Seorang “Pencari Solusi” berbeda dengan seorang “Pencari Dukungan” !.
Seorang “Pencari Solusi” :
- dengan ataupun tanpa bantuan terapis berusaha menemukan akar masalah seperti melalui perenungan, baca buku, bertanya pada yang berpengalaman, mengikuti pelatihan, sesi konsultasi ataupun terapi
- tidak butuh untuk difahami, dimaklumi, apalagi dikasihani
- percaya bahwa “perubahan” harus dimulai dari dirinya sendiri, bukan dari orang lain.
Sementara seorang “Pencari Dukungan” :
- hanya mencari “perhatian” bukan “solusi”
- cenderung lari dari masalah dan mudah menyerah.
- menjadikan curhat atau mengeluh sebagai “candu” yang menyenangkan.
- adalah seorang “penikmat penderitaan” yang senantiasa mencari pembenaran atas kekurangan dirinya dan berharap bebas dari tanggung jawab pribadinya
- suka pada ketidak berdayaan dan suka menjadi pecundang.
- hanya butuh pendengar yang bersedia mendengarkan keluhannya.
Apakah Anda seorang “pencari solusi” dan ingin mengkonsultasikan masalah Anda ? Silahkan langsung ke masing masing topik yang sesuai (agar lebih mengenai sasaran). Gunakan fasilitas “cari” dibagian kanan halaman ini.
Informasi lebih jauh lihat dan pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai S.E.R.V.O™ Clinic, Lihat FAQs
Apakah Anda ingin memberikan Kritik dan Saran ? KLIK > Kritik dan Saran
Pengasuh
Catatan :
- S.E.R.V.O Konsultasi hanya diperuntukkan bagi “pencari solusi” bukan “pencari dukungan”
- Mohon ma’af, bagi para penikmat penderitaan, tidak dapat kami tanggapi.
- Bebas menggunakan Nama, alamat Email ataupun alamat URL samaran.
Ingin Cepat Berubah ? KLIK > Alamat ?






01/03/2007 at 11:28
Pak, saya seorang mahasiswa, merasa amat sangat salah jurusan sekali.
Sampai sekarang, saya bingung kenapa saya dulu pilih jurusan keperawatan. Mungkin karena faktor dari orang tua jg.
Saya benci banget dengan jurusan ini. Saya fobia dengan hal2 yg berhubungan dengan rumah sakit.. Saya jd malas kuliah, padahal dulu saya adalah anak yang rajin.
Saya strezz berat. Saya minatnya di jurusan gizi. Saya sering iri dengan teman2 yang di jurusan gizi.
Sekarang saya menyesal sekali.. Saya jd berubah total.
Saya merasa tidak cocok dengan keperawatan, karena saya tipe orang yg bingungan. Saya lebih cocok di jurusan yang dibalik layar.
Saya gampang muntah bila mencium bau2 yg aneh..bahkan hanya melihat hal2 yg aneh pun saya ingin muntah, termasuk melihat pasien di rumah sakit. Saya pun ga berminat melihat darah, jarum suntik, infus, pasien kesakitan. Saya benci semua itu.
Saya malah lebih suka membaca pelajaran2 teman saya yang kuliah di gizi. Saya sangat menyenanginya.
01/03/2007 at 12:17
Mbak Anjar yang ingin jadi Ahli Gizi.
Silahkan lihat artikel : Tinggalkan atau Ubah Minat Anda.
Jika dipilih yang pertama bicarakan baik baik dengan kedua orang tua dan alasannya. Jika perlu minta bantuan dosen pembimbing untuk menjelaskannya.
Jika yang dipilih yang kedua, Anda dapat meminta bantuan profesional Hipnoterapi.
01/03/2007 at 12:29
Ass.
Saya seorang pelajar.
Kadang saya merasa kurang bisa bergaul dengan orang lain. Saya akui saya memang orangnya pendiam. trus gimana caranya biar saya bisa nyambung kalo lagi sama temen-temen ?
Wass.
01/03/2007 at 12:36
Mbak Agnes yang ingin bisa Gaul
Tidak ada yang salah dengan karakter pendiam, karena bisa jadi memang pendiam adalah jati diri mbak Agnes. Tetapi jadilah pendiam yang “berisi” bukan pendiam yang “pemalu”.
Caranya mudah, tingkatkan keahlian / kompetensi dibidang yang paling mbak Agnes sukai. Insya Allah mbak Agnes jadi rujukan dan diperhitungkan teman lainnya.
Be your self !
04/03/2007 at 08:12
Apa saya salah jika saya lebih memilih yang pertama?..Saya benar2 sudah tidak minat dengan jurusan keperawatan..Untuk menyerap materi yang diajarkan saja saya lemah..Saya memang lemah untuk hal-hal yang berbau medis,,pdhl untuk jadi perawat dibutuhkan berpikir cepat & sigap,,sementara saya lebih nyaman bekerja di suatu ruangan dimana saya hanya berhadapan dengan satu atau dua orang..Kalaupun saya pindah ke gizi,,saya pindahnya ke politeknik kesehatan,jadi ya D3..Sementara saya sekarang di S1 keperawatan Fakultas Kedokteran..Di fakultas kedokteran ada 3 jurusan..S1 keperawatan,S1 gizi kesehatan,S1 pendidikan dokter..Tapi kalau saya pindah ke S1 gizi kesehatan,jelas tidak mungkin,saya bisa jadi obyek pembicaraan di fakultas..
04/03/2007 at 08:26
Apa saya salah jika saya memilih yang pertama??..orang tua saya sudah mengetahuinya..dan ayah saya berkomentar “ya terserah”.. Saya sudah ga berminat di jurusan keperawatan,,untuk menerima pelajaran saja saya lemah..saya memeang lemah dengan hal2 yang berbau medis,,pdhl seorang perawat harus sigap & cepat berpikir..Sementara saya kurang mampu untuk itu..Saya lebih nyaman bekerja di balik layar,,dimana saya berhadapan dengan 1 atau 2 orang saja..kalaupun saya pindah jurusan,,saya pindahnya ke D3 gizi..Sementara saya sekarang di S1 keperawatan Fakultas Kedokteran..Di Fakultas ini ada 3 jurusan,,S1 gizi kesehatan,,S1 keperawatan,,S1 pendidikan dokter..Kalau pindah ke S1 gizi kesehatan,,jelas tidak mungkin..Saya bisa jadi obyek pembicaraan,,dan saya harus kuliah dengan adik kelas..
07/03/2007 at 08:43
Mbak Anjar yang ingin jadi Ahli Gizi.
Orang tua Anda sudah memahami dan menyadari problem Anda.
Keputusan selanjutnya ada di tangan Anda.
Rasa malu karena harus kuliah dengan adik kelas dan merasa seolah olah menjadi obyek pembicaraan dapat dihilangkan dengan terapi.
Selamat belajar mengambil resiko dari sekarang !
07/03/2007 at 08:50
Saya sedang mengalami krisis percaya diri yang berlebihan, takut menghadapi seseorang (Fobia), selalu cemas dan gelisah, minder dalam bergaul, terlalu mendramatisir hal hal pahit yang saya alami.
Saya minta tolong sarannya dan bagaimana cara mengatasinya. Terima kasih.
07/03/2007 at 08:55
Biasanya, problem semakin berat, karena kita merespon dengan cara yang salah. Coba cara responnya diganti.
Mulailah berubah khususnya yang masih dalam zona kendali kita, seperti ikut pelatihan komunikasi, baca buku komunikasi, berlatih terus terang, bertanya pada yang berpengalaman dsb.
Jika berhubungan dengan pikiran orang lain, kita tidak dapat merubah pikiran mereka, tetapi hanya dapat mempengaruhinya. Jika berhubungan dengan ketentuan yang di Atas, kita tidak bisa menolaknya.
Tetapi khusus dua yang terakhir, mintalah pertolongan kepada Tuhan, agar kita senantiasa dalam pemeliharaan Nya.
Jika proses perubahan dirasa terlalu lama, sebaiknya diterapi.
07/03/2007 at 08:59
Maaf pak, saya ingin berkonsultasi berkenaan dengan sakit yang di derita oleh istri saya, dimana telah lebih setahun ini dia mengalami depresi dengan perasaan takut yang luar biasa sepanjang waktu.
Saking takutnya dia, saya lihat kadang sampai menggigil dan tangan serta kaki dingin sekali, pada saat seperti itu dia selalu ingin berontak dan lari dari rumah. Saya sudah berusaha tanyakan takut dengan apa, tetapi dia tidak tahu yang ada pokoknya dia merasa takut.
Sampai saat ini istri saya dibawah pengawasan dokter psikiater dan mengkonsumsi obat dari dokter. Mengingat waktu sudah lebih dari setahun, ada rasa khawatir terlalu lama mengkonsumsi obat akan membuat efek yang tidak bagus, maka beberapa waktu lalu saya bawa ke salah satu klinik hynoterapi, dan beliau diajarkan untuk melakukan suatu latihan di rumah (mengingat kami dari luar Jakarta).
Namun permasalahannya adalah untuk melatih sendiri, dia tidak bisa berkonsentrasi, sehingga setiap mau latihan justru dia ketakutan dan menjadi histeris.
Pertanyaan saya, dalam kondisi yang demikian, terapi yang bagaimana yang bisa menolong dia? Apakah ada dan boleh dilakukan apabila ada terapi yang bisa menghipnotis dia, sehingga dia bisa melupakan rasa takutnya, sehingga ada waktu bagi dia untuk bisa berkonsentrasi melatih kepercayaan diri dan melatih penyembuhan bagi nya ?
Mohon infonya pak, dan apabila diijinkan saya ingin berdiskusi secara pribadi melalui email dengan bapak.
Hormat kami.
Christiono
07/03/2007 at 09:02
Saya melihat ada satu hal positif dari nyonya yaitu kemauan untuk berubah, terbukti mau mengikuti saran terapis melakukan self hipnosis / auto hipnosis.
Tetapi kalau malah jadi takut, sebaiknya di stop saja. Karena auto hipnosis memerlukan keterampilan diri sebagai subjek sekaligus objek. Maksudnya, saat mensugesti diri sendiri, kita diposisi subjek (aktif), dan secara bersamaan, diri kita sebagai objek (pasif) atau sebagai diri yang disugesti (user). Jauh lebih mudah jika kita hanya berada pada satu posisi saja yaitu objek (pasif).
Memang yang sangat berperan adalah keinginan berubah dari nyonya. Jika nyonya sudah betul betul mau berubah, saya yakinkan, Insya Allah problem nyonya dapat di hilangkan, tinggal saja lagi menemukan hipnoterapis yang tepat.
07/03/2007 at 09:04
Dengan hormat,
Saya adalah pribadi yang tidak percaya diri & mudah gugup serta selalu merasa tidak sempurna dengan apa yang telah dan akan dilakukan.
Padahal pekerjaan saya mewajibkan untuk bertemu dengan banyak orang dan memberikan konsultasi kepada mereka.
Jadi Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya dan apakah bisa diatasi dengan hipnoterapi?
Terima kasih.
07/03/2007 at 09:06
Bagus ! Mbak Indah sudah mulai mengenal apa yang mbak Indah rasakan. Hal tersebut merupakan indikasi adanya kebutuhan berubah dari Mbak Indah (proses pemulihan sudah dimulai).
Kenali pula sejak kapan hal tersebut dirasa mengganggu, biasanya ada peristiwa ekstrim yang mendahului. Mengenali akar masalah akan membantu meringankan dan kadang dapat menghilangkan keluhan.
Jika akar masalah tidak diketahui / dikenal, Insya Allah dengan bantuan hipnoterapi / Servotherapy hal tersebut dapat di identifikasi dan selanjutnya di hilangkan.
07/03/2007 at 09:12
Dear Sir,
Saya kesulitan berdamai dengan diri saya sendiri.
Sudah sekitar 7 bulan ini saya berusaha keras, tapi yg ada saya malah merasa semakin hari semakin melemah.
Parahnya bisa dibilang saya hampir tidak bisa berhenti nangis dan menyesali diri selama berbulan2.
Yang saya takutkan, ini mulai membuat saya kehilangan semangat untuk maju, seperti ‘Hidup segan mati tak mau’
.
Bisakah saya menemukan solusi lewat terapi ini ?
07/03/2007 at 09:21
Mbak Fitri, yang baik.
Jika tujuan Mbak Fitri mencari solusi, jawabannya bisa. Tetapi kalau mbak Fitri berharap orang lain yang harus memaklumi mbak Fitri, jawabannya tidak.
