Kesaksian Depresi ?

13/03/2012

DISCLAIMER : Kesaksian berikut ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa hasil terapi yang dicapai akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat individu, tergantung dari kesediaan klien untuk berubah dan seberapa cepat akar masalah ditemukan !

Saat ini, berbagai keluhan depresi telah dapat diatasi di S.E.R.V.O® Clinic, Klinik Spesialis Depresi, meliputi depresi yang disebabkan oleh hambatan psikologis atau gangguan emosional seperti putus pacar, perceraian, kehilangan pasangan, kehilangan orang tua, kehilangan buah hati, pasca kecelakaan kerja, pasca tidak naik kelas / tidak lulus, pasca PHK, pasca operasi, pasca melahirkan, pasca kecelakaan, pasca sakit keras, pasca kebakaran, pasca tsunami, pasca gempa bumi, pasca kerusuhan, korban kejahatan, korban perkosaan dsb.

Begitu pula dengan keluhan depresi yang Anda rasakan saat ini, walaupun dulu Anda kira tidak ada solusinya, namun jika diterapi dengan metode terkini, Insya Allah dapat diatasi dengan mudah, sehingga Anda merasa plong dan wow luar biasa.

Berikut di bawah ini kesaksian mereka yang pernah menjalani terapi penyembuhan depresi di  S.E.R.V.O® Clinic dan telah merasakan manfaatnya.

Insya Allah, Andapun dapat merasakannya !

Ingin Bebas Depresi ? KLIK > Alamat, Telpon dan Denah !

10 Responses to “Kesaksian Depresi ?”

  1. SOXXX, Karyawati Says:

    Mama saya sempat mengalami depresi setelah meninggalnya Papa.

    Mama menjadi paranoid bila bertemu orang banyak, selalu berkata yang aneh2 dan mengalami insomnia yang sangat parah sehingga mama saya lama kelamaan menjadi sangat kurus.

    Suatu hari, dikantor saya mendengar dari seorang rekan kerja tentang klinik SERVO dan saya tertarik untuk mencobanya.

    Puji Tuhan, setelah saya bawa mama saya ke klinik SERVO sebanyak 2 kali terjadi perubahan yang sangat drastis pada mama saya. Beliau mulai berani untuk bertemu orang, sudah tidak berkata yang aneh2 lagi dan yang lebih mengembirakan nafsu makannya menjadi pulih dan dapat tidur nyenyak.

    Terimakasih banget buat Pak Isywara.

  2. BS, Karyawan Says:

    Saya BS., 44 tahun, tinggal di Tangerang.

    Sebelumnya saya memiliki banyak peristiwa traumatis, sehingga menyebabkan saya jadi depresi berkepanjangan.

    Namun setelah mengikuti Servotherapy dengan pak Isywara M. sebanyak satu kali dan selanjutnya melakukan sendiri di rumah, banyak perubahan yang saya rasakan.

    Terapi betul betul membuat konsentrasi saya menjadi penuh dan bisa mengeluarkan sejujurnya apa yang menyebabkan saya depresi dan trauma.

    Trims.

  3. YH, Karyawati Says:

    Saya bekerja disebuah perusahaan di Jakarta

    Sebelumnya saya memiliki banyak peristiwa traumatis, sehingga menyebabkan saya jadi depresi.

    Saya mempunyai keluhan fisik dan psikis, diantaranya saya sulit tidur insomnia, saya menjadi sangat kurang percaya diri yg sangat mengganggu diri saya dan keluarga.

    Kebetulan sekali saya bertemu dengan P’ Isywara di kantor, saya ditawari untuk Servo terapi, selanjutnya melakukan sendiri di rumah.

    Banyak perubahan yang saya rasakan. Alhamdulillah hasil yang saya rasakan sekarang adalah perasaan lebih gembira. Saya merasa lebih rileks menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tidak ada lagi beban yang berlebihan yang saya rasakan dan saya lebih mudah tersenyum.

    Thank’s for U Mr. Isywara.

  4. NONA N, Karyawati Says:

    Kebencian hanya akan merusak diri kita dan penyembuh luka adalah memaafkan.

    Itulah pelajaran berharga yang saya dapat dari depresi yang saya derita selama sejak lama. Dari Pak Isywara saya belajar untuk mencintai diri saya dan tidak lagi menyakiti diri sendiri.

    Trauma-trauma masa lampau bisa dilepas satu per satu dan diganti dengan kesadaran yang lebih baik tentang persoalan yang sesungguhnya. Sehingga kualitas hidup saya menjadi lebih baik……

    Trimakasih banyak Pak Is, bantuan Bapak hanya Allah saja yang bisa membalas.

    Terus Maju SERVO !

