Merasa Tidak Bisa ?
18/09/2008
Datang ke S.E.R.V.O™ Clinic, Yusuf (nama samaran) seorang Sarjana Komputer dengan keluhan tertekan, cemas, takut, gampang panik disertai gangguan fisik seperti maag, nyeri di ulu hati, insomnia dan sakit kepala.
Dengan status Sarjana Komputer yang di sandangnya, membuat atasannya / perusahaannya berharap banyak ybs. dapat menyelesaikan tugas tugas kantor yang sesuai dengan kompetensinya dan untuk alasan itu pula ybs. direkrut. Namun justru disitu pula letak persoalannya !
Walaupun bidang pekerjaan yang sedang dijalaninya sesuai dengan latar belakang pendidikannya, ybs. merasa tidak bisa, tidak mampu dan tidak berdaya untuk memenuhi harapan sebagaimana yang diinginkan oleh perusahaan. Ybs. merasa terdapat kesenjangan antara harapan yang diinginkan perusahaan dengan keluaran (output) yang dapat dihasilkan dirinya.
Situasi tersebut membuat ybs. merasa tidak nyaman, malu, ragu, bingung, mudah gugup, mudah lupa, pesimis, merasa kalah, gagal dan putus asa. Saking depresinya ybs. pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya, namun untung saja Tuhan masih melindungi dirinya.
Dari penelusuran masa lalu, ditemukan perasaan tidak berdayanya sudah mendera dirinya sejak awal kuliah. Karena ketiadaan fasilitas komputer sewaktu kuliah ybs. sering menyelesaikan tugas kuliahnya hanya dengan “membayangkan” saja. Upaya numpang ataupun minjam komputer teman sering menimbulkan masalah baru karena sang teman menjadi terganggu kenyamanannya.
Klimaksnya sewaktu ybs. merasa gagal dalam “mempertahankan” skripsinya, sehingga menimbulkan trauma yang sangat dalam dan menghancurkan kepercayaan dirinya. Walaupun akhirnya ybs. dapat menyelesaikan skripsinya, namun peristiwa tsb. benar benar telah merusak konsep dirinya dan merasa tidak layak menyandang gelar Sarjana Komputer. Perasaan “tidak berharga” inilah yang terus menghantui dirinya saat mulai terjun ke dunia pekerjaan.
Setelah dilakukan identifikasi dan pemetaan ulang atas masalahnya, ybs. dapat melihat bahwa letak persoalannya ada pada pengalaman buruk yang mendera dirinya serta “konsep dirinya” yang negatif.
Atas kesepakatan ybs. pengalaman buruk tersebut dipersepsikan ulang dan dilakukan pemrograman positif dengan konsep diri yang baru sesuai dengan ybs. inginkan.
Alhamdulillah, saat ini ybs. telah dapat menerima dirinya dan memutuskan untuk berkarir di bidang yang dikuasainya dan sesuai dengan keinginan dirinya yaitu di bidang bahasa.
Ingin Bebas Insomnia ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian-insomnia/






23/09/2008 at 17:29
Info ini berguna untuk saya yang selalu merasa tidak bisa… makasih yah
S.E.R.V.O Clinic : Terima kasih kembali.