Menyadari kesalahan tidak berarti harus menghukum diri sendiri, apalagi jika kesalahan tersebut disebabkan oleh ketidak tahuan ataupun ketidak berdayaan kita.
Sulit memaafkan diri sendiri, biasanya disebabkan oleh pemahaman konsep diri yang salah. Dengan menemukan kembali konsep diri yang tepat, selain memecahkan problem saat ini, juga memudahkan mbak Fitri meraih tujuan hidup ke depan.
Silahkan mbak Fitri membuka artikel Konsep Diri. Semoga membantu.
07/03/2007 at 09:26
Saya mempunyai kebiasaan buruk, dimana di dalam melakukan suatu pekerjaan, saya selalu mengecek pekerjaaan itu secara berulang-ulang kali.
Seperti uang, padahal saya tau jumlahnya sudah betul tapi selalu dihitung terus menerus, brankas sudah dikunci, tetap saja saya bolak balik hanya utk mengecek brankas itu.
Saya benar2 cape, saya tidak tau apakah itu bisa disebut phobia atau suatu kebiasaan buruk ?
Pak, saya minta tolong bagaimana cara saya mengobatinya ? Saya ingin minta saran dari bapak. Terima kasih.
07/03/2007 at 09:29
Mbak Fani yang mau berubah !
Kebiasaan seperti itu, biasanya disebut Obsesif Kompulsif yaitu dorongan hati yang kuat untuk mengulang ulang tingkah laku tertentu. Seringkali bersifat sederhana dan kurang dimengerti manfaatnya.
Hal tersebut disebabkan oleh terkuncinya (fiksasi) emosi negatif seperti rasa takut / cemas dibawah sadar. Dapat berawal dari sugesti negatif yang terus menerus dipupuk atau peristiwa traumatis dimasa lalu. Inilah yang kemudian menimbulkan kebutuhan akan rasa nyaman berlebihan.
Kebiasaan tersebut sudah tentu akan sangat mengganggu aktifitas mbak Fani sehari hari, seperti pekerjaan ataupun pergaulan.
Sebaiknya di terapi, dengan Servotherapy, mbak Fani dibantu membebaskan emosi negatif yang terkunci tadi (katarsis).
08/03/2007 at 03:03
Pak Yayan yang fokus,
Hampir sebagian besar problem psikis diawali oleh peristiwa traumatis / ekstrim negatif dimasa lalu, sisanya disebabkan sugesti / keyakinan negatif yang dipupuk terus menerus.
Jika saat itu kita tidak mampu menghadapi problem tersebut, terjadi peristiwa fiksasi (emosi negatif terkunci).
Pada peristiwa fiksasi tersebut, mental kita membentuk konfigurasi mental tertentu dan relatif permanen. Praktis pertumbuhan normal mental kita pada kasus sejenis, terhenti.
Jika dikemudian hari kita menemukan peristiwa serupa, secara otomatis terjadi peristiwa regresi (mundur kembali kebelakang) ketempat dimana fiksasi terjadi.
Dengan Servotherapy, konfigurasi mental tersebut di tata ulang. Syaratnya, memang diinginkan oleh yang bersangkutan.
Penundaan pemecahan masalah fiksasi, hanya menghabiskan waktu produktif Anda.
Jadi, nikmati atau terapi !
Informasi mengenai fiksasi, lihat artikel berikut : Apa itu Fobia atau Phobia.
08/03/2007 at 02:40
Pak bagaimana sih caranya menghilangkan sifat perasaan yang berlebihan ?.
Jika ada yang mengejek saya, meskipun itu bercanda, saya selalu menganggap itu serius. Saya merasa gak nyaman dengan sifat ini karena saya tahu dulu saya tidak seperti ini.
Saya jadi malu sama semua orang yang saya kenal pak dan saya juga merasa seperti orang yang tidak tegas ( plin-plan) .
Apakah benar saya sedang mengalami proses pencarian jati diri ?.
Tolong kasih solusinya ya pak. Thanks
08/03/2007 at 02:43
Mas Irfan yang peduli !
Kalo dalam model Konsep Diri, mas Irfan masuk pada kelompok individu yang memiliki citra diri yang negatif (mudah tersinggung) dan sekaligus merasa tidak nyaman dengan pilihan citra diri tersebut.
Bisa dipastikan mas Irfan merasa sangat tersiksa dengan pilihan mental tersebut dan marah pada diri sendiri.
Mulai sekarang katakan pada diri sendiri jika mas Irfan adalah orang yang penyabar dan nyaman dengan pilihan baru tersebut.
Jika belum mempan, sebaiknya terapi !
08/03/2007 at 03:01
Pak, saya seorang laki2, umur saya 20 tahun.
Saya sedang mengalami krisis percaya diri yang sangat tidak nyaman buat saya. Dulu saya tidak seperti ini pak.
Sekarang saya menjadi seorang yang perasaan, cengeng, tidak tegas, takut menghadapi orang lain apalagi wanita.
Dulu saya pernah kecewa sama mantan pacar saya. Apakah ini penyebabnya pak ?
Saya minta tolong jalan keluar dari semua masalah saya ini pak.
Terima kasih.
08/03/2007 at 03:16
Pak, saya ingin konsultasi (di terapi) langsung dengan bapak. Tapi saya tidak tahu caranya bagaimana.
Bisa gak pak dalam sekali pertemuan masalah saya bisa teratasi dan berapa pak ongkos sekali pertemuan.
Saya ingin di terapi secara personal agar apa yang saya alami bisa saya utarakan pada bapak tanpa ada rasa malu, sebab masalah pribadi saya banyak sekali pak.
Tolong jawabannya. Terima kasih.
08/03/2007 at 03:20
Dari sekian problem yang dirasa sangat banyak, sering hanya beberapa saja yang betul betul merupakan akar masalah. Lainnya cuma variasi ataupun akumulasi dari problem problem sebelumnya.
Keterbukaan dan keinginan berubah klien menentukan cepat lamanya proses terapi. Banyak yang 2 kali tatap muka sudah terbantu, tetapi ada juga yang langsung menyerah.
Ketekunan klien mengikuti program terapi, sampai ditemukan akar masalah yang sesungguhnya membantu pemecahan masalah secara tuntas.
Selanjutnya dapat diteruskan ke pemrograman prestasi, guna mengejar ketertinggalan akibat problem tsb.
08/03/2007 at 03:27
Pak saya ingin bertanya sama bapak.
Dulu sebelum saya mengalami kekecewaan yang sangat menyakitkan sama mantan saya, saya adalah anak yang ceria, tampil percaya diri, tidak perasaan atau mudah tersinggung.
Tapi setelah saya mengalami kekecewaan sama mantan saya, hal ini malah berbalik.
Yang ingin saya tanyakan: benarkah obat dari masalah saya ini adalah mantan saya sendiri dan haruskah saya minta maaf setelah saya di kecewakan ?.
Ada obat / cara lain ga pak ? Makasih.
08/03/2007 at 03:29
Bung Yayan, kita tidak dapat membebankan perubahan dalam diri kita kepada siapapun termasuk mantan pacar.
Kita ada adalah “raja” bagi diri kita sendiri dan tidak ada siapapun yang dapat merubah diri kita, kecuali diri kita sendiri yang mengijinkannya.
Mengapa hal tersebut dapat terjadi pada bung Yayan ?
Karena bung Yayan mengijinkan diri sendiri untuk berubah dan memposisikan diri sebagai korban.
Jadi obatnya adalah bung Yayan sendiri. Bung Yayan harus bersedia berubah. Bung Yayan harus merubah “cara” mensikapi persoalan.
Jika tidak tau caranya, mintalah bantuan profesional.
08/03/2007 at 03:43
Pak kenapa saya selalu merasa terasing oleh setiap orang.
Sepertinya mereka tidak suka dengan sikap saya yang cuek dan terkesan jaim.
Itu terjadi pada siapa saja yang baru saya kenal. Mereka sepertinya segan terhadap saya.
Tolong solusinya.
08/03/2007 at 03:50
Bung Dedi yang Pendiam.
Anda merasa tidak nyaman dengan pilihan “citra diri” Anda sendiri.
Akibatnya Anda mulai merasa kecewa dengan diri Anda sendiri.
Memilih menjadi pribadi yang hangat dan bersahabat dapat membuat Anda jauh lebih bahagia.
Lihat juga artikel mengenai Konsep Diri.
Semoga membantu !
08/03/2007 at 04:39
Assalamu’alaikum,
Pak saya mau konsultasi mengenai adik saya…
Adik saya sudah kabur dari rumah selama 7 bln. Dia tinggal bersama dengan temannya (ibu2 yang berpakaian seperti laki2 tp sudah menikah dan memiliki anak). Berawal dari saya menikah 7 bln lalu, adik saya mulai sering menginap dirumah temannya, dengan alasan mengerjakan tugas, sehingga suatu waktu dia diketahui bolos kuliah.
Bapak marah besar dan menghukum dia dengan mengambil kebebasannya bermain dan antar-jemput sekolah setiap hari. Tp kegiatan ini baru berlangsung selama 3 hari. Suatu waktu sekolah pulang lebih awal dan bapak saya blm menjemput, kemudian dia pakai kesempatan itu utk kabur dari rumah. Selama 3 hari dia tidak plg. Kemudian bpk mencari kemana2 dengan bantuan adik yg berprofesi intel polisi, kemudian dia ditemukan di rumah temannya itu.
Ketika ditemukan dia sebenarnya dalam keadaan bersembunyi dan disembunyikan, tp karena om saya itu intel jd beliau tau dimana adik saya sembunyi. Tp adik saya malah berlaku di luar kendali, berteriak2 tidak karuan dan menolak tidak mau plg. Saya harus membujuk berkali2 sampai dia mau plg…Tp setelah dia plg kemudian 3 hari kemudian kabur lagi kerumah temannya yang sama. Setelah berbagai cara dilakukan dia tetep ga mau plg. Yang saya mau tanyakan :
1. apakah adik saya memiliki kelainan jiwa ? Karena terakhir saya kesana dia teriak2 menangis dan tertawa dan seperti bicara sendiri di kamar mandi
2. apa yang saya harus lakukan? Karena klo harus membawa dia konsultasi rasanya tidak mungkin
3. gmana caranya agar adik saya percaya sama saya lagi? karena dia selalu mencurigai tindakan saya
Terima kasih jawabannya.
08/03/2007 at 04:43
Mbak / Mas yang sayang sama Adik.
Tuhan memberikan kebebasan penuh pada manusia untuk mengendalikan semua hal, kecuali dua hal takdir / musibah dan jalan berfikir orang lain. Tetapi khusus “jalan berfikir” masih bisa kita pengaruhi, jika kita memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Jadi langkah pertama, minta sama Tuhan semoga sampai dengan masalah terpecahkan, adik Anda selalu dalam pemeliharaannya.
Langkah kedua, buka peluang komunikasi yang seimbang. Hindari pola superior-inferior apalagi otoriter (kita bisa memenjarakan orang lain secara fisik, tetapi “tidak” terhadap jalan pikirannya).
Ajak bicara dari hati ke hati secara dewasa, termasuk temannya tadi. Beri kesempatan penuh adik Anda mengemukakan semua hal yang menjadi unek uneknya, termasuk jika ada hal hal yang pribadi sifatnya (apapun resikonya).
Manfaatkan temannya untuk mengetahui akar permasalahan sebenarnya dan minta bantuannya untuk mempengaruhi adik Anda agar pulang. Jauh lebih mudah mempengaruhi adik Anda melalui temannya tersebut, karena ketergantungannya.
Apalagi jika temannya dapat diajak bicara secara baik baik, sekalian saja diminta untuk menjadi pembimbing adik Anda. Itu lebih baik bagi keluarga Anda, karena jika terjadi apa apa dengan adik Anda, ada yang dapat keluarga Anda pegang. Memusuhi temannya justru semakin menjauhkan adik Anda dari keluarga.
Soal teriak2, menangis dan tertawa sendiri menurut perkiraan saya hanyalah cara adik Anda “mempertahankan diri” agar tidak dipaksa lebih lanjut. Karena jika sudah sampai “sakit jiwa”, pasti temannya tidak akan mau direpotkan dan sudah menyerahkan kembali ke keluarga Anda.
08/03/2007 at 05:13
Tentang labil (harap semua baca) penting soalnya… Ga ada salahnya dibaca.. kita berbagi cerita !!
Em.. langsung saja, ini mengenai diri ini yg super duper labil banget. Apa sih labil itu ?