    Sehingga lebih banyak lagi orang-orang yang terbebaskan dan bisa berkarya dalam kehidupannya….Amiiiiiiien….

  5. NANA, Pengusaha Says:

    Dulu saya merasa tidak ada semangat hidup lagi.

    Jika sudah malam, saya takut menghadapi hari esok, takut menghadapi masalah masalah, jantung suka berdebar, sesak nafas, khawatir yang berlebihan, cemas dan malas beraktifitas.

    Tetapi setelah di Servotherapy benar benar keajaiban timbul. Saya seperti orang baru bangun tidur, semangat yang luar-biasa, hati rasanya plong, tidak khawatir/cemas dan malam saya sudah bisa tidur.

    Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang tegar menghadapi tantangan hidup ini.

    Beribu ucapan terima kasih saya kepada Klinik SERVO dan Bapak Isywara yang telah menyembuhkan saya dari depresi yang saya derita puluhan tahun.

  6. RI, Karyawan Says:

    Keputus-asaan, depresi, cemas, menyesal serta berbagai emosi negatif lainnya (disertai keinginan merusak/melenyapkan diri) adalah perasaan sehari-hari sebelumnya.

    Namun sekarang kembali normal, bahkan dapat dibilang luar biasa karena setelah diaktifkan mekanisme KESUKSESAN pada diri kita melalui Servoterapi maka saya merasa mampu untuk mencapai apa yang diinginkan.

    Dan sebagai kelanjutannya ialah sekarang secara alami saya dapat konsisten terhadap apa yang saya cita-citakan.

    Melalui klinik Servo semoga tercapai yang diharapkan bagi semuanya.

    Terima kasih klinik Servo!

  7. HENDRI, Pengusaha Says:

    Namaku Hendri.

    Saya terlahir sebagai anak ke 3 dari 5 bersaudara yang tumbuh tanpa ibu dari umur 6 tahun karena meninggal.

    Setelah dewasa saya mulai mengalami hal hal yang ganjil dalam diri terutama rasa suka dan orientasi sex sesama jenis. Padahal saya mengalami jatuh cinta pertama kali adalah kepada wanita.

    Rasa itu membuatku tersiksa dan depresi yang berkepanjangan. Saya berjuang sendiri untuk lepas dari masalah ini. Satu kasus dapat saya atasi, muncul lagi kasus yang hampir sama dan berulang kembali.

    Akhirnya sampai disatu titik, saya mencoba bantuan hipnoterapi. Setelah melalui beberapa kali terapi, mulailah sumber masalah terungkap, ternyata emosi masa kecil sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita sekarang ini.

    Saat ini saya sudah memasuki tahap pemantapan diri sebagai manusia yang menyukai lawan jenis. Semua tergantung kepada seberapa besar kemauan kita untuk berubah.

    Saya berharap semua orang dapat berbahagia dan menerima kehidupannya.

  8. AMUN, Guru Says:

    Assalamu’aaikum Wr. Wb

    Awal mula saya datang ke klinik SERVO karena keputus-asaan saya mengalami depresi berkepanjangan (lebih dari 3 tahun).

    Sebelum datang ke klinik ini saya sangat murung, selalu gelisah, cemas, takut/fobia sosial, sulit konsentrasi, bahkan 2x punya keinginan untuk bunuh diri (Na’udzubillahi min dzalik).

    Semua ikhtiar sudah saya jalani. mulai berobat ke terapi ruqyah, orang pintar/dukun, kyai, hypnoterapi, psikolog dan psikiater. Namun upaya mencari kesembuhan belum terlihat. Pada akhirnya saya datang ke Klinik SERVO melalui informasi dari browsing di internet.

    Setelah melalui terapi dapat di ketemukan akar masalah yang sebenarnya. Masalah itu tidak lain terkait dengan pengalaman / kejadian traumatis diwaktu kecil. Trauma masa kecil disebabkan pola asuh ortu yang masih belum baik. Mereka cenderung menghukum secara fisik atau kata-kata kasar, akibatnya rasa marah kpd ortu dialihkan menjadi sifat sombong dan angkuh serta meremehkan orang lain.

    Hingga suatu saat saya menghina dan melecehkan orang dan semua anggota “gangk”nya. Akibatnya mereka sakit hati dan membawa saya disebuah rumah kosong. Di situlah penggeroyokan dengan ancaman, intimidasi, penghinaan, bahkan akan dibunuh dengan golok dan dibakar dengan minyak tanah. Waktu itu saya tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak pernah menyangka sebegitu kejamnya perlakuan mereka hingga saya sangat syok.

    Setelah kejadian itu, saya merasakan perubahan pada diri saya secara fisiologis dan emosi. Saya sering mengeluarkan keringat dingin, badan terasa lemah, malas dan takut komunikasi dengan orang lain, namun karena tuntutan belajar saya berusaha melawan kondisi ini sampai saya kuliah.

