Memaksakan Kehendak ?

11/09/2008

DISCLAIMER : Kisah nyata berikut ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa hasil terapi yang dicapai akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat individu, tergantung dari kesediaan klien untuk berubah dan seberapa cepat akar masalah ditemukan !

Seorang karyawati swasta, Rina (nama samaran) berusia 30 an, datang ke S.E.R.V.O™ Clinic dengan keluhan mudah gugup, sering sakit kepala disertai rasa cemas dan tegang serta agak bingung.

Dampak dari itu semua kehidupan sosial ybs. menjadi terganggu, performa pekerjaan ybs. merosot tajam, bahkan kehidupan rumah tangganya menjadi berantakan.

Dengan latar belakang pendidikan Psikologi dari Universitas Negeri ternama dan IP diatas 3 ternyata tidak dapat membantu ybs. memecahkan persoalannya. Berbagai upaya telah dilakukan seperti meminta nasihat kepada rohaniawan bahkan paranormal.

Sewaktu dilakukan penelusuran ke masa lalu, riwayat menunjukkan sejak SD ybs. adalah siswa berprestasi, optimis dan tau persis apa yang diinginkan dirinya dan sikap percaya diri itu pulalah yang membuat dirinya memutuskan memilih jurusan Sosial (IPS) sewaktu di bangku SLA.

Namun tindakan memilih jurusan tanpa mengkonsultasikannya terlebih dahulu ke orang tua menjadi awal penderitaannya di kemudian hari. Walaupun ybs. tetap mampu menunjukkan prestasi terbaiknya, tetapi orang tua ybs. tetap merasa kecewa , karena “ambisi” nya tidak di dukung oleh sang anak.

Demikian pula sewaktu ybs. memilih kuliah di jurusan Psikologi yang memang di sukainya, semakin memperlebar jurang komunikasi dengan orang tua. Namun demikian orang tua tetap memaksakan kehendaknya dengan menugasi ybs. mengelola perusahaan keluarga sambil kuliah.

Klimaksnya, saat perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya di tipu puluhan juta, ybs. mengalami shock yang luar biasa karena dimarahi sangat hebat oleh orang tuanya.

Semenjak kejadian tsb. rasa percaya diri ybs. merosot tajam hingga di bawah titik nol. Ybs. selalu menghukum dirinya dengan menyesali mengapa tidak menuruti kehendak orang tuanya sejak awal SLA. Kegagalan rumah tangganya semakin menghancurkan harga dirinya.

Setelah didahului pemetaan ulang terhadap masalahnya dan dilanjutkan dengan terapi SERVO, ybs. mulai memahami penyebab semua perasaan negatif yang dirasakan belakangan ini seperti sering gugup, sakit kepala, cemas, tegang dan agak bingung.

Alhamdulillah setelah dilakukan terapi sebanyak dua kali, ybs. melaporkan, dirinya sudah mulai menemukan kembali jati dirinya, lebih bersemangat, dan sudah lebih nyaman dalam menghadapi kehidupan.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

2 Responses to “Memaksakan Kehendak ?”

  1. Hida Says:

    Subhanallah…

    Pak Is, saya hampir merasakan hal yang sama ybs diatas. Kurang lebih saya rasakan hampir 3 tahun, tepatnya setelah saya menikah…

    Memang perasaan itu kadang timbul kadang hilang. Tapi yang jelas sangat mempengaruhi kehidupan sosial maupun pekerjaan saya. Alhamdulllah saya mempunyai Istri yang mengerti keadaan saya dan tidak pernah mengeluh dan selalu memotivasi saya utuk terus berobat meskipun keadaan ekonomi kurang mendukung.

    Saya sudah melakukan Medical CekUp sebanyak 2X tetapi dokter tetap menyatakan kondisi kesehatan saya relatif normal. Meskipun badan saya semakin kurus aja :)

    Mohon bantuan Pak Is, bagaimana saya bisa mengikuti terapi, sedang posisi saya di Kalimantan….

    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalam.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 416 pengikut lainnya.