Yg labil ga lain adalah mood atau suasana hati ini. Kadang semangat sampai lupa segalanya, kadang males banget sampai serba salah dalam melangkah.. Anehnya perubahan terjadi dengan alasan yg ga jelas, tiba2 merasa senang luar biasa dan kemudian merasa sedih luar biasa dlm selang waktu beberapa hari, beberapa jam saja, bahkan cuma beberapa menit.. senang-sedih-marah-bangga-cemburu-gila-kasihan-pingin bantu2-egois-dsb (terlalu banyak n_n)
Mungkin kmu2 juga pernah mengalami hal ini. perubahan suasana hati.. Parahnya, fathur kurang bisa mengatasi hal ini, ya.. akibatnya aku jadi males, mabal, bolos, ngerokok dll. Huff.. masih untung ga ML juga.. Padahal katanya aku ini pinter ranking 1 di kelas, kok jadi gini..
Sial, parahkah ? Mungkin aku punya pemikiran atau kecerdasan yg lebih unggul di atas rata2 tapi, di sisi lain, fathur ga bisa keluar dari masalah, dan masalahku ini rumit2 banget, bisa di lihat di blog aku http://www.fathur.blogsome.com
Hmm.. mungkin mirip kayak cw yg lagi datang bulan, suasana hatinya, suka berubah-ubah, but, aku kan cowok.. ???
Parahnya, bukan sekedar suasana hati yg berubah, tapi sampai pemikiran, sikap, perkataan, tingkah laku, dll.. Mungkin kesan pertama ttg aku, aku ini pinter, soleh, jaim..but sekarang jadi ga tau malu, parahnya lagi udah mulai nge-rambah yg namanya sex !! Iih.. seremm…. jangan deh.. (sebagai pelampiasan mungkin).
Begitu sulitkah masalah yg kmu hadapi thur ?? Ya iyalah… kalau masalahnya sepele, ngapain nulis2 kayak gini ???!!!
Hh… aku sulit banget keluar dari zona (daerah) ini. Percuma saja punya pemikiran atau kecerdasan tinggi kalo terus menerus menderita, ga jaminan pinter akademik bakalan bahagia.. sialan… apa sih arti bahagia menurut kalian ?
Mungkin anda kalian bisa bantu? Aku ga mau ancur begitu saja.. n_n. Aku ga mau tamat dan diperbudak oleh masalah terus menerus please donk…
Hmm.. kayaknya ga ada yg bisa memahami masalahku ini selain aku sendiri dan orang2 yg udah pernah merasakannya..
Terakhir maaf sebesar2nya, bwat org2 yg udah kusakiti baik yg sengaja maupun ga sengaja, terutama saat aku lagi kumat, yg udah ga bisa ngebedain benar dan salah.. error banget deh. Maaf ya sebesar2nya.. dan apa yg mesti kulakukan tuk menebus kesalahan ku itu ?? What must I do for u?? Aku ingin keadaan kembali baik sperti sebelumnya, klo bisa lebih baik dari yg dulu… terutama bagi org yg bener2 kusakiti yg sampai saat ini belum sepenuhnya memaafkanku.. please, love me do..
Ga ada salahnya tuk lihat masalah dari berbagai sudut pandang, misalnya bayangkan jika kalian ada di posisiku.
Thanks 4 all yg dah baca.. atau ga sama sekali karena ga menarik (membosankan) n_n
08/03/2007 at 05:16
Hh intinya (mungkin adalah karena masalah cw)..
What’s???
Aku sakit hati oleh seorang cw… Aku begitu benci sifatnya, but aku ingin merubahnya dan memilikinya. Dari dulu sampai sekarang, aku ga pernah punya cw, bukan karena aku jelek cuman ga beruntung azza (mungkin).. ^_^. Aku dah pernah ditolak beberapa kali, hingga aku ketemu ma dia.. aku ga nembak, soalnya aku ingin bener2 suatu kepastian, dan ternyata dia cuma memanfaatkan kepintaranku ‘dlm pelajaran’ mungkin… entahlah ini cuma asumsi pendapatku.
Aku benar2 dibuat gila olehnya, satu2nya sifat yg bener2 membuatku pusing adalah dia tuh terlalu deket ma cowok, jadi seperti tdk membedakan mana antara cowoknya dan yg bukan, sehingga dia pun beberapa kali gagal dlm masalah cinta, (dan perkiraan ku karena sifatnya ke cowok itu)… Ditambah sifatnya yg manja gitu… aku bener2 sakit hati dibuatnya. Tapi aku sulit melupakannya, maklum aku masih skul di smk yg mayoritasnya laki2…
Aku pingin merubahnya, namun selalu saja gagal.. malah ujung2nya aku jadi stress.. ga karuan… hidupku ‘hampir’ hancur karena dia !!!
Duhh..
08/03/2007 at 05:24
Dik Fathur yang Cerdas !
Antara pintar (rangking 1), merasa sakit hati karena ditolak berkali kali dan merasa dimanfaatkan adalah 3 hal yang berbeda. Walaupun kalau mau dikait kaitkan dapat saja seolah olah berhubungan.
“Pintar” bermainnya di tataran “nalar”, sedang “sakit hati” dan merasa “dimanfaatkan” bermainnya ditataran “rasa”.
Karena pintar dik Fathur mampu meng”analisa” persoalan dik Fathur. Dik Fathur mampu meng”ekspresikan” unek unek dik Fathur dalam bentuk tulisan. Ini adalah anugerah yang harusnya di syukuri, karena dik Fathur termasuk dalam populasi yang pintar.
Sedang menaklukkan cewek berhubungan dengan “cara”. Selama ini mungkin dik Fathur masih menggunakan “cara” yang salah dan kesalahannya terus di ulang. Tapi sebetulnya ada “cara” nya dan sangat mudah.
Tentang emosi yang labil itu, dalam proses pertumbuhan hal tersebut adalah hal yang wajar. Pada usia pubertas terjadi :
1. Perubahan orientasi dari dunia bermain menjadi dunia bertanggung jawab
2. Dari posisi objek (disuapi) berubah menjadi posisi subjek (sok tau ?)
3. Terjadi perubahan hormon pertumbuhan yang sangat pesat.
4. Proses pencarian identitas (jatidiri), manifestasinya bisa dalam bentuk yang positif misal semangat setia kawan yang tinggi, minat pada seni atau olah raga yang kuat, prestasi belajar yang tinggi, hingga yang agak membahayakan diri sendiri seperti ngebut, minum, merokok, nonton film cabul dsb.
Saran pemecahan :
1. Lakukan modelling, pilih figur favorit dengan prestasi luar biasa, sholeh, misal Nabi Muhammad (dalam hal ke solehannya), Nabi Sulaiman (dalam hal kecerdasan dan kekayaannya), kemudian lakukan proses imitasi secara “mental”. Tujuannya : menemukan “spirit” yang membuat kita merasa paling nyaman.
2. Cari “perhatian” adalah cara tubuh melakukan katarsis (pelepasan ketegangan). Pilih “cari perhatian” yang produktif ketimbang yang konsumtif misal jago gitar ketimbang jago mejeng, jago aikido ketimbang jago berantem, jago balap ketimbang jago ngebut, jago jualan kaos ketimbang jago belanja. Pilih aktifitas yang “paling disukai” misal Gitar, Piano, Tennis, Silat, Aikido, Puisi, Penelitian, Palang merah, Pramuka dsb. kemudian niatkan untuk menjadi yang terbaik. Jika belum menemukan bidang yang disukai lakukan terus eksplorasi sampai menemukan bidang yang benar benar disukai. Tujuannya : menemukan ketrampilan yang paling kita sukai dan menjadi yang terbaik dibidang tersebut.
3. Rajin bertanya, baca buku, ikut pelatihan pada yang sudah berhasil menemukan “cara”. Semakin cepat menemukan “cara” berarti semakin cepat pula kita menggunakan energi tumbuh tadi untuk menajamkan keahlian.
4. Jika belum berhasil juga, minta bantuan kepada profesional seperti psikolog, terapis, personal coach, motivator
5. Jika belum berhasil juga, pindah ke profesional lainnya.
Saya percaya dik Fathur akan menemukan jatidirinya jauh lebih cepat dan lebih hebat dibanding teman teman se usia.
Selamat menemukan solusi !.
08/03/2007 at 05:50
Salam..
Nama saya Kayla..
Bagaimana caranya agar kita berani mengambil sebuah keputusan penting untuk diri kita ? Selama ini saya ngerasa belum punya keberanian untuk itu. Masalahnya saya dituntut juga untuk bersikap profesional.
Saya tengah berhubungan dengan seseorang yang mempunyai latar belakang/keyakinan yang berbeda dengan saya. Walau saya telat untuk menyadari bahwa hubungan ini tidak mungkin/saya ingin sekali mengakhirinya. Tapi selalu tidak bisa.
Kami kerja dalam satu atap. Kami pernah beberapa kali mengalami putus nyambung. Saat keadaan break dengan dia/pernah saya mencoba untuk membuka hati dengan orang lain. Tapi saya gagal.. Orang baru ini saya tinggalkan dan saya balik lagi dengan yang lama.
Mohon solusi bagaimana saya harus bersikap. Terimakasih…
08/03/2007 at 05:54
“Berani” atau “takut” untuk membuat sebuah keputusan juga merupakan sebuah pilihan.
Alasan seseorang untuk tidak berani membuat pilihan biasanya karena “takut” dengan resiko “kehilangan”.
Pertanyaannya, jika resiko “kehilangan” tersebut tidak ada, apakah Anda masih akan “takut” untuk membuat pilihan ?
Anggap saja, secara mental Anda masih tetap saling mencintai, tetapi “tidak” secara fisik.
08/03/2007 at 08:21
Hehe…ga nyangka..Servo itu luas artinya !
Padahal nick servo saya sudah ada sejak tahun 2000!
Hehe…senang kalo Servo digunakan untuk hal-hal yang positif, saya dukung !
08/03/2007 at 08:23
Anda betul …. !
Istilah SERVO sangat lazim dipakai di bidang mekanik ataupun tehnik.
Istilah tersebut menggambarkan tentang mekanisme kerja mesin otomatis berdasarkan parameter setting yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam industri, mekanisme tersebut dipakai pada mesin robot sedang dibidang pertahanan biasa dipakai pada system EWS (early warning system) radar ataupun peluru kendali.
Dan ternyata didalam tubuh manusia juga memiliki mekanisme SERVO tersebut. Itu sebabnya kami juga menggunakan istilah SERVO dalam pemrograman diri ataupun prestasi. Dimana tujuan ataupun sasaran hidup di setting di awal dan kemudian biarkan mesin tubuh menemukan sendiri apa apa yang telah kita tetapkan.
08/03/2007 at 08:33
Yth. Pak Isywara
Nama saya miranda (mimi), usia 17th, pelajar 3 SMA
Langsung menuju permasalahan, saya merasa memiliki masalah yang cukup complicated mengenai diri saya, dimana seharusnya untuk remaja kebanyakan seusia saya tidak mengalami hal seperti saya. saya memerlukan solusi dan jika diperlukan sedikit terapi, supaya untuk ke depannya bisa lebih baik lagi.
*) Poin saya di sekolah tinggal 15 dimana saya sebentar lagi akan di DO (drop-out) dari sekolah hanya karena saya selalu terlambat hampir setiap hari dan tentu setiap harinya poin saya berkurang 10, padahal tidak kurang dari 4 bln lagi, saya akan menempuh ujian akhir nasional. Saya amat sangat sulit untuk bangun pagi dan menjalani aktivitas di pagi hari. Saya juga mengalami kesulitan dalam time management, selalu terlambat padahal saya memasang jam weker sampai 3 buah (1 weker hp, 2 jam weker biasa dan ketiga alat ini saya letakkan berjauhan supaya saya bisa berusaha dan terpaksa untuk bangun mematikan weker2 ini, namun akhirnya yg ada saya kembali tidur lg). Saya merasa lama kelamaan kebiasaan ini menjadi penyakit saya dan akhirnya merusak aktivitas saya sehari-hari dan saya sendiri juga tidak mampu mengatasinya dengan baik, ujung2nya tetap saya selalu telat bangun. Saya juga tidak dapat tidur di malam hari dengan tepat waktu dan baru bisa tidur lelap ketika subuh. bioritme saya kacau, dan untuk membuat normal sepertinya terlalu sulit, karena mood saya sendiri untuk konsentrasi mengerjakan tugas, belajar, dsb.nya baru bisa dimulai pada jam2 tersebut.
*) Saya juga kurang bisa mengendalikan emosi dengan baik; cepat marah, sensitif, dan cenderung gloomy. Saya kerap menangis tanpa sebab dan merasa galau setiap saat. Kadang mood saya juga berubah drastis menjadi cuek (cuek yg berlebihan) sehingga saya terlihat careless dengan apa yang ada. Udah 2 tahun belakangan ini saya sering mengalami perasaan dan mood seperti ini, saya merasa capek dan kurang motivasi dalam menjalani hidup saya sendiri.
