara yang sama dengan kegagalan sebelumnya (enggan keluar dari zona nyaman).

      Untuk itu dengan ataupun tanpa bantuan terapis hambatan tsb. harus di hilangkan terlebih dahulu, baru seseorang “siap” untuk berubah.

  16. bobo Says:

    Hallo Pak Isywara …gini …

    Saya ada temen seorang lesbian, sudah berkeluarga dan memiliki anak. Walau sudah berkeluarga, tp perasaan suka pada cewek tetap ada, dan hal itu dia anggap biasa. Dia bilang orientasi nya memang pada sejenis, tp dia memutuskan untuk berkeluarga dan bertanggung jawab pada keluarga, dan mensyukuri apa yg dimilikinya.

    Perasaannya pada cewek, sama hal nya bagi laki2 lain yg sudah berkeluarga tertarik pada cewek lain selain pasangannya, tp tetap menganggap keluarga adalah tanggung jawab dan sudah menjadi keputusannya.

    Aku tanya ke dia, apa ga ada keinginan sama cewek? Dia bilang keinginan ada, dan memang besar, tp dia bilang keputusan dia menikah bukan utk merubah orientasi jadi suka cowok karena itu tidak akan berubah.

    Dia bilang pernah mengalami proses untuk bisa menerima diri apa adanya, tubuh, pikiran dan jiwanya, keluar dari penjara mental yg dibuat sendiri. Dia bilang juga kalau ada yg bisa menerima keadaan dirinya dan memilih pasangan yg sama2 cewek ato cowok ga papa juga.

    Yg ingin saya tanya adalah, apa bs seperti itu ? Apa ada terapi utk bisa menerima keadaan diri seseorang ? Khususnya homoseksual, karena menurut saya sering kali seseorang homoseksual merasa sudah seperti itu dari sananya juga sama seperti yg bukan homoseks yg sama2 juga emang dari sananya, tapi bagi homoseks sulit menerima keadaan dirinya.

    Terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Bung Bobo yang Baik

      Sama seperti jawaban no. #28 di atas bahwa orientasi seksual, rasa suka, hasrat sama persis dengan label, tergantung kemana perasaan tsb. akan kita tempel kan sehingga bisa kita tempel kan ke lawan jenis, sesama jenis, nenek nenek, anak anak bahkan ke saudara sedarah seperti ibu, bapak ataupun anak kandung.

      Demikian pula dengan komitmen untuk berkeluarga apabila hal tersebut sudah jadi “pilihannya” biasanya dapat dia jalani dengan mudah.

      Diri kita sesuai dengan apa yang kita “pilih” atau yang kita “yakini”.

      Walaupun terapi Servo dapat membuat kita menerima diri kita apa adanya, namun apabila tidak sejalan dengan “nilai” yang saya yakini misal terapi agar “tega” meninggalkan anak dan suami demi selingkuhan dsb., biasanya akan saya sarankan untuk mencari terapis lain.

  17. bobo Says:

    Ok i c,

    Teman saya ini, tidak ada msalah dgn orientasi seksualnya walau pun dia memutuskan untuk menikah memiliki suami dan anak, dan tidak pernah berhubungan dengn cewek (maaf ada yg salah ketik di paragraf 4 baris 2 di sebelumnya jd salah pengertian dr bapak).

    Penerimaan dirinya ini menurut dia membuatnya lebih bisa memutuskan untuk menikah lebih mudah, bukan menjadi beban, walaupun menurut dia ada juga org lain yg homoseks/lesbian yg bisa menerima dirinya, memutuskan untuk memiliki pasangan sejenis.

    Maaf pak jadi ada yg di edit, terima kasih :)

    • Servo Clinic Says:

      Tidak apa apa….

      Sama seperti jawaban sebelumnya…. terlepas dari benar / salah menurut agama, keyakinan, adat istiadat, hukum positif; hasrat, rasa suka, orientasi seksual seperti “label”, tergantung kemana label tsb. kita tempel kan.

      Termasuk keputusan teman Mbak Bobo untuk menikah, memiliki suami dan anak. Saat dia bisa menerima pilihannya saat itu pula dia mudah menjalaninya !

  18. Ya Says:

    Saya remaja pria 17 th.

    Saya ingin bertanya mengapa saya menyukai atau merasakan nafsu terhadap pria yg usia nya jauh lebih tua, kisaran 30th ke atas dan pria tsb. perhatian dan baik pada saya, lebih2 pria itu mempunyai tubuh yg tegap dan berbulu di tubuh nya dan saya belum pernah ml pd pria yg saya idam2 kan karena saya malu dan takut pada tuhan saya.

    Saya hnya memuaskan nafsu saya dgn cr onani dgn membayang kan pria tsb., tetapi saya tidak merasakan nafsu tersebut sedikit pun pada pria yg sebaya dgn saya/tdk jauh berbeda usia nya, sekalipun ia bugil d dpn saya, namun sesekali saya juga merasakan nafsu pd wanita, walaupun nafsu nya tidak senafsu dgn pria yg lebih tua seperti yg saya jelaskan.

    Memang waktu kecil saya pernah mendapat pelecehan seksual pd diri saya dgn cara mengisap kemaluan pria itu, pd saat itu saya tdk tahu apa2 karna sya br berusia 5th. Apakah itu penyebabnya hingga saya seperti ini ? Terkadang saya berfikir kenapa gw seperti ini, saya tdk ingin seperti ini terus.

    Saya mau berubah dan normal seperti lelaki pada umumnya dan saya ingin sembuh total tanpa menyisakan sedikit pun nafsu pd pria dan bagaimana cara nya untuk itu ?

    Trima kasih atas bantuannya.

