Hambatan Karir ?

17/09/2008

DISCLAIMER : Kisah nyata berikut ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa hasil terapi yang dicapai akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat individu, tergantung dari kesediaan klien untuk berubah dan seberapa cepat akar masalah ditemukan !

“Entah mengapa, saya sudah beberapa kali saya akan dipromosikan oleh atasan saya untuk posisi yang lebih tinggi, namun beberapa kali pula saya menolak kepercayaan tersebut,” Demikian ungkapan hati Amy (nama samaran), seorang reporter muda sebuah stasiun televisi yang enerjik dan cantik.

“Mungkin karena posisi yang dibutuhkan sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yang Sarjana Komunikasi atau karena memang mereka puas dengan pekerjaan saya.” Terus terang saya sangat mencintai pekerjaan saya dan sangat menikmati tugas sebagai reporter.”

Ada perasaan takut jika saya menerima tawaran tersebut berarti saya harus mau berada di kantor dan menjadi lebih sering berinteraksi dengan atasan saya. Bukan karena atasan saya galak ataupun genit, tetapi ada perasaan terintimidasi sehingga membuat saya gampang gugup, takut salah dsb.

“Perasaan tersebut sama sekali berbeda saat saya sedang melakukan tugas di lapangan. Sekalipun saya harus berhadapan dengan pejabat tinggi ataupun pengusaha sukses, Saya merasa sangat percaya diri”.

Setelah dilakukan penelusuran ke masa lalu, ditemukan akar masalahnya dimana ybs. sewaktu SD pernah merasa diabaikan oleh kedua orang tuanya saat sedang jalan jalan pagi bersama, dimana kedua orang tuanya sedang asyik ngobrol berdua tanpa menyadari sang putri tertinggal jauh di belakang karena sedang sakit perut.

Klimaknya, untuk sebuah kesalah sepele yang lazim dilakukan oleh anak anak kebanyakan, ybs. merasa sangat kaget bercampur sedih saat dimarahi hebat oleh sang Ibu tercinta yang sebelumnya dipandang sangat lembut dan menyayangi dirinya,

Sewaktu diterapi, tergambar dengan jelas bagaimana seorang Amy kecil menangis sesenggukan di belakang sofa berwarna biru, diruang tamu tanpa “berdaya” membela dirinya sedikitpun. Dan perasaan takut ini pula yang dikemudian hari mendorong dirinya untuk selalu menghindari suasana “ruangan” yang rutin dan bersifat hirarki.

Setelah dilakukan terapi, Alhamdulillah rasa percaya diri ybs. telah kembali pulih dan merasa “siap” untuk menerima promosi jabatan yang lebih tinggi.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

2 Responses to “Hambatan Karir ?”

  1. isnaidi mainofia Says:

    saya merasa tidak percaya diri jika berhadapan dengan orang,merasa kaku dan kadang kadang berfikir,jika ngobrol binggung apa sih yang mau di omongin,jadi kalau sudah ngbrol sering banyak diamnya,sebenarnya kalau lihat orang ngbrol bikin suasana heboh jadi iri juga,gmn ya caranya berteman agar bisa bikin suasana heboh dan mengasikkan?

    • Servo Clinic Says:

      Menjadi pribadi yang menarik, tidak harus menjadi diri orang lain apalagi menempatkan diri sebagai sasaran bulan-bulanan.

      Jika mungkin, jadilah solusi bagi orang lain atau tidak menyulitkan orang lain.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 412 pengikut lainnya.