*) Saya selalu merasa kecewa dan dikecewakan orang lain, membuat saya menjadi trauma dan menganggap semua orang itu sama aja. Saya selalu cepat menjaga jarak dengan orang lain, tidak peduli seberapa akrab dan dekatnya dengan orang itu. saya jadi takut orang lain menganggap saya aneh, karena sebenarnya saya adalah orang yg akrab, tetapi jika saya menemukan 1 hal yang kurang sreg dengan orang lain, saya menjadi paranoid dan menghindar, padahal bukan maksud saya untuk memusuhi orang lain.
*) Gak tau kenapa, saya takut tua. Kalau orang lain senang2 ketika ulang tahun & tahun baru, saya malah galau dan suka ‘sok sedih’ sendiri. Tp hal ini udah sering bgt saya alami. saya jadi kelihatan sok tua untuk kebanyakan anak2 remaja seumur saya. Saya sering memasalahkan masalah yang seharusnya BUKAN MASALAH untuk remaja seumur saya.
*) Saya amat sangat khawatir dengan masa depan saya. Saya takut bgt untuk gagal, ketika saya gagal saya jd menyalahkan Tuhan. Sisi spiritual saya kurang sekali, kadang saya merasa malu sendiri karena frekuensi saya untuk ke gereja jarang bgt, apalagi berdoa.
Demikian permasalahan saya, saya mohon bantuannya walaupun terus terang masih banyak lagi yang ingin saya utarakan dan saya tanyakan, apakah remaja seusia saya cukup perlu untuk diterapi ?
Terima kasih banyak sebelumnya untuk perhatian dan bantuan bapak.
08/03/2007 at 08:35
Dik Mimi yang Baik !
Apapun yang telah terjadi (mudah mudahan dengan waktu yang tersisa masih dapat di atasi) harus dapat kita terima, sebagai sebuah resiko. Toh selama kita masih di beri nafas oleh Allah Swt. berarti kita masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya.
Langkah darurat selanjutnya (emergency action) adalah bagaimana meminimalisir resiko DO.
Langkah 1. : Bicarakan problem tsb. keorang tua.
Langkah 2. : Jika perlu manfaatkan guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan). Ceritakan terus terang masalah dan ancaman DO yang dik Mimi hadapi. Jangan ada yang dik Mimi sembunyikan.
Langkah 3. : Jika sekolah Anda dibawah pembinaan Gereja, konsultasikan masalah Anda ke Pendeta dan minta dukungannya.
Langkah 4. : Bersama orang tua, guru BP ataupun Pendeta datangi Kepala Sekolah. Ceritakan semua masalahnya secara terbuka. Lakukan pendekatan pribadi seperti layaknya curhat anak ke orang tua. Yakinkan pula bahwa Anda pun bersedia berubah dengan mengikuti sesi terapi profesional.
Langkah 5. : Apapun hasilnya terima dengan lapang dada, kemudian ambil hikmahnya dan mulailah kembali berikhtiar.
Langkah 6. : Percayalah, selalu ada solusi untuk setiap masalah. Hanya saja Anda belum menemukannya. Untuk itu mintalah bantuan profesional seperti psikolog, psikiater ataupun terapis untuk membantu Anda dalam menemukan jati diri.
08/03/2007 at 08:45
Saya merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami syndrome down.
Saya merasa hilang kepercayaan diri dan juga pada orang lain. Hati saya terasa sangat sakit apabila sedang berinteraksi dengan orang lain dan anehnya, saya tak mampu untuk menyembunyikannya.
Senyum saya terlihat pahit, jantung saya berdetak kencang, dan gejala yang saya rasakan, persis seperti definisi paranoid yang tersebut di halaman ini.
Tolong kepada bapak untuk membagi solusinya dengan saya. terima kasih.
08/03/2007 at 08:48
Bung Charlie yang ingin Berubah !
Problem kehilangan rasa percaya diri pada umumnya disebabkan oleh “cara” berfikir dan “cara” merasakan diri sendiri yang salah sehingga kita melihat persoalan juga dengan “cara” yang salah.
Akan tetapi hal tersebut dapat kita perbaiki, lihat artikel berikut : Konsep Diri.
Dapat saya yakinkan bahwa selalu ada solusi untuk setiap problem yang kita rasakan, karena kemampuan untuk memecahkan masalah merupakan sebuah keterampilan yang dapat kita pelajari.
Secara umum, ada 2 cara yang dapat Anda lakukan yaitu terus mencari sendiri sampai ketemu (Insya Allah, pasti ketemu !). Anda harus terus menerus melakukan ujicoba (trial & error) dan untuk itu Anda harus memiliki cukup kesabaran. Atau cara lain yang lebih cepat adalah Anda aktif bertanya pada yang telah berpengalaman, mengikuti pelatihan atau mengambil sesi terapi.
08/03/2007 at 10:45
Dear Sir,
Saya gadis berusia 22 tahun. saya mempunyai permasalahan yang cukup besar pada diri saya.
Saya mempunyai Ayah yang dulu sering menyakiti ibu saya. Saat itu saya masih sekolah. Dan saat ini saya sangat membenci ayah saya, sampai saya jarang sekali bersikap ramah pada ayah saya, padahal seharusnya anak khan harus hormat pada orang tua.
Yang saya tanyakan :
1. Apakah sikap saya itu adalah bentuk trauma ? dan
2. Apakah kebencian saya pada Ayah saya itu bisa disembuhkan ?
3. Dengan cara apa ?
Tolong saya pak… karena rasa ini sangat mengganggu saya. Ingin rasanya saya buang jauh2 rasa itu, tapi tetap saja saya benci dengan Ayah saya.
Terima kasih atas bantuannya.
08/03/2007 at 10:48
Dik Keisya yang baik.
Dapat dimengerti mengapa dik Keisya begitu marah kepada Ayah dik Keisya.
Figur yang seharusnya memberikan keteladanan dan perlindungan justru malah menyakitkan. Hal tersebut memang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan emosi / mental putra putrinya.
Akan tetapi hal tersebut dapat tidak berpengaruh pada masa depan dik Keisya, jika dik Keisya “tidak mengijinkan” nya.
1. Pisahkan antara problem suami-istri dengan problem orangtua-anak.
2. Posisikan diri dik Keisya sebagai pihak yang netral. Jika salah satu pihak mengajarkan kebencian pada pihak lainnya, jangan ditanggapi, karena dik Keisya berhak mendapatkan kasih sayang dari keduanya secara seimbang dan utuh. Jika mungkin, jadikan diri dik Keisya sebagai penengah yang baik. Membenci Ayah justru menghilangkan kesempatan dik Keisya belajar mengambil hikmah dan melakukan iktiar.
3. Jika kekerasan masih berlangsung, besarkan hati ibu untuk berani membicarakan masalahnya dengan ayah dan sarankan kepada ibu untuk meminta bantuan kepada orang yang disegani ayah (seperti figur kakek).
4. Karena cara Ayah “bersikap” dan cara Ibu “merespon” termasuk diluar zona kendali dik Keisya. Mintalah pertolongan Allah agar keluarga selalu dalam pemeliharaan-Nya.
5. Fahami sikap kasar ayah sebagai keterbatasan (kebodohan ?) Ayah dalam mengatasi masalah keluarga, kemungkinan besar, Ayahpun merupakan hasil pendidikan yang salah dimasa lalu. Demikian pula dengan sikap “tidak berdaya” Ibu dalam merespon sikap kasar ayah, kemungkinan besar juga merupakan hasil pendidikan yang salah dimasa lalu.
6. Manfaatkan peristiwa tsb. sebagai momentum berprestasi Dik Keisya, agar kelak Dik Keisya dapat membahagiakan Ibu, sekaligus memberikan pelajaran positif kepada Ayah.
Jika rasa marahnya masih sulit dihilangkan, kemungkinan emosi negatifnya telah terkunci (mengalami fiksasi). Namun jika diinginkan, hal tersebut dapat dihilangkan dengan Servotherapy.
08/03/2007 at 10:50
Bagaimana cara saya bisa ikut program di Servo kalo posisi saya di Surabaya.
08/03/2007 at 10:52
Mbak Yulia di Surabaya.
Idealnya memang tatap muka, namun jika mbak Yulia mantap, terapi Servo juga dapat dilakukan melalui telpon ataupun Yahoo Messenger.
08/03/2007 at 11:32
Pak, anak saya 3.5 th trauma BAB krn pernah kotorannya keras jd sakit.
Skrg bkn cuma BAB yg mogok (ditahan) tp BAK dan buang angin, sampai mandi. Kesehatannya sudah mulai terganggu krn hal diatas mempengaruhi smua kegiatan dia terutama makan dan membersihkan diri. Pendekatan sudah saya lakukan dg berbagai cara, tp belum berhasil.
Trauma ini bukan semakin hilang ttp smakin buruk krn stiap 3 hr skali, sesuai petunjuk dokter medis, terpaksa kami beri pencahar dari anusnya dgn tujuan mengeluarkan kotoran secara paksa (tidak bisa dia tahan lagi). Saya sungguh sedih dan bingung dgn keadaan ini Pak.
Apakah hipnoterapi atau cara lain yg bpk punya bisa menolong ? Mohon petunjuknya pak.
Terima kasih banyak.
08/03/2007 at 11:38
Ibu Shanti yang sangat peduli Anak.
Dalam perkembangan kepribadian versi Erikson pada fase anak anak diusia 1-4 disebutkan bahwa seorang anak tidak hanya memperoleh kepuasan dari keberhasilannya mengontrol otot otot anus saja, tetapi juga dari keberhasilan mengontrol fungsi fungsi tubuh lain seperti pipis, berjalan, melempar, memegang dsb.
Kesemua itu akan tumbuh optimal melalui hubungan interpersonal.
Untuk itu dukungan / dorongan yang disertai pemahaman bahwa hal tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari proses pembelajaran menjadi sangat penting. Apalagi ybs. mulai mengenal rasa malu, ragu, gagal ataupun berhasil.
Usapan dipunggung jauh lebih penting ketimbang kritik, demikian pula tepukan sayang di paha / pantat membantu merelakskan otot otot anus. Lakukan sugesti positif menjelang tidur ataupun setelah bangun.
HIpnoterapi / sugesti untuk anak usia 3,5 tahun jauh lebih efektif jika dilakukan oleh orang tua, karena merupakan figur yang paling dipercaya (panutan). Lihat artikel berikut : Hipnoterapi.
Teruskan pemberian obat sesuai anjuran dokter.
Semoga cepat pulih !
08/03/2007 at 12:28
Dear pak,
Trimakasih atas solusi yang Anda berikan terhadap permasalahan saya sebelumnya.
Saya juga memiliki problem yang lain, yaitu tidak mampu mengendalikan emosi. Apalagi dengan orang tua saya.
Saya sadar bahwa sebagai seorang anak tidak boleh menyakiti perasaan orang tuanya. Tapi secara respon saya merasa tidak rela, apabila saya merasa setiap kata-kata yang disampaikan orang tua terhadap saya itu selalu menyakitkan. Saya berusaha untuk memakluminya, saya anggap orang tua saya adalah orang yang keras sehingga beliau tidak mampu menyampaikan dengan cara yang lebih lembut.
Saya pernah mencoba untuk diam dan hanya mendengarkan, tapi hanya mampu dalam satu hari. Dan dihari berikutnya saya tidak mampu mengendalikannya kembali. Setiap hari saya selalu bertengkar kecuali jika kami tidak sempat berkomunikasi.
Tentang ortu saya, ayah saya saat ini sudah tidak mampu melakukan apa-apa karena sakit. Tapi di masa sehatnya, beliau lebih pemarah. Dan secara tidak langsung ibu saya menjadi seperti orang tua tunggal. Bekerja pagi hingga sore hari untuk kebutuhan keluarga.
Dengan ibulah saya selalu bertengkar. Lebih buruknya lagi, semua kakak-kakak saya merasa tidak nyaman jika berada dekat dengan ibu.
Saat ini saya dan kakak perempuan saya yang tinggal bersama orang tua. Sedangkan yang lain sudah berkeluarga.
Yang saya rasakan, merasa kasihan pada ibu tapi juga merasa teraniaya. Tolong dibantu ya pak?
Terimakasih
08/03/2007 at 12:33
Mbak April yang sayang sama Ibunda.
Selama orang hidup pasti selalu ada masalah.
Jalan berpikir orang tua dalam hal ini termasuk diluar zona kendali kita. Lihat artikel : Zona Kendali.
