Fobia Belajar / Sekolah ?
02/02/2012
Tentunya kita semua tau bahwa saat ini, kesadaran para orang tua menyekolahkan anak, terutama di perkotaan sudah sangat tinggi.
Namun kesadaran akan pentingnya sekolah saja tidak cukup. Selain harus menyediakan sarana dan biaya pendidikan yang diperlukan, orang tua dituntut pula memiliki kemampuan menyampaikan “pesan” bahwa belajar bukanlah merupakan kepentingan orang-tua ataupun guru, melainkan kepentingan ybs. sendiri.
Masih ada orang-tua yang terjebak pada pemikiran bahwa sekolah adalah “tujuan”, sehingga saat menemukan sang anak tidak kooperatif dalam kegiatan yang berhubungan dengan sekolah, misal anak yang selalu bangun kesiangan, anak yang malas mengerjakan PR / belajar dsb., langsung disimpulkan bahwa sang anak pemalas, sang anak bodoh, sang anak bandel dsb. sehingga layak untuk dimarahi, dihukum bahkan ada yang dibentak, dicubit ataupun dipukul.
Akibatnya tanpa kita sadari, kita menyampaikan pesan “tersembunyi” pada si anak bahwa sekolah adalah aktifitas yang penuh penderitaan, sekolah membuat dirinya tidak disayang orang tua, sekolah membuat dirinya cemas, atau sekolah adalah sumber masalah. Hal tersebut dapat semakin diperparah jika pihak guru / sekolah hanya sekedar mengajar, bukan mendidik.
Tidak usah heran jika hal tersebut dikemudian hari dapat berkembang semakin buruk menjadi fobia belajar, bolos sekolah, fobia sekolah dan akhirnya mogok sekolah.
Sudahkah kita mencari tau apa yang menjadi penyebab ia malas belajar atau malas ke sekolah ? Apakah ia enggan belajar karena takut sendirian di kamar, apakah ia tidak mengerti pelajaran tertentu, apakah ia bingung untuk apa ia belajar, apakah ia pernah diejek teman, apakah ia pernah dimarahi guru, apakah ia pernah dihukum pihak sekolah karena terlambat, apakah ia pernah dipalak atau diancam temannya ?
Dengan kata lain, banyak hal yang mungkin menjadi penyebab mengapa si anak enggan belajar atau kesekolah sebelum kita sampai pada kesimpulan yang “lebay” sehingga merasa si anak layak untuk di hukum.
Padahal masih banyak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menyampaikan “pesan” bahwa belajar adalah sebuah aktifitas yang menyenangkan, sekaligus merupakan aktifitas yang penting bagi masa depan seperti menambah jumlah teman yang dapat ia pengaruhi, meningkatkan keberanian melakukan hal yang baru, menambah koleksi pengalaman yang menyenangkan, membuka peluang ke luar negeri, menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dapat ia bagikan ke orang lain, kelak memudahkan dirinya bekerja, memungkinkan keinginan pribadinya terwujud dsb.
Jika si anak bukanlah tipe yang dapat di iming imingi, paling tidak kita bisa mengajarkan dirinya tentang keberanian menerima atau mengelola resiko jauh jauh hari sebelum si anak memutuskan untuk tidak belajar, tidak masuk sekolah, ingin begadang/bangun kesiangan dsb.
Misal, katakan kepada si anak bahwa kalau nanti nilai pelajarannya jelek, kamu tidak usah sedih ataupun malu pada teman lainnya, karena hal tersebut merupakan “resiko” karena tidak belajar dan jika ingin nilainya bagus kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan sejak sekarang. Kalau terlambat, kamu tidak usah takut/malu jika di hukum sekolah, karena hal tersebut merupakan “resiko” melanggar peraturan sekolah dan jika kamu tidak ingin dihukum, kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan sejak sekarang. Kalau kamu tidak naik kelas, kamu tidak usah malu jika pada tahun berikutnya harus sebangku dengan adik kelas, karena hal tersebut merupakan “resiko” nilai pelajaran kamu yang buruk dan jika tidak ingin tinggal kelas, kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan sejak sekarang.
Dengan demikian tanpa disadari, tumbuh dorongan bahwa belajar ataupun sekolah adalah demi kepentingan dirinya, bukan kepentingan orang tua.
Ingin bebas fobia belajar ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Tidak Pernah Puas ?
11/01/2012
Pernahkah Anda dibingungkan oleh dua buah kalimat wisdom yang terdengar sama bijaknya, namun pikiran Anda mengatakan keduanya memiliki makna yang bertentangan.
Misal kalimat “Jangan cepat berpuas diri” dibandingkan dengan kalimat “Kita harus selalu bersyukur atas apapun hasil yang Allah Swt. berikan kepada kita” atau kalimat “Kita harus menjadi diri sendiri” dengan kalimat “Kita harus dapat bersikap luwes / fleksibel”, dsb.
