Takut Sakit Saat Berhubungan Seksual ?
07/10/2011
Apakah pasangan Anda terlihat tegang, pucat, gugup, gelisah, tidak santai saat berhubungan seksual, padahal Anda berdua tidak sedang bertengkar dan tidak sedang terburu-buru ?
Tanyakan bagaimana dengan perasaannya setiap-kali berhubungan seks, apakah ia selalu merasa siap ? Apakah hubungan seksual sebelum-sebelumnya dapat ia nikmati, atau malah sebaliknya, timbul perasaan takut sakit atau nyeri saat berhubungan seks ?
Jika iya, dan apabila tidak ditemukan alasan medis untuk rasa sakitnya, kemungkinan pasangan Anda mengalami apa yang disebut dengan dyspareunia yaitu rasa nyeri atau sakit saat melakukan hubungan seksual.
Dispareunia jarang di jumpai pada pria, namun lebih sering terjadi pada perempuan yaitu sekitar 10% – 15% dari seluruh perempuan (Hawton, 1995; Rosen dan Leiblum, 1995).
Glatt, Zinner dan McCormack (1990) melaporkan bahwa banyak perempuan mengalami rasa nyeri selama berhubungan seksual, namun tidak berusaha untuk mengatasinya, karena rasa sakitnya masih dapat ditanggung.
Masalah yang lebih sering terjadi justru vaginismus, dimana otot otot pelvis di sepertiga luar vagina mengalami kejang urat (spasme) diluar kehendak, saat berhubungan seksual (Bancroft, 1997; Leiblum, 2000).
Akibatnya segala bentuk penetrasi apapun termasuk pemeriksaan ginekologis tidak dapat dilakukan. Dilaporkan adanya sensasi seperti “teriris, terbakar atau tersobek saat mencoba berhubungan seksual. (Beck, 1993).
Padahal aktifitas seksual dalam suatu perkawinan merupakan aktifitas yang sangat penting dan menyenangkan bagi keduanya karena dapat semakin menyatukan pikiran dan perasaan suami istri.
Bagaimana jika saat ini telah ada terapi yang dapat membantu menghilangkan Dispareunia ataupun Vaginismus sehingga aktifitas seksual menjadi lebih dapat dinikmati, mau ?
Ingin Bebas Dispareunia atau Vaginismus ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Pengaruh Obat Obatan pada Seksualitas ?
07/10/2011
Saat usia kita bertambah lanjut, kemungkinan penggunaan obat-obatan akan lebih tinggi. Pada saat yang sama respon seksual menjadi lebih rapuh dan mudah terganggu oleh efek samping obat.
Walau tidak semua, kebanyakan obat obatan yang diberikan kepada manula memiliki pengaruh negatif terhadap seksualitas. Efek samping sebagian obat adalah hilangnya atau menurunnya gairah, hilangnya responsifitas rangsangan, tidak mampu ereksi, ejakulasi dini atau ketidak mampuan mencapai orgasme.
Seorang pria tengah baya misalnya, dengan kemampuan ereksi yang agak terganggu oleh proses ketuaan, mungkin sama sekali tidak dapat mencapai ereksi, saat mulai menggunakan suatu obat.
Jika perubahan pola gairah dan respon terjadi saat Anda mulai menggunakan obat obatan, kemungkinan obat-obatan tsb. sebagai penyebabnya.
Hal tsb. semakin dipersulit saat tidak adanya informasi tentang obat spesifik dan pengaruhnya terhadap seksualitas. Kadang kadang, obat telah dipasarkan, sebelum efek sampingnya dapat dibuktikan.
Apalagi jika pasien dan dokter sama sama merasa malu untuk membicarakan masalah. Pada sebagian kasus, kombinasi obat, atau alkohol dan obat, dapat menyebabkan masalah seksual.
Obat dapat mengganggu fungsi seksual pada setiap usia, tetapi statistik menyatakan bahwa keadaan ini lebih sering terjadi ada usia lanjut.