Walau demikian, kita masih dapat mempengaruhi beliau (bukan mengubah) dengan cara menaikkan kemampuan komunikasi kita, kemampuan membaca “timing” yang tepat, kemampuan berargumentasi yang kuat tanpa terkesan memaksakan kehendak.
Sekalipun masalah sangat banyak, jika “cara respon” kita benar, justru dapat meningkatkan “kemuliaan” serta kemampuan komunikasi kita.
Sebaiknya diterapi !
08/03/2007 at 13:09
Tidak semua perolehan tingkah laku dapat dinyatakan hasil belajar, mengapa ?
Apakah prestasi belajar siswa itu terutama dipengaruhi oleh intelegensi, bila ya alasanya dan bila tidak dipengaruhi apa lagi ?
Selain yang didapat di kuliah dalam matakuliah, apa yang perlu dipelajari untuk menjadi guru
08/03/2007 at 13:15
Bung Surawan yang Peduli.
Olah penalaran (baca : IQ) memang penting. Akan tetapi olah emosi (baca : EQ) juga penting.
Kecerdasan emosi berhubungan dengan komitmen, pilihan mental, motivasi, pengendalian diri dsb. sedang kecerdasan nalar berhubungan dengan analisa, rencana, evaluasi, strategi dsb.
Kemampuan seorang guru membangkitkan kecerdasan emosi sang murid misal : “rasa ingin tau” sang murid, dapat membuat sang murid mencari sendiri referensi, menyusun rencana, menentukan cara, bertindak, melakukan evaluasi, membuat kesimpulan sementara serta mengubah strategi dsb.
Demikian pula kemampuan lainnya seperti tentang bagaimana mengenal pikiran dan perasaannya sendiri (lihat : Konsep Diri), mengenal kapasitas dirinya (lihat : Target, Hanyalah Sebuah Alat), manajemen resiko, bagaimana menemukan jati diri secara cepat dsb.
Sukses buat Anda !
09/03/2007 at 08:12
Ada. Silahkan hubungi S.E.R.V.O Clinic, Sekarang !
Terima kasih.
09/03/2007 at 06:06
Pa saya calon ayah yang akan segera punya bayi.
Istri saya sekarang lagi mengandung 8 bulan, tapi saya belum mendapat kan nama untuk calon anak saya. Untuk itu saya minta bantuan bapak ato sapa aja bisa bantu saya untuk mancarikan nama.
Soalnya saya udah coba cari nama di buku dan internet kayanya kurang cocok, ya saya minta nama buat anak laki dan perempuan dengan artinya!
Soalnya tiap istri saya di USG anak saya g pernah mau ngeliatin jenis kelaminnya mugkin dia malu ato mau kasih kejutan kali buat ayah ma ibunya he he….. makasih sebelumnya (saya muslim pa).
09/03/2007 at 06:07
Calon Ayah yang lagi Kebingungan ? Ha ha ha
Mengenai pemberian nama, mengapa tidak Anda jadikan sebagai hadiah kepada Istri tercinta atau Mertua ataupun orang tua Anda.
Karena dalam setiap nama sebaiknya mengandung doa dan Insya Allah lebih afdol kalau yang memberikan nama adalah orang yang menyayanginya.
Pemberian nama setelah lahir tidak apa apa dan tidak usah terburu buru. Soalnya kalo panik nanti jadinya asal….. ketemu “pintu” namanya jadi pintu, ketemu “botol” namanya jadi botol, ha ha ha ha……..
Insya Allah, Yuniornya lahir sehat dan selamat.
Selamat berbahagia ya….
09/03/2007 at 06:10
Dear Mr.Is
ass.wr.wb
Anda boleh panggil saya Leon,
begini nih… [uh..my first post,so sorry!]
1.Saya punya masalah dengan psikologi,
didalam kehidupan saya ada yang Membenci saya tanpa alasan.
Terkadang dalam hati saya ingin memukulnya habis-habisan dan
menyisakan sisa hidupnya dengan sekarat.
(Kejamnya saya?…duh.. U_U Pardon me. “kasian deng!”)
Apakah anda punya saran bagaimana untuk mengatasi ini?
2.Yang kedua,saya ingin dihargai dan di anggap oleh orang.
Saya sering bertindak “Over acting” dan mencari
perhatian orang. Namun sebaliknya itu malah dianggap
menggangu oleh orang-orang disekitar saya.
padahal tujuan saya dari awal adalah ingin diakui
bahwa saya adalah bagian dari mereka.
3.Saya ingin belajar tentang psikologis dan mengetahui cara
berpikir manusia. anda bisa kasih saran dimana?
atau anda bisa bantu.. ^_^
4.Oh ya,terkadang saya merasa agak “lemot” dalam menganalisa.
saya ingin otak saya encer seperti dulu. Oh ya,ehem
dulu saya ga lemot sampai setelah saya bermain Nitendo
pada umur 5 tahun selama 10 jam nonstop saya merasakan
otak saya kental dan merasa mengantuk apabila membuka
buku pelajaran. Bisakah kasih jalan keluarnya?
5.Oh ya terakhir nih,saya makan 5 piring perhari plus cemilan,
tapi kok ga gendut-gendut yah? ^_^
Maaf nih mr.Is klo nanti saya konsultasi lagi disini nanti boleh ga?
apa di limit 1 orang 1 post?
terimakasih untuk membaca,apalagi membalasnya.
wassalamualaikum.wr.wb
09/03/2007 at 06:15
Bung Leon yang ingin belajar Psikologi.
Pikiran orang lain yang membenci kita termasuk diluar zona kendali kita, so kembalikan ke Allah Swt.
Cara mudah untuk dihargai orang lain adalah tingkatkan kompetensi / kemampuan pribadi dibidang yang paling kita sukai sampai pada tingkat menjadi yang terbaik.
Jika Anda ingin mempelajari tentang cara berpikir manusia, Anda dapat mempelajari semua buku buku yang berisi tentang Kecerdasan Emosional manusia.
Segala macam bentuk game jika “tau” cara menggunakannya, justru dapat menaikkan kemampuan otak. Jika merasa tidak terkendali, sebaiknya diterapi.
Jika usia Anda masih di usia pertumbuhan 11-25 tahun, kemungkinan disebabkan oleh metabolisme tubuh Anda yang sempurna sehingga semua makanan “dibakar habis” untuk enerji main game ??? ha ha ha ha
Insya Allah saya jawab sesuai antrian.
09/03/2007 at 06:38
Saya masih muda dan ingin membuka perusahaan.
Langkah-langkah apa yang baik yang harus saya lakukan sebelum membuat perusahaan ?
Thanks
09/03/2007 at 06:41
Bung Sam yang Pengusaha.
Pertama bung Sam harus “percaya” bahwa bung Sam adalah seorang Pengusaha.
Kedua, pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat dan kompetensi bung Sam.
Ketiga, tetapkan cara / stratagi, berani bertindak (action), bersabar, mengambil hikmah dan bersedia mengubah “cara” jika hasil belum sesuai dengan yang diinginkan.
Keempat, bersyukur, kemudian tetapkan target baru ataupun tujuan baru jika hasil sesuai dengan yang diinginkan.
Jika perlu, gunakan Personal Coach atau hubungi profesional !
09/03/2007 at 07:30
Assalmkm Wr Wb
Pak saya Abdul Rahman Hakim.
Pak saya ingin bertanya “Bagaimana cara mengatasi masalah dalm suatu organisasi keagamaan di kampus saya, agar supaya anak2 nya bisa diatur berdasarkan Syariat Islam misalkan dalam forum rapat, kegiatan. Itu kadang2 cuman panitia nya doang yang sibuk ?
Apakah itu organisasi yang baik pak ?
09/03/2007 at 07:32
Bung Abdul Rahman yang sangat Peduli.
Sikap atau perilaku orang lain, siapapun dia apakah orang tua, saudara, teman, atasan, pasangan, bawahan, tetangga dll. termasuk diluar zona kendali kita.
Walau demikian kita masih tetap dapat mempengaruhi mereka, jika kita memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kompetensi yang tinggi, kepemimpinan yang kuat dsb.
Untuk itu fokuskan “perubahan” justru pada diri kita sendiri dan jadikan diri sendiri sebagai “model” keteladanan.
Syukur syukur kita dapat mempengaruhi mereka, paling tidak pribadi kita jadi lebih baik.
Semoga selalu Sukses.
09/03/2007 at 07:47
Yth. Bpk Pengasuh,
Saya pernah bekerja dan melakukan nepotisme yg menjurus ke korupsi sehingga saya dipecat.
Saat ini Saya menyesal sekali melakukannya, saya sudah minta ampun kepada yang Maha Kuasa… Saya tersiksa krn ingatan masalalu tsb tidak pernah hilang ?
Saya ingin memulai lembar yang baru. Apakah ada kesempatan kedua dalam hidup ini?
Bisa kah bayang masa lalu tsb dihilangkan tanpa memberitahu terapis, krn malu sekali bila memberitahu hal ini. Saya ingin hidup normal. Saya berangan seandainya MASA LALU dapat diputar kembali.
Vimy
09/03/2007 at 07:50
Sdr. Vimy yang ingin memulai Lembaran Baru.
Seperti yang kami tulis di : Sekapur Sirih.
Setiap orang pernah jatuh ! Yang membuat berbeda adalah ada yang segera bangun sendiri. ada pula yang putus asa dan akhirnya menyerah. Akan tetapi, ada pula yang sangat ingin untuk bangun, akan tetapi tidak tau cara nya.
Selama kita masih diberi nafas oleh Sang Pencipta berarti kita masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya dan baru dikatakan gagal apabila maut telah menjemput kita.
Kesediaan untuk menerima masa lalu kita apa adanya merupakan bagian dari proses terapi. Lagipula jaminan kerahasiaan merupakan salah satu kode etik Servo.
Walaupun pengalaman buruk / traumatik dapat dihilangkan dengan Terapi Servo, tetapi biasanya tidak saya sarankan untuk dihilangkan, melainkan hanya diubah menjadi tidak kita “rasakan”.
Mengapa demikian ?
Karena hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi diri kita dimasa akan datang dan dapat sebagai pembelajaran bagi anak ataupun orang yang kita cintai.
09/03/2007 at 07:57
Salam hormat,
Saya baru saja menikah dan sangat berharap akan segera mempunyai anak.
Tetapi, ingatan saya terhadap mantan saya membuat saya tertekan, karena sampai sekarang saya masih sangat mencintainya. Saya sangat ingin bisa melupakan dia.
Bisakah hipnoterapi membantu saya ? Apakah bisa membuat saya menjadi tidak pernah kenal atau mengingat dia ?
Apakah di Servo bisa membantu saya ? Kira-kira berapa sesi yang harus saya jalani ?
terima kasih.
09/03/2007 at 07:59
Mbak Dina sang Pengantin Baru.
Insya Allah terapi Servo dapat membantu mengatasi masalah mbak Dina.
Walaupun pengalaman indah tsb.dapat dihilangkan dengan terapi Servo, namun tidak saya sarankan untuk dihilangkan, melainkan hanya diubah menjadi tidak kita rasakan.
Biar bagaimanapun hal tersebut adalah sejarah hidup kita dan siapa tau kelak berguna sebagai pembelajaran untuk anak mbak Dina.
Lama terapi Insya Allah sekitar 2-4 sesi @ 1 jam.
09/03/2007 at 08:01
Saya seorang mahasiswi berumur 21 tahun.
Sebenarnya sudah sejak sma kelas 1 (entah kelas 2 SMA) Saya memiliki kelainan aneh yaitu sering merasa jijik yang agak berlebihan terhadap orang yang Saya tidak suka (dengan alasan tidak suka yang sebenarnya konyol).
Orang pertama yang tidak Saya suka adalah ayah Saya, bila bertemu dengan ayah Saya atau berada dekat, Saya cenderung merasa risih dan akhirnya merasa depresi oleh perasaan risih tersebut. Saya baru merasa tenang bila sudah berada di dekat ibu Saya.
Memasuki kuliah, rasanya semakin parah dimana saat itu ada senior yang pdkt dgn Saya dan Saya merasa sikapnya yang ‘cari perhatian’ membuat Saya risih. Akhirnya tiap kali ketemu rasanya Saya amat jijik, Saya tidak mau memegang benda yang pernah ia pegang, tidak mau duduk di kursi yang pernah ia duduki, dsb. Dan kalo sampai bersentuhan rasanya mau muntah.
Kemudian memasuki tahun kedua kuliah, Saya mulai merasa risih bila melihat orang jelek (perlu diketahui bahwa Saya seorang cg character designer yang suka memperhatikan seluk beluk muka indah). Saya tahu sikap Saya salah dan tidak seharusnya saya membeda-bedakan orang.