Lalu nilai kebijakan seperti apa yang sebaiknya kita pilih ?
Namun sebelum kita membuat pilihan, sadarkah kita bahwa kedua kalimat yang seolah bertentangan tersebut, sebetulnya memiliki konteks / penerapan yang berbeda.
Pengertian “Jangan cepat berpuas diri” lebih ditekankan pada tentang bagaimana kita memperluas ikhtiar, menemukan cara dan semua upaya penyempurnaan yang sepenuhnya berada dalam zona kendali kita.
Sedang kalimat “Harus selalu bersyukur” lebih ditekankan pada tentang bagaimana kita menghargai jerih payah kita, berterima kasih atas pemeliharaan Allah Swt terhadap semua hal yang berada diluar zona kendali kita.
Dengan demikian “Jangan cepat berpuas diri” tidak berarti memiliki makna yang sama dengan “Tidak pernah bersyukur” atau “Kita harus menjadi diri sendiri” tidak berarti memiliki makna yang sama dengan “Menjadi pribadi yang egois”.
Atau jika disempurnakan, maka kalimat wisdomnya berubah menjadi bertambah panjang yaitu “Jangan cepat berpuas diri dalam upaya memperluas zona kendali dan selalu berterima kasih kepada Allah Swt. dan kepada diri sendiri atas apapun hasil yang telah diraih.”
Ingin selalu bersyukur ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Trauma Pasca Gempa ?
13/10/2011
Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang paling beresiko terkena gempa dan tsunami di seluruh dunia ?
Titik gempa di Indonesia mencapai 129 titik dan ini merupakan yang terbanyak di dunia. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia yang terletak diantara tiga lempeng tektonik dunia serta merupakan jalur cincin gunung api teraktif di dunia.
Ini tentu saja berpotensi membuat persentase rakyat Indonesia yang mengalami trauma akibat gempa ataupun tsunami juga besar dan jika tidak diantisipasi oleh pemerintah maka dalam jangka panjang dapat menimbulkan fobia ataupun takut terhadap gempa.
Diharapkan, paling tidak pemerintah melakukan kampanye “sadar gempa” dan dampaknya agar penduduk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk saat terjadi gempa serta memahami akibatnya dalam jangka panjang.
Dengan demikian apabila dikemudian hari ditemukan adanya perubahan perilaku dari salah satu anggota keluarga dengan ciri ciri mudah cemas, gampang gugup, berdebar debar, panik saat merasakan getaran truk lewat, takut ketinggian, takut guncangan, takut kejatuhan benda, segera disadari adanya kemungkinan fobia gempa.
Pada kasus yang berat, cukup dengan melihat gambar akibat gempa ataupun mendengar berita akibat gempa sudah cukup membuat ybs. sangat cemas dan panik. Akibatnya korban cenderung traumatis, merasa tidak berdaya, menarik diri, mudah emosi dan berfikiran negatif.
Adapun tujuan sosialisasi agar korban tidak malah dijadikan bahan tertawaan atau dituduh terlalu berlebihan /mengada ada oleh lingkungan sekitarnya, karena bagi korban, hal tersebut betul-betul sangat menakutkan.
Di sisi lain korban dapat dicarikan bantuan pada kesempatan pertama, karena jika tidak, dapat mempengaruhi produktifitas dan kehidupan sosial ybs. sehari hari.
Ingin bebas fobia gempa ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Takut Bawa Mobil ?
12/10/2011
Apakah Anda merasa takut membawa mobil ?
Jika ya, berarti Anda mengalami fobia bawa mobil atau yang biasa di kenal dengan istilah Amaxophobia.
Penyebabnya dapat bermacam macam seperti pernah mengalami kecelakaan mobil, atau pernah menabrak saat belajar mobil atau kapok dimarahi orang tua gara gara nyolong-nyolong belajar mobil dsb.
Akibatnya emosi Anda terkunci pada peristiwa buruk tersebut dan timbul ketakutan yang tidak wajar saat Anda mengendarai mobil, sekalipun Anda diyakinkan dapat melakukannya.
Ada yang merasa sulit mengontrol gerakan setir, ada yang merasa mobil yang di depannya tiba tiba berubah menjadi sangat besar, suara klaksonnya menjadi sangat keras, ketakutan menabrak kendaraan yang ada didepannya dan kendaraan yang berseliweran disampingnya seolah hendak menyerempet ?
Hal ini tentu saja sangat mengganggu mobilitas, produktifitas maupun kehidupan sosial Anda. Apalagi keterampilan mengendarai mobil, saat ini sudah berubah menjadi kebutuhan primer, seiring dengan peningkatan karir dan pendapatan Anda.
Bagaimana jika saat ini telah ada terapi yang dapat membantu Anda menghilangkan rasa takut mengendarai mobil dan hampir tanpa usaha yang keras untuk melawannya, mau ?
