Marah ?

24/09/2008

DISCLAIMER : Kisah nyata berikut ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa hasil terapi yang dicapai akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat individu, tergantung dari kesediaan klien untuk berubah dan seberapa cepat akar masalah ditemukan !

Setelah menonton acara Phobia di TransTV, datang ke S.E.R.V.O™ Clinic seorang wanita berusia 25-an, pendidikan S1 dengan keluhan cemas, gampang panik dan mudah marah, walaupun ybs. sendiri sangat benci dengan suara omelan ataupun hardikan.

Tidak jarang, keluhan tersebut disertai rasa berdebar debar, keluar keringat dingin, nyeri pada ulu hati, kepala pusing, sering sesak/sulit bernafas dan keluhan kaku di pundak. Akibatnya ybs. sulit berkonsentrasi pada pekerjaan, mudah lupa dan bingung.

Sebagai penyuka musik jazz, melodius dan suasana tenang tentunya ybs. berharap hal tersebut dapat membantu membuat dirinya relaks, namun walaupun ybs. telah berusaha mengalihkannya dengan melakukan banyak kegiatan seperti membaca, menulis ataupun hobby fotografi, ternyata hal tersebut tidak mengurangi kecemasannya.

Keluhan tersebut sudah dirasakan sejak SMP dan berbagai upaya pemulihan telah dilakukan namun tiadanya perubahan menimbulkan kelelahan emosional yang sangat kronis. Ybs. merasa pesimis dan putus asa, menjadi mudah lelah, sedih, disertai rasa kantuk yang sangat hebat (ciri ciri depresi berat).

Identifikasi masalah menunjukkan, sejak kecil ybs. telah dididik sangat keras dan diperlakukan sangat kasar oleh sang Ibu. Puncak masalah timbul saat ybs. mulai kehilangan rasa takut dan hormat, berganti dengan perasaan marah dan benci saat mengetahui sang Ibu berselingkuh.

Kebencian yang sangat mendalam membuat terapi pada saat kunjungan pertama tidak bekerja. Namun setelah dilakukan pendekatan dari sisi pandang yang berbeda, akhirnya ybs. bersedia berdamai dengan masa lalunya.

Ybs. melaporkan saat ini emosinya telah dapat dikendalikan dan Alhamdulillah, mulai dapat menikmati pekerjaannya.

Ingin hilang marah ? KLIK  > http://servoclinic.com/kesaksian/gampang-marah/

6 Responses to “Marah ?”


  1. Pak Isywara, saya laki laki yang berusia 25 tahun.

    Sekarang aku mengalami gangguan psikologis terutama berhubungan dengan kelamin saya, dari kecil kls 1 smp sampai sekarang, selalu melakukan perbuatan onani atau disebut masturbasi.

    Aku selalu sering gelisah cemas dan ga enak ingat akan dosa2 saya…setelah melakukan perbuatan itu…tapi kebiasaan yang saya lakukan ini tida bisa dihilangkan.

    Bagaimana cara untuk menghilangkanya atau obat apa yang harus d minum untuk menghilangkan kebiasaanku sehingga bisa sembuh dan normal kembali..thank’s.

    • Servo Clinic Says:

      Meningkatnya gairah seksual pada seorang remaja merupakan peristiwa alamiah yang menandakan seseorang mulai dewasa sebagai akibat dari semakin aktifnya hormon seks.

      Enerji tsb. jika disalurkan pada aktifitas yang tepat misal, belajar, berolah raga, bermusik, maka dapat menjadikan seseorang mencapai kemampuan terbaiknya, namun jika tidak, dapat menjadi sumber masalah karena semakin berlimpah dan dapat semakin diperparah jika disertai masalah pribadi lainnya. Silahkan lihat artikel berikut > Kecanduan Onani.

      Jadi aktifitas onani hanyalah cara Anda untuk mengurangi ketegangan. Sayangnya pilihan tsb. bertentangan dengan nilai moral yang Anda yakini, sehingga menimbulkan masalah baru berupa rasa bersalah.

      Untuk itu salurkan enerji Anda pada kegiatan yang positif/produktif dan jika sudah siap, menikahlah.

      Bagaimana jika rasa bersalahnya/berdosa tidak hilang juga ? Sebaiknya di terapi !

  2. kiki Says:

    Bijis’
    saya wanita 25 th, seorang karyawati di prshn swasta, beberapa tahun yang lalu semasa saya kuliah saya merasa sangat cemas dan khawatir yang berlebihan tentang apa yang belum terjdi, bahkan saya juga selalu iri dan benci seseorang tanpa alasan yang jelas.
    saya juga gampang sekali tersinggung dan marah yang berkepanjangan dengan hal-hal sepele yang mungkin tidak sejalan dengan apa yang saya mau,. saya menjadi sangat egois dan ingin segala sesuatu seperti yang saya mau, saya juga sangat tersiksa sekali, karena saya sangat sulit memaafkan orang,
    kadang kala saya juga sangat terganggu dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar walaupun itu tidak ada hubungannya dengan saya.

    bagaimana caranya agar saya menjadi orang yang lebih baik, santai dan rilex dalam menjalani masalah dalam kehidupan dan bisa menerima apa yang terjadi di sekeliling saya tanpa merasa terganggu.
    trmksh

    • Servo Clinic Says:

      Sebaiknya hal hal yang membuat Anda merasa cemas dan khawatir, harus dicari penyebabnya dan diselesaikan.

      Adapun perasaan egois atau keinginan agar segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan Anda adalah wajar, karena merupakan akibat dari adanya kebutuhan akan rasa nyaman. Bahwasanya hal tersebut menimbulkan konflik dengan pihak lain, juga wajar karena sebagai mahluk sosial kita harus berkompromi dan saling menghargai.

      Yang penting adalah bagaimana kita dapat merespon persoalan dengan cara dan “timing” tepat, serta dengan resiko sosial sekecil mungkin.

      Sebaiknya di terapi !

  3. nadya Says:

    manusia adl jiwa yang rapuh gampang membekas tersinggung sedih jiwa yang rapuh. meninggalkan efek pelampiasan … ajarilah sy bs mjdibu yg penyabar manakala smp hal yang membuat jengkel sy skalipun pak? dalam hatinsanga sayang tp apadaya roh jiwa sy dliputi byk traumatis kejengkelan hidup menyebabkan sy gampang marah kpd anak anak sy …. berharap sybbs mjd org plg sabar didunia ini

    • Servo Clinic Says:

      Sikap sabar adalah sebuah pilihan.

      Jika sampai dengan saat ini mbak Nadya yang telah menjadi seorang ibu saja masih terus mencari jati diri mbak Nadya, apalagi pada anak-anak mbak Nadya yang masih dalam proses pertumbuhan.

      Sebaiknya diterapi !


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 435 pengikut lainnya.