Jati Diri ?

23/10/2008

Jati Diri ?

  1. Tanya : Apa yang dimaksud dengan jati-diri ?
    • Jawab : Jati-diri adalah cetak biru (blueprint) atau identitas diri seseorang yang unik.
  2. Tanya : Mengapa seseorang perlu menemukan jati-dirinya ?
    • Jawab : Seseorang yang telah menemukan jati-dirinya akan tumbuh sempurna sesuai tujuan manusia diciptakan yaitu menjadi khalifah di muka bumi.
  3. Tanya : Apa ciri ciri jati-diri ?
    • Jiwanya tenang, hatinya puas  dan diridhai Tuhan. Lihat Surat Al Fajr (89), ayat 27 dan 28 yang berbunyi “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.”
  4. Kapan seseorang dikatakan telah menemukan jati-dirinya ?
    • Jawab : Saat seseorang telah mampu mengendalikan emosinya (tenang) dan mampu mengendalikan sikap dan perilakunya sehingga mampu membentuk dirinya menjadi seperti yang diinginkan (puas) sekaligus diridhai Tuhan.
  5. Tanya : Apa indikasi kita belum menemukan jati-dirinya ?
    • Jawab : Saat seseorang merasa tidak nyaman dengan dirinya. Biasanya hal tersebut ditandai dengan munculnya perasaan cemas, tegang, takut, gelisah, dsb. Jadi semua perasaan negatif tersebut bukanlah masalah utama itu sendiri melainkan hanya merupakan pertanda (indikator) bahwa kita berada pada “lorong” yang salah. Atau dengan kata lain, seseorang yang masih bisa merasakan ada yang tidak beres dalam dirinya dan ingin berubah mengindikasikan dirinya NORMAL !
  6. Tanya : Mengapa orang yang telah menemukan jati-dirinya dapat membentuk dirinya menjadi seperti yang diinginkan dirinya ?
    • Jawab : Seseorang yang telah menemukan jati-dirinya berarti pula telah mengenal dirinya dan kemampuan dirinya. Dengan demikian ybs. telah mengenal semua dimensi pencapaian yang ada dalam dirinya seperti dimensi waktu, tenaga, jarak, berat, biaya, usaha, dsb. sehingga membuat ybs. menjadi lebih mudah mencapai hasil sesuai dengan yang diinginkan.
  7. Tanya : Hal apa saja yang dapat membantu seseorang menemukan jati-dirinya dengan cepat ?
    • Jawab : Idealnya, kita sejak semula memiliki orang tua, guru dan lingkungan yang dapat mengajarkan tentang bagaimana menjadikan keinginan hanya sebagai alat untuk seseorang menemukan jati-dirinya. Sayangnya kita tidak dapat memilih orang tua, guru ataupun lingkungan seperti itu, karena hal tersebut berada di luar zona kendali kita. Tetapi mengijinkan diri berubah, membaca buku buku motivasi / mengikuti pelatihan manajemen diri, mengambil sesi terapi atau pemrograman diri dimungkinkan karena berada dalam wilayah kendali kita.

Siapa saja yang  mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 389 pengikut lainnya.