Ingin Berani Bawa Mobil ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Minder karena “Muka Ndeso” ?
12/10/2011
Tidak ada yang lebih menyakitkan dan menyedihkan saat penampilan fisik kita dibicarakan oleh teman, orang lain apalagi lawan jenis.
Entah itu dari sudut ukuran seperti pendek, cebol, mini, kurus, gemuk dsb. atau dari penampilan misal rambut kribo, landak, ireng, dsb. atau yang berhubungan dengan kekurangan fisik seperti juling, pincang, muka ndeso dsb.
Namun sebenarnya kita tidak memiliki alasan untuk bersedih, marah, sakit hati apalagi menyalahkan diri sendiri karena kebanyakan orang mengerti dan memahami bahwa hal tersebut bukanlah keinginan kita.
Kalaupun ada orang yang bersikap negatif terhadap penampilan fisik kita, paling hanya dilakukan oleh segelintir orang “bodoh” yang ada disekitar kita. Bukankah menghina fisik kita, sama saja dengan menghina sang Pencipta ?
Itu sebabnya jika kita keliru dalam mensikapi hal tersebut, sama saja kita tidak bersyukur pada sang Pencipta. Bukankah Allah Swt. tidak menciptakan seseorang hanya fisik semata, melainkan juga hati, kecerdasan dsb. ? Disisi lain perasaan benci pada kondisi fisik dapat membuat kita jadi semakin tidak percaya diri / minder.
Tidak usah jauh jauh mencari bukti, buka mata kita dan lihat orang orang disekitar kita. Berapa banyak “muka ndeso” yang memiliki pasangan cantik / ngganteng ? Berapa banyak orang yang memiliki keterbatasan fisik justru memiliki pencapaian dan rejeki yang lebih baik dari orang dengan fisik normal ?
Bayangkan apakah seorang Albert Einstein, Onnasis, Oprah Winfrey, Stevie Wonder, Hellen Keller akan menjadi seterkenal sekarang, jika sejak awal mereka menyerah pada keterbatasan fisiknya atau seorang Tukul yang minder dengan “muka ndeso” nya.
Untuk ini, dengan ataupun tanpa bantuan profesional, temukan dan aktifkan potensi diri kita.
Ingin Semakin Percaya Diri ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Agar Tetap Cantik dan Menarik ?
12/10/2011
Topik yang banyak dirisaukan para wanita adalah masalah kecantikan.
Hal tersebut diketahui dari istilah yang paling sering dicari /paling banyak digunakan pada mesin pencari Google seperti awet muda, tips awet muda, cara awet muda, rahasia awet muda, agar awet muda, awet muda alami, wajah awet muda, cara agar awet muda, tips agar awet muda, dsb.
Bahkan untuk mencapai tujuan tersebut, tidak sedikit yang menghubungkannya dengan mitos bahwa sperma dapat membuat awet muda. Ada pula yang bersedia menempuh cara yang agak beresiko yaitu suntik awet muda.
Hal tersebut dapat dimengerti jika kebanyakan wanita ingin tetap disayang pasangannya, tetap menjadi pusat perhatian pasangannya dan cara yang paling mungkin dan kongkrit adalah dengan tetap menjaga penampilan fisiknya (masih perlu diteliti lebih lanjut).
Para wanita betul bahwa masalah tsb. dapat diatasi dengan mengenakan pakaian yang bagus, asesories bermerek ataupun kosmetika yang mahal, namun tahukah Anda bahwa hal yang paling paling menarik bagi kaum pria dari seorang wanita adalah kepribadiannya ?
Tahukah Anda bahwa penyebab yang paling “boros” menggerogoti kecantikan seorang wanita adalah stres, tidak percaya diri, insomnia, takut menjadi tua, rasa sedih, marah dsb.
Kebanyakan pria cukup realistis untuk menerima kenyataan bahwa pasangannya menjadi semakin tua, namun kebanyakan pria tidak rela jika pasangannya berubah menjadi semakin tidak percaya diri karena tidak ada lagi hal unik yang dapat membuatnya tertarik.
Jadi keliru jika hal unik tersebut diterjemahkan hanya sebagai kecantikan fisik semata, kecuali jika hanya kecantikan yang menjadi satu satunya keunikan dan andalan Anda.
Apalagi definisi cantik bagi pria masa kini telah berubah menjadi “smart is sexy” yang artinya kira kira smart sebagai seorang ibu, smart sebagai seorang kepala rumah tangga, smart sebagai seorang ipar/menantu, smart sebagai seorang istri, smart sebagai seorang kekasih (baca : smart di tempat tidur).
Untuk ini, agar Anda tetap cantik dan menarik diusianya, pastikan diri Anda terbebas dari segala bentuk hambatan pribadi yang dapat membuat pasangan Anda kehilangan selera.
Ingin Tetap Cantik dan Menarik ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/