    Ternyata ketika kuliah efek trauma masih berpengaruh terhadap sikap saya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Sikap sombong dan angkuh serta sulit menjalin hubungan harmonis dengan orang lain menyebabkan saya banyak dibenci oleh teman bahkan dosen. Cara bergaul saya cenderung kasar dan defensif.

    Saya sering mau di keroyok waktu pertandingan sepak bola antar angkatan mahasiswa karena kekerasan dalam permainan hingga menyebabkan lawan main terluka serius, bahkan saya sempat dibenci oleh TIM Dosen Kewirusahaan karena memprovokasi agar teman-teman “mendemo” kualitas mata kuliah ini yang kurang memuaskan bagi kami. Saya waktu itu sangat senang dalam berorganisasi sperti HMJ dan BEM, bahkan menjalankan bisnis percetakan.

    Sampe pada suatu waktu, saat saya semester 7, tiba-tiba tubuh sangat lemas dan mau pingsan saat di perpustakaan kampus PTN di Surabaya. Rasa lemas dan mau pingsan itu terus berlangsung hingga beberapa hari. Hasil tes di rumah sakit menunjukkan bahwa jantung, gula darah, Hb, Tekanan darah, Paru-paru dll normal. Hasil ini menyebabkan kebingungan pada diri saya dan keluarga, hingga pada suatu saat karena kebuntuan jalan saya menerima tawaran teman untuk diruqyah oleh seorang Ustadz Sidoarjo secara masal di masjid kawasan Margorejo Surabaya.

    Anehnya banyak orang yang teriak seperti kesurupan termasuk saya, bahkan saya paling parah reaksinya diantara mereka sampe ustadznya membawa saya ke rumahnya untuk penuntasan terapi, hasilnya saya makin tidak terkendali secara emosi. Ikhtiar lain terus saya dan keluarga upayakan hingga tidak sedikit jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk sembuh dari sakit ini.

    Tapi saat itu anehnya saya masih bisa melawan depresi sebisanya. Buktinya saya mash diterima mengajar disebuah lembaga pendidikan Islam ternama di Siodoarjo bahkan menjabat kepala lab IPA, namun efek depresi memang tidak bisa disembunyikan. Teman guru dan muridpun banyak membicarakan keanehan pada diri saya.

    Akhirnya setelah setahun saya mengundurkan diri dan pulang ke kampung halaman di Cilacap. Saya terus berusaha melawan depresi dengan sekuat tenaga, sehingga saya diterima mengajar di SMP untuk mapel IPA dan langsung diangkat menjadi guru BP hanya dalam kurun waktu 2 bulan, namun sekali lagi efek depresi terus menghambat langkah dan karir saya.

    Saat saya mengajar di sekolah tersebut, saya juga di jodohkan dengan keponakan Kepala Sekolah yang cantik dan saya sangat mencintainya hingga bertunangan, namun mimpi indah ini berakhir dengan keputusannya untuk membatalkan rencana pernikahan karena akhirnya penyakit saya “kumat” seperti waktu diruqyah, mereka menganggap saya sudah tidak waras lagi dan gak pantas menikahi gadis itu. Sungguh sakit hati yang sangat dalam, sehingga saya memutuskan untuk mundur dari sekolah karena malu.

    Beruntung saya menemukan seorang wanita yang mau menerima kondisi saya apa adanya meskipun dia tak seindah impianku. Setelah rentetan kejadian memilukan inilah saya bertemu dan diterapi oleh Pak Isy di Klinik SERVO. Melalui terapi langsung dan jarak jauh secara kontinyu dan sabar, lambat laun saya bisa keluar dari lingkaran setan depresi.

    Saat saya menulis kisah ini istri saya sedang hamil 7 bulan. Saya juga punya murid mengaji 12 anak, kadang saya juga di percaya membawakan acara pengajian akbar di lingkungan tempat saya tinggal. Saya juga sering diminta bantuan oleh tetangga termasuk yang terakhir kali saat tetangga kecelakaan dan harus berurusan dengan kepolisian. Alhamduliilah saya bisa membantunya hingga tuntas.

    Kisah saya ini saya tulis untuk menjadi pelajaran, baik bagi diri saya pribadi maupun pembaca. Ingatlah bahwa Alloh melarang hamba Nya berputus asa dari rahmat Nya. Saat kita terjatuh, masih ada kesempatan untuk bangkit dan maju hingga kita menjadi insan yang bermanfaat dan bermartabat.

    Demikian kisah ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika terdapat kekurangan.
    Terima kasih Alloh, terima kasih Pak Isy dan terima kasih semuanya.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

  9. ARMAN BUDIYANTO, Wiraswastawan Says:

    Assalamualaikum wr.wb.