Tolong beri penjelasan, perlukah Saya pergi ke psikiater ? Atau ada metode yang lebih mudah ?
09/03/2007 at 08:03
Mbak Frede yang Mahasiswi.
Untuk menemukan penyebab munculnya rasa jijik tsb., melalui terapi Servo mbak Frede diajak mundur (regresi) ke masa lalu.
Penyebabnya dapat bermacam macam seperti pernah melihat / mengalami perlakuan tidak senonoh ataupun sugesti / cerita negatif yang dipupuk terus menerus, dsb.
Jika belum juga dapat diatasi sendiri, kemungkinan telah mengalami peneguhan (fikasasi). Mintalah bantuan profesional.
09/03/2007 at 08:10
Salam,
Apakah Servocenter juga memiliki service hipnoterapi untuk phobia sosial ?
Mohon diinformasikan juga biaya dan lama terapinya. (via email saya juga boleh).
Thanks,
Roni Satria
09/03/2007 at 08:21
Saya Wahyu.
Saya kepingin sekali melamar dengan pengalaman yang saya lakukan..tapi saya lulusan universitas yang tidak terkenal..dan itu membuat saya patah semangat..
Dimana ya kendala saya bapak, thanks.
09/03/2007 at 08:23
Bung Wahyu yang lagi terus berusaha !
Syarat lulusan dari universitas tertentu hanyalah “salah satu” cara perusahaan melakukan seleksi penerimaan.
Yang biasa orang lain lakukan jika menghadapi masalah seperti Anda adalah :
1. Mengikuti magang terlebih dahulu
2. Membangun prestasi terlebih dahulu melalui perusahaan Asuransi atau Sales Executive di industri Farmasi
3. Menambah ketrampilan lain seperti komputer, bahasa Inggris dsb.
4. Melanjutkan kuliah S2 di universitas negeri
5. Mengikuti Konsultasi / Coaching
6. Terus mengirimkan surat lamaran
7. Rajin sillaturrahmi ke teman, kampus, pengajian
8. Wiraswasta di bidang yang disukai
9. Dll.
Diterima bekerja adalah hal yang “penting” tetapi jauh lebih penting adalah “cara” kita merespon setiap persoalan yang muncul, baik dikehidupan kita sehari hari ataupun di dunia kerja.
Percayalah, selalu ada jalan menuju ke tujuan. Selamat berjuang !
09/03/2007 at 08:26
SAYA HAMPIR PUTUS ASA,SETELAH 2 TAHUN MASIH MENGANGUR.
APAKAH YG SALAH PD DIRI SAYA ?
09/03/2007 at 08:28
Bung Jesen yang Sudah Ingin Kerja !
Bumi Allah itu sangat luas.
Teruslah membuat surat lamaran sambil kualitas surat lamaran Anda terus ditingkatkan (baca ulang point point artikel diatas).
Jika kegagalan Anda banyak di saat wawancara, sambil berjalan perbaiki Konsep Diri Anda (cara Anda berfikir dan merasakan diri Anda sendiri).
Sambil menunggu kesempatan kerja yang lebih baik, tingkatkan terus kompetensi Anda seperti kemampuan komputer, bahasa Inggris serta kesediaan diri untuk magang (bekerja tanpa dibayar) dengan kompensasi Surat Pengalaman Kerja.
Sering seringlah silaturrahmi ke sahabat lama Anda. Dengan bergerak, membantu Anda keluar dari perangkap kebosanan karena terlalu lama menganggur.
Mulailah memperluas alternatif sebagai seorang entrepreneurship / wiraswasta. Anda dapat memulainya dari bidang pekerjaan yang Anda sukai. Cukup banyak orang yang sukses memulai usaha dari hobby.
Karena keputusan pemberi kerja termasuk diluar zona kendali kita, mintalah kepada Allah Swt.
Pekerjaan Anda sekarang adalah “membuat surat lamaran” atau menciptakan lapangan pekerjaan.
15/03/2007 at 10:18
Pak saya sangat sulit yang dinamakan : Rileks..
Tiap berfikir otak kiri saya merasa nyeri dan terlalu mudah terganggu dan memikirkan hal2 yang tidak penting. Jadi sangat sulit fokus dan khusuk…
Satu lagi, saya selalu memikirkan kaki kanan, boleh dibilang saya phobi dengan KAKI KANAN..aneh ya pak?
Ini mungkin membuat orang lain ketawa kalo mendegar keluhan saya..tapi sptnya alam bwh sadar saya selalu ‘memikirkan’ hal itu..
Jika saya lawan, otak kiri saya merasa nyeri..
Bisa tidak ya diatasi dengan SERVO.
Terima kasih
16/03/2007 at 02:00
Bung Izan yang ingin Rileks.
Untuk rileks sebetulnya sangat mudah yaitu cukup Anda niatkan atau Anda izinkan diri Anda untuk menjadi rileks maka tubuh Anda berubah rileks.
Akan tetapi jika cara tsb. belum juga berhasil, kemungkinan emosi Anda terkunci atau telah mengalami fiksasi pada peristiwa ekstrim dimasa lalu.
Namun tidak usah khawatir, Insya Allah hal tersebut dapat 100% dibebaskan.
16/03/2007 at 03:32
Ingin tanya semua tentang sakit hati, asal mulanya, penyebabnya sampai solusinya.
16/03/2007 at 03:34
Silahkan lihat artikel berikut : Sakit Hati.
Semoga membantu.
16/03/2007 at 03:42
Saya seorang mahasiswa.
Saya selalu masuk di waktu kuliah tidak pernah absen sama sekali. Semua pekerjaan rumah dpt saya selesaikan dengan benar dan rapih.
Sebelum ujian pun saya sudah persiapkan sebelumnya sampai benar2 tidak ada yg saya lewati. Tetapi kenapa pd saat ujian saya merasa gugup, sampai2 konsentrasi saya buyar dan saya tidak puas dengan hasil yg saya peroleh, karena pada dasarnya saya bisa menguasai seluruh materi tersebut.
Itu mengganggu pikiran saya dan rasanya hal itu tidak adil buat saya.
16/03/2007 at 03:52
Adakah hubungan antara motivasi berprestasi dengan kecemasan ?
16/03/2007 at 03:57
Mbak Velindar dan Bung Subi.
Sama halnya dengan rasa cemas, rasa gugup yang mbak Velindar rasakan termasuk salah satu Hambatan Psikis.
Hal tersebut dapat mempengaruhi terhadap pencapaian sasaran ataupun prestasi yang kita inginkan.
Silahkan lihat artikel berikut : Hambatan Sukses.
17/03/2007 at 10:41
Pak…sdh sebulan ini saya terkena KECEMASAN yang krg beralasan, sangat mudah bosan.
Jika sudah demikian jantung saya berdebar tdk beraturan dan mudah merasa capek dan ngatuk..Apakah hal itu faktor psikologis ?
Saya mmg tipe yang jarang curhat masalah dengan org lain…Ingin terlihat ‘sempurna’ dihadapan org lain. Oleh psikolog saya selama ini minum penenang FRIKSITAS.
Jk sdh cemas, saya merasa sulit tidur walaupun ngantuk… Saya takutnya tergantung dengan obat tersebut..
Apakah SERVO bisa membantu saya?
Terima kasih.
19/03/2007 at 08:58
Bung Cahyono yang ingin Nyaman.
Tidak ada yang salah untuk berkarya sebaik (sempurna ?) mungkin.
Akan tetapi berusaha tampil sempurna sesuai keinginan orang lain beresiko menempatkan kita pada posisi “objek” atau “korban” dan hal ini akan membuat kita kehilangan jati diri.
Tampil menurut pilihan mental kita sendiri justru membuat kita lebih “sehat”. Misal memilih jadi pribadi yang suka menghargai waktu, pribadi yang profesional, pribadi yang tegas, pribadi yang suka menolong, pribadi yang menghargai kesehatan dsb.
Tugas bung Cahyono selanjutnya, baik secara mandiri ataupun dengan bantuan profesional adalah menemukan “akar permasalahan” dan melepaskannya (katarsis).
21/03/2007 at 15:49
Salam kenal Pak..
Saya adalah adalah orang yang kadang-kadang bersikap keras pada cewek saya.
Bagaimana solusi untuk menghilangkannya ?
Dan apakah saya perlu ke psikolog ?
Makasie….
26/03/2007 at 13:38
Kita “tidak berhak” memenjarakan fisik ataupun pikiran orang lain, kecuali hanya mempengaruhi.
Kita “dapat” memenjarakan fisik orang lain, akan tetapi “tidak” terhadap pikirannya.
Solusi : Program diri Anda melalui buku motivasi, pelatihan pengembangan kepribadian, konsultasi ke profesional.
09/04/2007 at 00:08
Saya sering sekali tidak memahami perasaan orang lain, maka dari itu saya di kucilkan dari pergaulan.
09/04/2007 at 00:21
Berita buruknya : Semakin Anda membenci diri sendiri maka Anda akan semakin terpuruk dan menderita.
Berita baiknya : Anda dapat berubah menjadi pribadi yang menyenangkan jika Anda “mengijinkannya”.
08/05/2007 at 14:23
Pak Isywara,
Saya merasa mengalami gejala tidak percaya diri yang berat (menurut saya). Hal itu saya alami terutama rasa tidak pd ketika berbicara. Saya merasa sangat tidak nyaman ketika menjadi pusat perhatian. Apalagi jika harus berbicara di depan umum. Perasaan menjadi grogi, lemas, jantung berdetak kencang. Kadang rasa itu sudah menyerang ketika menunggu giliran tiba untuk berbicara.
Apakah benar gejala seperti ini merupakan tidak pd yang cukup berat? Terus jika dengan hipnoterapi apakah bisa sembuh? Kira2 butuh berapa lama / berapa kali terapi? Untuk informasi biaya bisa diberi tau pak?
Terimakasih..
09/05/2007 at 02:44
Pak Hadi….
Apa yang dirasakan pak Hadi biasa disebut dengan Fobia Sosial, silahkan Klik artikel berikut : Fobia Sosial.
Melalui Hipnoterapi, Insya Allah hal tsb. dapat dihilangkan.
10/05/2007 at 04:29
Salam kenal,
Saya domisisli di Bali, saya menderita Depresi dan Cemas,
bisakah terapi dalm 1 kali kunjungan (Waktu dan biaya tidak
memungkinkan untuk datang berkali-kali kan) dan sembuh ?
karena dari berbagai artikel yang pernah saya baca untuk terapi
dengan Hipnoterapi perlu pertemuan berkali-kali bahkan puluhan
kali (tidak bisa sembuh dengan sekali terapi), mohon info Pak
karena kalau saya memutuskan berangkat ke tangerang yang belum pernah saya kesana tentu pertimbangan diatas sangat menentukan
Salam dan terimakasih
10/05/2007 at 09:56
Walaupun ada yang 2 kali pertemuan @ 1 jam sudah terbantu, tetapi saya tidak mau menjanjikan apa apa terlebih dahulu, karena biasanya masing masing kasus unik.
Tetapi sebagai gambaran :
1. Terapi yang bertujuan cari solusi biasanya hasilnya lebih bagus dari yang sekedar mencari dukungan / curhat
2. Semakin pasrah semakin baik
Khusus diluar Jabodetabek, jika memiliki fasilitas Yahoo Messenger / telpon bisa dilakukan terapi jarak jauh terlebih dahulu.
Baru kemudian dituntaskan dengan tatap muka, Insya Allah cukup 1 kali.
17/05/2007 at 10:13
Salam sejahtera,
Senang sekali bisa menemukan fasilitas konsultasi ini di internet.
Saya pria 29 tahun,sedang menyelesaikan S2, bekerja sebagai staf pengajar di universitas di Surabaya. Bersama dengan pacar saya, kami merencanakan akan menikah akhir tahun ini. Kami telah berpacaran 2 tahun. Pacar saya 26 tahun, bekerja di sebuah RS di Tangerang.
Kami sadar, semakin dengan waktu pernikahan kami, akan semakin besar tantangan yang akan kami hadapi. Dari sisi saya sendiri, saya merasa kesulitan apakah kelak saya mampu menjadi pemimpin dalam keluarga, karena selama berpacaran, saya adalah disisi yang paling banyak kekurangan dan kelemahan, karena banyak sekali hal dari diri saya yang dikomplain dan dipermasalahkan oleh pacar saya. Misalnya penampilan, pekerjaan dan lain-lain. Serta kemauannya yang sering berubah dan mudah terpengaruh dengan temannya.