Sering pembuat obat hanya menuliskan gangguan ereksi dalam daftar efek samping obat dan tidak menuliskan efek sampingnya terhadap seksualitas wanita.
Ini tidak berarti obat tsb. tidak menimbulkan efek samping pada wanita, melainkan lebih karena tidak diuji pada wanita.
Sumber : Joel D. Block, Ph.D., Secrets of Better Sex, 1997.
Ingin Bebas Impotensi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Mengatasi Lemah Syahwat atau Impotensi ?
06/10/2011
Impotensi atau lemah syahwat adalah ketidak mampuan penis untuk mencapai atau mempertahankan ereksi sehingga aktifitas seksual tidak dapat dilakukan.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh gangguan fisiologis maupun psikis.
Cara paling mudah untuk membedakan apakah impotensi lebih disebabkan oleh gangguan psikologis atau fisiologis adalah dengan menandai apakah ybs. pernah mengalami ereksi. Jika pernah, kemungkinan besar lebih bersifat psikologis.
Gangguan impotensi psikis dapat disebabkan banyak hal antara lain :
- pemahaman seks yang keliru, misal mitos bahwa onani dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau ejakulasi dini
- perasaan bersalah pada pasangan, misal melakukan petualangan seks atau selingkuh
- perasaan berdosa karena melanggar perintah agama, misal berzina
- trauma psikis, misal akibat pelecehan seksual atau operasi besar
- pengalaman buruk saat berhubungan seks, misal panik saat pertama kali berhubungan seks, “mogok” ereksi saat benar benar ingin, diejek pasangan seks. Padahal sesekali “mogok” bekerja adalah wajar, terutama jika disebabkan oleh stres pekerjaan, kelelahan atau kurang tidur.
Akibatnya, dikemudian hari timbul perasaan ragu, malu, cemas, takut gagal, tidak percaya diri dsb. dan jika peristiwa tsb. terus berulang, dapat menyebabkan emosi ybs. terkunci dan selalu mundur (regresi) pada peristiwa tsb. sehingga impotensi menjadi relatif permanen.
Bagaimana jika saat ini telah ada terapi yang dapat membantu menghilangkan hambatan emosi tsb., tanpa harus membuat Anda merasa kehilangan kendali atas rasa nyaman Anda, mau ?
Ingin Bebas Impotensi ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Cemburu Berlebihan pada Suami ?
05/10/2011
Cemburu pada takaran yang tepat, dapat membuat perkawinan menjadi lebih bergairah.
Namun rasa cemburu yang berlebihan, tidak hanya membuat suasana hati pasangan jadi terganggu, tetapi juga dapat membuat dirinya kehilangan selera pada Anda.
Bagaimana tidak, jika waktu produktifnya harus tersita untuk menjawab pertanyaan tidak penting seperti “lagi di mana dan sama siapa ?”, padahal jika memang berniat selingkuh, tentunya sangat mudah bagi dirinya untuk mengelabui Anda.
Begitu pula dengan kehidupan sosial dirinya jadi terganggu karena harus merubah jati-dirinya dari yang semula disukai banyak orang, menjadi badut zombie demi menjaga perasaan Anda.
Akibatnya, diri Anda tidak lagi menjadi sumber kegembiraan bagi dirinya melainkan seperti seorang polisi yang selalu mengawasi dan siap menghukum dirinya, namun dengan bukti yang belum tentu benar.
Cepat atau lambat, terdapat dua kemungkinan yang dapat terjadi, ia menjadi marah karena merasa tidak dipercaya oleh Anda atau diam-diam mewujudkan prasangka buruk Anda. Apakah perkawinan “horor” seperti ini yang Anda inginkan ?
Untuk ini sebelum semuanya jadi terlambat, pastikan diri Anda menghilangkan kebiasaan curiga yang tidak beralasan, dengan ataupun tanpa bantuan profesional.