    Saya benar2 kesel dengan perilaku adik saya yg mengganggu kenyamanan tidur saya.

    Hal sepele itu saya pikirkan berlarut2, sampai akhirnya saya cemas, depresi. Kalau sudah begitu otak dan dada saya menjadi sakit, panas, dan nyeri, keringat panas dingin mengucur deras di sekujur tubuh, makan pun tidak nafsu.

    Kalau sudah demikian saya tidak bisa beraktifitas, saya rugi semuanya.. tidak ada pemasukan. Saya takut pada saat tidur malam hari, adik saya itu berisik lagi dengan menyetel bass speaker active-nya. Kalau di bilangin pasti terjadi keributan dan saya menghindari itu.

    Ada rasa ketidak puasan terhadap diri saya, dan itu membuat saya seperti orang gila, krn ada keinginan yg ngga tersalurkan, pikiran menjadi buntu, ngga percaya diri. Perasaan geregetan dan kesal terhadap adik saya itu ngga pernah hilang. Ada obsesi yang harus saya dapatkan saat itu juga, adik saya hrs menghentikan kegiatan yang mengganggu saat itu juga.

    Beruntung sekali saya mencoba terapi dg pak Isywara Mahendratto, pertama saya kurang percaya akan hasilnya, tapi setelah keesokan harinya, hasilnya benar2 saya alami. Saya bisa menerima semua kondisi yang ada dan rasa ego yg tinggi sudah berkurang.

    Insya Alloh saya bisa menjadi orang yg ikhlas dan sabar jika menemukan sesuatu yg kurang berkenan di hati saya.

    Terima kasih pak Isywara, semoga Bapak dan keluarganya diberikan keberkahan dan rahmat dari Alloh SWT. Amien.

  10. DINDA, Psikolog Says:

    Saya datang ke Servo Clinic pada saat sudah berpisah dari pernikahan yang pertama.

    Saat itu saya mengalami ketakutan, depresi dan trauma pernikahan. Waktu itu saya sudah kehilangan pekerjaan. Saya di terapi servo oleh Pak Is untuk mengembalikan kepercayaan diri saya dan terbebas dari rasa takut & depresi. Kemudian saya dapat bekerja lagi seperti sebelumnya dan menikah lagi.

    Setelah menikah dan mengalami keguguran saat usia kandungan 3 bulan, episode tersebut berulang lagi. Saya seperti tidak berdaya, depresi, tidak percaya diri dan mengalami gangguan komunikasi dengan suami. Kemudian saya datang kembali ke Servo Clinic dan diterapi oleh Pak Is.

    Ternyata saya mengalami pola berulang yang disebabkan oleh kekecewaan terhadap perkawinan kedua orang tua saya. Sejak kecil saya sering mengalami dan mendapati pertengkaran diantara kedua orang tua. Bapak saya sering selingkuh dan Ibu sering menangis di rumah.

    Pengalaman traumatis sejak kecil, setelah saya mendapati Ibu saya melabrak dan memukuli WIL bapak saya. Saya selalu ingin pergi dari rumah, bahkan ketika ada kesempatan untuk pilihan kuliah keluar kota, saya ambil. Saya berhasil menyelesaikan kuliah S1 & S2 selama 6,5 tahun di xxxxxxxxxx. Kemudian saya kembali ke Jakarta untuk bekerja. Ternyata keadaan mereka tidak berubah.

    Sebagai anak pertama, saya merasa seperti terbawa-bawa beban mereka, saya takut kehidupan perkawinan saya seperti yang terjadi dengan mereka. Saya sering ketakutan apabila ada orang yang bertengkar dan marah-marah. Saya takut berinteraksi dengan orang lain dan tidak percaya diri, sering gelisah dan serba salah.

    Setelah di Servo saya menyadari bahwa apa yang terjadi dengan mereka itu adalah diluar lingkaran pengaruh saya. Sekarang saya merasa tidak perlu terbawa dan menghabiskan emosi saya atas situasi tersebut. Saya sudah memaafkan Bapak & Ibu saya atas kekurangan dan keterbatasan mereka sebagai orang tua. Saya tidak perlu menyesali dan sudah mengikhlaskan terhadap apa yang sudah terjadi dikeluarga.

    Mulai sekarang, Saya memilih fokus membina keluarga kecil bersama suami yang mencintai saya dan saya sayangi. Bekerja dan berguna untuk orang lain, membantu adik-adik untuk sukses dan mendapatkan jalan kehidupan mereka masing-masing. Saat ini saya adalah pribadi yang lebih bersemangat, optimis, percaya diri, tangguh, dan bahagia.

    Terima kasih kepada Pak Is yang sudah membantu saya mengatasi permasalahan saya. Salam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 396 pengikut lainnya.