Selama ini saya hanya diam, sabar dan mengalah, karena saya lebih mengutamakan keutuhan kami daripada saya harus membela diri dan bersikap defensif atau menasehati pacar saya yang akan membuat dia lebih marah dan akan hubungan kami menjadi terganggu. Saya mendambakan isteri yang bisa menerima saya apa adanya, sholihah dan menentramkan hati. Selama ini saya berusaha tidak pernah komplain dan menerima dengan ikhlas pacar saya seperti apa adanya dia. Semuanya dengan harapan pacar saya bisa terpengaruh untuk bisa menerima saya juga apa adanya.
Mohon saya diberi pencerahan bagaimana dan apa yang harus saya lakukan lagi, agar kami bisa dengan mantap melangkah menuju pernikahan kami. Terimakasih.
Mukhlis Alfa
17/05/2007 at 18:16
Menikah adalah menyatukan dua kepribadian dalam sebuah ikatan perkawinan. Memahami pasangan adalah sebuah proses pembelajaran yang terus menerus sampai dipisahkan oleh maut ataupun perceraian.
Akan tetapi sebelum terlibat dalam sebuah proses pembelajaran terhadap pasangan Anda, yang harus ditanyakan kediri Anda sendiri adalah :
1. Apakah Anda percaya bahwa selalu ada solusi dalam setiap persoalan kehidupan termasuk tantangan dalam kehidupan pernikahan Anda ?
2. Apakah Anda mengijinkan diri Anda untuk selalu menghadapi setiap persoalan yang ada dan mengambil hikmah terhadap hal yang tidak nyaman sebagai sebuah resiko pembelajaran ?
Lihat artikel : Berpasangan.
Jalan berpikir pasangan termasuk diluar zona kendali kita…. namun memperbaiki kemampuan komunikasi / persuasi, menghilangkan kebiasaan kebiasaan buruk termasuk dalam zona kendali kita.
18/05/2007 at 03:50
Pak Isywara,
Saya adalah orang yang agak pendiam.
Kenapa ya kalo saya menyatakan pendapat saya walaupun itu benar dan saya yakin, kenapa dalam saya berbicara saya sulit mengekspresikan rasa yakin saya ?.
Lalu dalam suatu diskusi kenapa saya sulit menemukan ide untuk dapat memberikan saran yang saya rasa bisa saya lakukan ketika bersama 1 atau 2 orang saja ?.
Padahal waktu bersama 1 atau 2 teman, saya bisa memberikan saran yang membuat teman saya keluar dari masalahnya dan saya rasa memang bermutu.
Terima kasih
21/05/2007 at 02:35
Mbak Lia yang baik.
Pada awalnya “diri” mbak Lia menjalankan program sesuai dengan karakter awal mbak Lia yaitu pendiam / bicara seperlunya.
Dapat saja kesulitan yang Mbak Lia rasakan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang selama ini memang kurang dilatih. Jika kemudian mbak Lia mulai menyadari bahwa kemampuan komunikasi diperlukan dalam pergaulan ataupun pekerjaan, mbak Lia cukup mengubah “label diri” tsb. menjadi Lia yang “ramah” dan kemudian perbanyaklah berlatih.
Akan tetapi jika yang Mbak Lia rasakan adalah “takut salah bicara”, kemungkinan disebabkan oleh pengalaman buruk Mbak Lia dimasa lalu seperti ejekan teman ataupun kritikan yang menyakitkan.
Jika penyebabnya yang kedua sebaiknya di terapi.
21/05/2007 at 04:30
Saat ini saya sudah bekerja jauh dari rumah selama 2 tahun.
Sebenarnya tinggal jauh dari rumah membuat saya tidak betah, tapi saya betah-betahin karena waktu itu saya takut dengan ortu.
Tapi sekarang suasana kantor membuat saya tidak nyaman, orang-orangya sudah berubah dan apalagi ditambah dengan pekerjaan yang semakin menumpuk. Saya merasa bodoh karena banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Dada saya terasa sesak, sering merasa stres dan tidak punya semangat untuk bekerja.
Saya ingin pergi jauh dari semua ini, sampai pada suatu saat saya pernah berfikir untuk keluar dari pekerjaan dan kantor ini. Tapi semua ini belum saya lakukan karena saya berfikir mencari pekerjaan itu sulit. Tolong berikan solusi Apa yang seharusnya saya lakukan ?
Bagaimana kalau saya keluar dari pekerjaan dan kantor ini ? Saya bingung sekali.
21/05/2007 at 08:43
Persoalan, jika direspon dengan cara yang benar akan membuat kita semakin positif dan tumbuh, namun jika direspon dengan cara yang salah membuat kita semakin terpuruk, menderita dan ancur-ancuran.
Lihat artikel : Cara Respon.
Jika berbagai upaya telah Anda lakukan namun dirasa tetap sulit berubah, kemungkinan telah terjadi kemandekan mental dalam diri kita (mental block). Fikirkan kemungkinan untuk meminta bantuan profesional dan jika hal tersebut telah Anda lakukan, ganti sampai Anda menemukan profesional yang tepat.
Berhenti bekerja ataupun lari dari masalah tidak akan menyelesaikan persoalan apapun melainkan memunculkan rasa bersalah dan memperberat persoalan.
21/05/2007 at 09:44
Saya mempunyai phobia ikan bagaimana langkah awal menanganinya ?
21/05/2007 at 09:48
Silahkan lihat artikel berikut : Pertanyaan Seputar Fobia.
21/05/2007 at 11:52
Saya punya anak, 10 thn, dengan sekumpulan sifat jelek yang terakumulasi. Pembangkang, malas berlebihan dalam segala hal, tidak ada motivasi, kesulitan belajar, dan ketakutan sangat berlebihan terhadap kotor, jijik terhadap sayur, dan masih banyak lain lagi yang semuanya menghambat kegiatan sehari-hari dan kesehatan fisik dan mentalnya.
Apakah terapi servo dapat diterapkan untuk anak-anak seperti ini ?
21/05/2007 at 12:25
Terapi S.E.R.V.O dapat dilakukan pada rentang umur berapapun sejauh klien dapat diajak berkomunikasi serta memiliki kebutuhan untuk berubah.
22/05/2007 at 01:05
Saya ucapkan terimakasih atas bantuan anda, tapi pak saya masih bingung mengapa kalau masalah itu datang saya mudah merasa panik, stres, capek, dll. Saya jadi membenci diri sendiri, mengapa saya bodoh, mengapa saya jadi orang malas dll.
Kalau saya ingin minta bantuan, saya harus datang pada siapa ? Psikiater atau siapa ? Kalau misalnya saya jadi ganti pekerjaan bagaimana cara memberitahukan kepada orang tua, mengingat orang tua ( terutama ibu ) orangnya mudah marah.
Oh ya pak, bagaimana cara mengatasi atau menyikapi atasan saya yang mudah murah, karena memang akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan.
Terimakasih.
22/05/2007 at 01:48
Sebelum Mbak Nina memutuskan pindah kerja, sebaiknya meminta bantuan profesional terlebih dahulu, terutama untuk menghilangkan hambatan psikis (mental blok) yang telah terbentuk. Untuk itu Mbak Nina dapat meminta bantuan psikiater, psikolog, hipnoterapis ataupun servoterapis.
Membuat keputusan besar sebaiknya tidak dilakukan saat kita sedang memiliki masalah, karena selain tidak objektif dapat menimbulkan masalah baru yang tidak perlu.
22/05/2007 at 02:38
Terimakasih atas saran yang anda berikan. saya akan mencoba untuk datang keseseorang yang telah anda sebutkan tadi. Do’akan semoga saya dapat segera keluar dari masalah ini.
Terimakasih dan hidup Servo……………….
31/05/2007 at 07:32
Masalahnya itu pak, anak saya tidak merasa bersalah dengan “kelainan”nya itu.
Dia merasa wajar-wajar saja kalau dia jijik (mungkin fobia ya pak ?), malu, malas, takut, tidak bertanggung jawab,tidak ada inisiatif (mungkin karena sifat malas) dsb. dan cenderung menyalahkan keadaan dan orang lain.
Jadi dia seperti tidak memiliki kebutuhan berubah, menurutnya yang perlu berubah adalah orang lain dan keadaan. Apakah pengobatan “servo” tidak berbahaya terhadap anak seumur itu pak ? Butuh waktu berapa lama untuk mengubahnya. Terima kasih.
05/06/2007 at 02:42
Sebelum terapi, sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu kebutuhan “berubah” ybs.
Jika karena satu dan lain hal ybs. belum dapat diajak berkomunikasi misal karena usia yang masih terlalu kecil ataupun apatis maka dilakukan terapi dengan metode EFT (emotional freedom technique).
Resiko terburuk adalah tidak terjadi perubahan apapun setelah terapi.
Lama terapi antara 1 – 3 kali kunjungan.
18/06/2007 at 13:05
pak is, saya seorang mahasiswi. saya punya kebiasaan buruk yang susah diubah. saya suka banget belanja bahkan belanja hal-hal yang tidak terlalu saya butuhkan. kebetulan saya bekerja juga jadi saya tidak memiliki kesulitan untuk mendapatkan uang untuk belanja.
saya merasa kebiasaan saya semakin buruk karena begitu saya buka lemari, saya sadar ada belasan kardus berisi sepatu yang belum pernah sekalipun saya pakai dari pertama beli. saya juga punya beberapa baju yang bahkan harganya belum saya lepas. juga pernak-pernik yang belum saya buka dari kemasan.
susah sekali menghilangkan kebiasaan ini karena saya hobi banget jalan2, dan pasti ada barang yang menarik perhatian saya. bagaimana ini pak? kebetulan pacar saya tidak tau hal ini karena kami pacaran jarak jauh. saya takut kalo pacar saya tau..
19/06/2007 at 11:22
Mbak Atika yang suka Belanja.
Kebiasaan tersebut biasa disebut dengan Shopaholic atau Kecanduan Belanja.
Jika kebutuhan untuk berubah dari Mbak Atika sudah sangat kuat, Insya Allah hal tersebut dapat dipulihkan. Lihat artikel berikut : Kecanduan Belanja.
Terima kasih.
19/06/2007 at 12:11
Saya memiliki masalah psikologi klinis yaitu depresi sejak hampir 20 tahun yl. dan sering kambuhan. Beberapa tahun terakhir ditambah lagi dengan panik dan anxietas.
Akhir-akhir ini saya baru tahu bahwa kakak saya pernah mengalami post partum depression dan adik saya juga mengalami depresi, anxiety dan panik. Adik satunya lagi sudah belasan tahun menderita schizophrenia, walaupun terkontrol, thanks to the newest medication.
Saya ingat mendiang ibu saya dulu juga pernah mengalami histeria dan ayah saya juga punya masalah emosi (sering memukuli anak-anaknya) serta depresi paska pensiun. Kelihatannya masalah psokologis ini memang meluas di keluarga saya, seluruh anggota keluarga terkena.
Hal ini tidak pernah kami bicarakan secara terbuka, dan kami mencari penyembuhan masing-masing, kecuali adik yg schizophrenia, yang pengobatannya kami bicarakan bersama.
Saya sudah lelah dengan keadaan ini dan malas bila harus mulai lagi mengkonsumsi anti depresan. Apakah ini termasuk kondisi yang bisa dibantu oleh SERVO ?
19/06/2007 at 12:12
Oh ya, apa beda Servo dengan hypnotherapy ?
Beda nama ataukah juga beda metode ?
20/06/2007 at 12:03
Pertama tama perkenankan saya mengekspresikan kekaguman saya atas semangat Anda ingin pulih.
Menilik cerita tentang kedua orang tua Anda yang mengalami gangguan emosi sejak lama, kemungkinan problem Anda dan saudara lebih disebabkan oleh distorsi pengidentifikasian diri karena menggunakan model keteladanan yang buruk sejak kanak kanak.
Sebaiknya di terapi !
Catatan : Hipnoterapi hanyalah salah satu metode yang dipakai pada terapi Servo.
26/06/2007 at 13:22
Bapak yang terhormat,
Saya ingin menanyakan bagaimana cara menghilangkan Onani dan meningkatkan rasa percaya diri ?
Bisakah orang yang hanya IQ pas-pasan bisa menjadi orang sukses soalnya nilai akademik saya pas-pasan bahkan kehidupan saya agak kurang dalam segi materi. Padahal saya sering membaca buku motivasi seperti psychocibernetic (mixwel maltz) rich dad poor dad (robert T. kiyosaki) dan buku tung desem waringin tapi saya kurang percaya diri dalam mengambil sikap, kenapa pak ya?
Apa akar dari persoalan saya ?