Bagaimana jika saat ini telah ada terapi yang dapat membantu menghilangkan rasa curiga Anda, tanpa harus membuat Anda merasa kehilangan kendali atas rasa nyaman Anda, mau ?
Ingin Bebas Cemburu ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Kehilangan Kepercayaan pada Suami ?
05/10/2011
Bisa jadi dugaan selingkuh ataupun peristiwa selingkuh sudah lama terjadi.
Bisa jadi pula suami Anda telah menyadari kekeliruannya, sudah meminta ma’af pada Anda dan telah membuktikannya dalam kehidupan sehari hari bahwa dirinya sudah berubah.
Namun entah mengapa, Anda sangat sulit untuk memaafkannya, walau Anda sangat ingin. Bayang bayang suami sedang berkhianat seolah terus mengikuti Anda dan yang lebih parah lagi, gairah Anda untuk berhubungan seksual jadi hilang sama sekali.
Jika demikian, hampir dipastikan Anda telah kehilangan kepercayaan pada Suami. Hal tsb. disebabkan emosi Anda telah terkunci pada peristiwa yang membuat Anda sakit hati karena merasa telah dikhianati.
Di sisi lain, karena pertimbangan anak, keluarga, melaksanakan keyakinan ataupun alasan pribadi lainnya, membuat Anda masih terus mempertahankan perkawinan.
Akibatnya kehidupan perkawinan Anda menjadi terganggu, berjarak dan seolah sedang berhadapan dengan orang asing, tidak seperti sedang berhadapan dengan kekasih yang dulu membuat Anda bersedia untuk dinikahi.
Anda jadi sangat sensitif, gampang curiga, tegang, gelisah, mudah masuk angin dan tidak jarang disertai migrain karena suami yang dulu menjadi sumber nyaman bagi diri Anda, sekarang telah berubah menjadi sumber stres bagi Anda. Apakah situasi “benci tapi rindu” ini yang menjadi tujuan Anda menikah ?
Untuk ini dengan ataupun tanpa bantuan profesional, hambatan emosi ini sebaiknya dihilangkan pada kesempatan pertama, karena beresiko pada kesehatan emosi Anda, buah hati Anda maupun kelangsungan perkawinan Anda.
Bagaimana jika saat ini telah ada terapi yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit hati Anda pada suami, tanpa harus membuat Anda merasa kehilangan kendali atas rasa nyaman Anda, mau ?
Ingin Kembali Harmonis ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/
Pijat Erotis ?
04/10/2011
Pijat erotis adalah stimulasi taktis dalam bentuk sentuhan, belaian, pijatan, rabaan.
Berbeda dengan pijat biasa, yang bertujuan mengendurkan otot yang kaku dan menurunkan ketegangan tubuh, tujuan pijat erotis memberikan kenikmatan sensual dan seksual.
Secara praktis, semua hubungan seksual dapat diperbaiki jika pasangan meluangkan waktu untuk memberikan pijat erotis. Selain itu, cara ini berguna dalam membantu pasangan yang mengalami kesulitan seksual saat melakukan kontak fisik.
Sentuhan yang tidak menuntut merupakan bagian dari terapi seks standar yang sangat dianjurkan karena manusia sesungguhnya memiliki rasa lapar akan sentuhan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang tidak disentuh akan menderita gangguan emosional. Pada orang dewasa, kebutuhan akan sentuhan, intensitasnya bervariasi satu sama lain dan dari orang yang sama pada waktu yang berbeda.
Pasangan yang jarang melakukan kontak fisik berada dalam bahaya kehilangan ikatan emosional mereka dan jika berlangsung pada waktu yang lama berpotensi menyebabkan hilangnya gairah seksual.
Sumber : Joel D. Block, Ph.D., Secrets of Better Sex, 1997.
Ingin Kembali Bergairah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/