    • Servo Clinic Says:

      Hampir dipastikan penyebabnya adalah “pelecehan” seksual yang Anda alami sewaktu kecil sehingga mengakibatkan emosi terkunci pada peristiwa tersebut.

      Mengapa Anda suka pada pria dengan usia yang usianya jauh lebih tua, perhatian, baik, tubuh tegap, berbulu ? Kemungkinan si pelaku memiliki ciri ciri seperti yang Anda sebutkan tadi.

      Pada banyak kasus pelecehan seksual biasanya pelaku (baca : pemangsa) membangun kesan bersahabat, melindungi, dermawan, penuh perhatian agar tidak “ditolak” oleh calon korban (baca : yang dimangsa).

      Sikorban di MANIPULASI sedemikian rupa seolah olah sikorbanlah yang menginginkan dan menikmati aktifitas seks tsb. dan hal ini pula yang membuat korban dikemudian hari menyalahkan dirinya sendiri.

      Adanya campuran hasrat seksual, pengalaman ekstrim, rasa berdosa dsb. yang membuat seseorang selalu dalam posisi tarik-tarikan antara rasa gelisah ataupun “sekalian basah”.

      Namun berita baiknya, masih adanya rasa gelisah, suka pada lawan jenis dan keinginan berubah, mengindikasikan Anda berpeluang berubah.

  19. raja7000 Says:

    Saya pria usia 20th.

    Saya ingin berbicara. Saya ini menyukai sesama jenis.

    Kalau Lihat cowok yang tegap n pakai baju saya langsung terangsang dan ingin memegang penisnya.

    Apakah saya bisa berubah. Tolong ya pak. Terimakasih.

  20. SS, 19 tahun Says:

    Ini tentang adeku.

    Aq kaget bgt. sempet bingung waktu melihat galery di handphone nya ada foto2 cowo yg berotot, ada yg pake clana dalem doank, yg six pack.

    Aq bingung apakah dy seorang homoseks atau gmana, jujur aja aq smpet sedih, ko dy bisa bgini.

    Sbnrnya waktu dy masi smp, aq pernah menemukan buku gambar dia, dia menggambar cowo yg perkasa. Awalnya aku ga curiga, karna aku pikir,” ah mungkin hanya iseng2″.

    Tp kok skarang makin menjadi, dy mendownload gambar2 cartoon yang aneh. (cowo dan cowo lg ciuman, cowo dan cowo lg sodomi).

    Aku bingung ko adekuw jadi kaya gni. Aq takut aja kalo adekuw homoseks! AKU SEDIH.

    Plis bantu aq harus gmana.

    • Servo Clinic Says:

      Idealnya Anda harus menanyakan langsung kepada yang bersangkutan tentang gambar gambar yang ada dalam galery handphonenya, namun sebaiknya hal tersebut tidak Anda lakukan karena bisa jadi kontraproduktif karena dengan membuka HPnya tanpa izin, Anda dianggap telah melanggar privacynya.

      Akan tetapi Anda bisa menggali sejauh mana pemahamannya tentang homoseks, berpura pura minta pendapat adik Anda tentang apa itu “homoseks” ? Tanyakan apakah ybs. pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil dan ungkapkan perasaan (kekhawatiran ?) Anda mengenai buku gambar dia waktu SMP (tetapi sama sekali jangan menyinggung gambar yang di HP).

      Ungkapkan bahwa Anda sangat menyayangi dia dan mudah mudahan kakak keliru dan terlalu berlebihan karena khawatir kalau kalau adik seorang homoseks.

      Setelah adik mau membuka diri, baru dibicarakan kemungkinan kemungkinan mendiskusikan “akar masalah” hingga mencari bantuan profesional.

      Dari pengalaman kami memberikan terapi pada individu yang mengalami masalah “orientasi seksual”, sering ditemukan penyebabnya adalah trauma pelecehan seksual di masa kecil yang dilakukan oleh sejenis dan biasanya berusia lebih dewasa.

      Ironisnya dalam upaya pencegahan dini, faktor penyulitnya sangat banyak antara lain :

      1. Tidak adanya pendidikan seks di keluarga ataupun disekolah, terutama pada keluarga yang tabu membicarakan masalah seksual secara terbuka, sehingga informasi seks yang diperoleh dari cerita teman, buku, internet dianggap sebagai informasi yang “benar”.

      2. ybs. merasa takut dimarahi jika harus berterus terang kepada keluarga

      3. ybs. tidak menyadari bahwa pengalaman “buruk” tersebut berpotensi menimbulkan distorsi pada orientasi seksual sejak ybs. memasuki usia baliq

      4. adanya pemahaman bahwa “pengalaman seks” adalah masalah yang sangat pribadi dan tidak boleh ada yang tau termasuk orang tua dan saudara

      5. merasa diri kotor karena telah melakukan “dosa” besar yang tidak terampuni, padahal bisa jadi karena ketidak tahuan seorang bocah.

      6. ybs. memiliki pemahaman orientasi seksual adalah sesuatu yang final, “ditakdirkan” atau genetis, padahal masih dapat diubah, jika diinginkan ybs.

      7. dan yang sangat membingungkan korban adalah pengalaman seksual tsb. seolah olah dia sendiri yang “ingin” kan, terutama pada pelecehan seksual yang dilakukan secara “tersamar”, di mana si-pemangsa tampil seolah olah sebagai “pelindung”, “penolong”, tetapi keadaan yang sesungguhnya adalah si korban di manipulasi secara seksual dengan memanfaatkan keluguan korban yang usianya biasanya lebih muda.

  21. chuby Says:

    Thanx. Aku jadi dapet info buat presentasiku..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 462 pengikut lainnya.