Gangguan Kepribadian Histrionik ?

10/11/2007

Gangguan Kepribadian Histrionik adalah gangguan kepribadian dramatik, emosional atau tidak menentu yang melibatkan pola emosionalitas yang berlebihan dan suka mencari perhatian.

Ciri ciri gangguan kepribadian Histrionik menurut DSM-IV-TR meliputi :

  • Pola yang sangat kuat dari emosionalitas yang berlebihan dan mencari perhatian yang bermula pada masa dewasa awal dan muncul diberbagai macam situasi
  • Merasa tidak nyaman dalam situasi situasi dimana orang itu tidak menjadi pusat perhatian
  • Interaksi dengan orang lain seringkali ditandai dengan perilaku yang menggoda atau provokatif secara seksual yang tidak pada tempatnya
  • Memperlihatkan ekspresi emosi yang berubah ubah dengan cepat dan dangkal
  • Secara konsisten menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian
  • Gaya berbicara yang terlalu impresionistik dan kurang mengandung detail
  • Mudah dipengaruhi oleh orang lain atau oleh keadaan
  • Menganggap hubungannya lebih intim dibanding kenyataannya.
  • Individu individu dengan gangguan kepribadian histrionik cenderung terlalu dramatis dan seringkali tampak nyaris seperti sedang berakting.

Penderita gangguan kepribadian histrionik cenderung mengekspresikan emosi emosinya secara berlebih lebihan, misalnya memeluk seseorang yang baru saja dikenalnya atau menangis tak terkontrol saat menonton film cengeng (Pfohl, 1995).

Mereka cenderung congkak, self centered dan merasa tidak nyaman bila tidak menjadi pusat perhatian. Penampilan dan perilakunya seringkali tampak menggoda dan mereka biasanya sangat peduli pada penampilannya.

Selain itu mereka secara konstan mencari kepastian dan persetujuan dari orang lain dan bisa menjadi gusar atau marah bila orang lain tidak memperhatikan atau memberikan pujian kepadanya.

Penderita gangguan kepribadian histrionik juga cenderung impulsif dan memiliki banyak kesulitan untuk menunda pujian.

Cognitive style yang terkait dengan gangguan kepribadian histrionik adalah impresionistik (Shapiro, 1965), yang ditandai oleh adanya kecenderungan untuk melihat berbagai situasi secara global, hitam dan putih.

Pembicaraannya sering tidak jelas, kurang mengandung detail dan ditandai dengan hiperbola (Pfohl, 1991). Sebagai contoh, Ketika ditanyai tentang kencannya kemarin malam, Pat mungkin akan mengatakan pokoknya asyik tetapi tidak dapat memberikan keterangan yang lebih terperinci.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 435 pengikut lainnya.