27/06/2007 at 03:00
Bung Maskur yang ingin PD,
Kemungkinan, kecanduan onani Anda hanyalah “kembangan” dari persoalan Anda yaitu sebagai sarana pelarian (zona nyaman) Anda.
Setiap individu adalah unik dan berpotensi menjadi yang terbaik di bidangnya.
Tugas Anda (dengan ataupun tanpa bantuan Personal Coach) adalah bersabar dan berikhtiar sampai “menemukan” kelebihan Anda dan mengabaikan kekurangan Anda. Teruslah bersabar dan berikhtiar atau jika mentok, mintalah bantuan profesional / terapis ?
Namun jika upaya keras Anda dirasa mentok ….kemungkinan di dalam diri Anda telah terbentuk mental block (hambatan psikis) untuk itu hambatan psikis inilah yang harus dihilangkan terlebih dahulu. Lihat artikel berikut : Hambatan Sukses.
Percayalah, khusus untuk masalah emosi, selalu ada solusi sejauh Anda masih ingin berubah.
27/06/2007 at 03:28
Bapak yang terhormat.
Saya seorang mahasiswa yang sering bermonolog dengan buku, meyukai buku psikologi dan motivasi ( karangan Danah Zohar dan Dale Carniage), namun serigkali patah arang setiap kali saya berusaha merealisasikan mimpi-mimpi terdalam saya.
Akhirnya saya sering mengidenifikasikan diri saya pada tokoh-tokoh dalam film Secret Window, Forest Gump, da Beatiful Mind.
Saya berempati sedalam-dalamya pada tokoh-tokoh utama tersebut karena saya memiliki banyak pengalaman yang membuat saya tidak memiliki kesempatan berkata atau menyanggah lawan bicara saya.
Sejak SD saya sering menyimpan kekeasalan dan kebahagiaan seorang diri, hingga akhirnya sekarang saya mengalami problem hubugan sosial.
Saya sering mengalami perubahan emosi (kebahagian dan kesedihan) dalam waktu yang sangat cepat, sedikit phobia dengan wanita karena saya tidak berkesempatan megatakan cinta saya kepada teman SMP saya, sering kehilangan fokus dan melakukan onani ketika saya idak mampu mengatur emosi saya.
Saya juga sering bermimpi terhempas dari ketinggian tertentu atau sering melanjutkan sendiri kisah-kisah dalam novel yang saya baca dalam mimpi saya.
Ketika saya lari pagi saya sering berharap bahwa sewaktu-waktu ketika saya jatuh dari jalan yang saya lintasi ketika saya lelah maka saat itu akan tumbuh sayap di puggung saya hingga membuat saya terbang, bahkan ketika ke warnet saya tidak bisa untuk tidak mengunjungi situs porno, banyak sekali yang berputar di kepala saya hingga membuat saya pusing?
Saya berupaya menuntut diri saya untuk berubah, tapi saya tidak tahu bagaimana cara agar saya bisa berubah menjadi manusia paripurna yang memiliki kebahagiaan.
Sebenarnya apa masalah saya dan terapi apa yang dapat saya lakukan untuk menyembuhkan diri saya sendiri ?
Saya ingin menerapi diri saya sendiri.
Teman kecil saya sering mengatakan saya pegkang (sediki pincang) karena memang kaki kiri saya tidak sempurna disebabkan kelalaian seorang suster memberikan dosis imunisasi polio dan sekarang saya sudah kuliah di salah sau universitas negeri ternama dengan jurusan yang juga ternama dan bersiap menyambut kelulusan saya yang tinggal setahun atau dua tahun lagi, tapi sekali lagi, saya ingin menyatakan bahwa saya sangat takut menghadapi realitas kehidupan saya pasca saya kuliah.
27/06/2007 at 03:54
Bung BudakBandug yang pintar.
Anda beruntung dianugerahi otak encer dan kesempatan kuliah oleh sang Pencipta sehingga Anda dapat kuliah disekolah ternama.
Menilik dari cerita Anda …. kemungkinan penyebab utamanya adalah rasa marah Anda (tanpa sadar) kepada diri Anda (maaf : keadaan kaki Anda), terhadap suster yang Anda anggap menyebabkan musibah tersebut dan teman teman yang mengejek Anda. Hal tersebut terungkap dari perasaan Anda sebagai berikut :
” Saya berempati sedalam-dalamnya pada tokoh-tokoh utama tersebut karena saya memiliki banyak pengalaman yang membuat saya tidak memiliki kesempatan berkata atau menyanggah lawan bicara saya.”
Anda membangun “benteng palsu” dalam diri Anda, karena merasa Anda tidak mungkin menyanggah jika orang lain melecehkan keadaan fisik Anda. Padahal letak persoalannya adalah musibah (sesuatu yang tidak bisa lagi kita ubah) tsb. merupakan kehendak Allah Swt. dan pikiran orang lain siapapun dia termasuk “di luar” zona kendali kita.
Solusinya adalah mulailah berdamai dengan diri Anda / ihlaskan keadaan kaki Anda sebagai bagian dari rahasia Allah Swt..(Mudah mudahan tehnologi bedah tulang ataupun kosmetik dapat memperbaikinya).
Jangan biarkan diri Anda yang menanggung “rasa marah” akibat kelalaian ataupun kebodohan orang lain, maafkan suster tsb. dan juga teman teman yang menyakiti hati Anda, atau jika tidak mungkin Anda maafkan, kembalikan semuanya kepada Allah Swt., biarlah Allah yang akan membalasnya.
Berfokuslah hanya pada apa yang dalam “zona kendali Anda” seperti belajar, menolong orang lain, pelatihan, terapi dsb. dan saat Anda dengan segala kelebihan Anda mulai berguna bagi orang lain…. saat itulah Anda merasa rugi karena telah menyia nyiakan anugerah luar biasa yang Allah Swt. berikan kepada Anda.
Jika belum terbantu, sebaiknya mintalah bantuan profesional / terapis.
Sukses buat Anda !
28/06/2007 at 01:52
Yth Bpk Isywara.
Pak, istri saya punya sifat yg sangat membuat saya tertekan.
Dia selalu mengingat-ingat masa lalu saya yg dia lebih2kan sendiri. Dalam pikirannya dia tidak bisa menerima dan itu selalu menimbulkan amarahnya yg kadang bisa sampai meluap-luap (mengamuk) dan tiap hari saya selalu merasa under presure dgn sifat dia tsb. Apalagi kalo dia marahi saya di depan orang banyak..
Kalau dia dalam keadaan marah dia selalu mengancam apapun…ancaman cerai lah, ancaman dia akan pergi lah dll. Sampai saat ini saya selalu mengalah dan bersabar, tetapi terus terang konsentrasi saya dalam bekerja jadi buyar.
Mohon advise bapak, bagaimana mengatasi hal ini ? Apakah dia bisa melupakan pikiran2 negatifnya atau minimal pikiran2 dia tersebut tidak menjadi amarah yg meluap-luap…
Terima kasih sebelumnya.
29/06/2007 at 02:32
Bapak Fahmi yang ingin Rukun.
Sikap istri termasuk diluar zona kendali kita. Lihat artikel berikut : Zona Kendali.
Yang dapat bapak lakukan adalah meningkatkan kemampuan komunikasi Bapak dengan mengikuti berbagai sesi pelatihan komunikasi, baca buku, konsultasi, terapi dsb., sehingga dapat memperluas zona pengaruh bapak terhadap istri.
Jika Bapak merasa memiliki hambatan psikis atau mental block dalam berkomunikasi dengan pasangan sebaiknya hal tersebut di hilangkan/diterapi terlebih dahulu.
Bapak juga dapat memanfaatkan bantuan pihak ketiga (mediator) yang dapat diterima oleh kedua belah pihak seperti orang tua, sahabat keluarga, profesional / terapis.
30/06/2007 at 03:53
Pak Isywara, terima kasih atas sarannya.
Saya tertarik dengan artikel ‘zona kendali’ yg ternyata aplikasi sangat luas.
Dan mungkin akan membantu saya untuk bisa lebih mempengaruhi pikiran istri saya.
Nah, memang betul justru dengan kesabaran saya berarti mematikan komunikasi dengan istri.
Selama ini saya sabar, karena saya pikir itu satu2 nya cara untuk meredam amarah dia yg bertubi-tubi.
Mohon sarannya, apakah sikap saya ini benar atau justru jadi bumerang ?
Pak Is, mohon sarannya juga, dengan cara apa saya harus terapi untuk menghilangkan ‘mental block’ seperti yg bapak sarankan.
Dan juga mengenai pikiran2 negatif, dan temperemen istri yang tinggi, apakah itu bisa hilang dengan sendirinya seiring waktu, atau ada juga terapi
untuk meringankan pikiran2 tsb.?
Mohon penjelasannya juga apakah tanpa bertatap muka dengan Bapak, saya bisa melakukan terapi tsb,karena saya berada di luar Jawa.
Terima kasih sebelumnya Pak.saya ingin saya dan istri saya bisa mengisi kehidupan ke depan dengan penuh ketenangan.
09/07/2007 at 01:41
Bapak Fahmi yang peduli Istri.
Motivasi Anda untuk mengisi kehidupan kedepan dengan penuh ketenangan merupakan modal penting perubahan itu sendiri.
Perubahan difokuskan pada diri sendiri lebih dulu, terutama jika kita memiliki “hambatan emosional”, apalagi jika sikap istri hanya merupakan “reaksi” atas “cara” kita berkomunikasi.
Jika sikap istri hanya merupakan protes atas sikap kita, biasanya secara otomatis ybs. ikut berubah.
Namun jika istri juga memiliki “hambatan emosional” yang berasal dari trauma / pengalaman buruk di masa lalu, sebaiknya Anda bersabar dan memahami Istri Anda sebagai “Pihak” yang harus Anda tolong.
Selanjutnya Anda dapat memanfaatkan orang yang biasa “didengar” oleh Istri Anda untuk menimbulkan “kebutuhan berubah” pasangan Anda.
Akan lebih baik lagi jika Anda memilih profesional / terapis yang “di percaya” Istri Anda untuk sebagai mediator sekaligus terapis.
Karena pertimbangan jarak, apabila “yakin”, konsultasi / terapi dapat dilakukan via telpon ataupun Yahoo Messengger.
09/07/2007 at 09:32
Ass Wr Wb
Yth Isywara.
Pak, saya punya masalah psikologis yang hebat.
Saya sering sekali merasa diri saya rendah dari orang lain, karena memang saya banyak kelemahan2.
Saya ingin datang ke klinik anda untuk konsultasi dan terapi kalo bisa. Saya ingin tahu berapa sih biaya pengobatannya.
Tolong balasannya langsung dikirim.
Terima kasih.
09/07/2007 at 10:35
Bung Romi yang ingin Pulih !
Problem Anda ada terletak pada bagaimana Anda “menilai” diri Anda sendiri dan bagaimana “merasakannya” atau yang biasa disebut dengan istilah Konsep Diri. Lihat artikel berikut : Konsep Diri.
Seseorang dikatakan memiliki Konsep Diri yang rendah jika menilai diri sendiri “rendah”, “lemah”, “buruk”, “bernasib sial”, “sakit sakitan”, “bodoh”, “tidak diinginkan”, “faktor keturunan” dsb.
Biasanya disebabkan oleh “label negatif” yang orang lain berikan dimasa lalu seperti ejekan, makian/cercaan, julukan dsb. Dapat pula disebabkan oleh keyakinan yang salah seperti mitos, ramalan ataupun sugesti negatif yang dipupuk terus menerus.
Berita baiknya adalah hal tersebut dapat di ubah jika Anda mengijinkannya.
11/07/2007 at 03:46
Selamat siang Pak Isywara Mahendratto.
Saya mempunyai seorang kekasih yang sangat saya sayangi, kami berencana ingin membawa hubungan ini kejenjang pernikahan, dan kami berdua setuju.
Tetapi pada suatu hari kekasih saya menceritakan kekurangan tentang dirinya, bahwa dia mempunyai “Phobia” terhadap laki-laki, dia pernah mempunyai pengalaman yg kurang menyenangkan, dia pernah mengalami pelecehan seksual oleh teman lelakinya pada waktu masih kuliah. Kejadian itu memang tidak sampai ML tetapi karena kejadian itu dia menjadi takut terhadap Laki-laki.
Sampai saat ini dia mengalami “ketakutan/Trauma” yg sangat mendalam. Setiap saya pegang tangannya dia selalu menariknya dengan cepat dan dia ceritakan traumanya kepada saya karena nantinya itu akan menjadi hambatan jika kami menikah nanti.
Kami kawatir jika trauma kekasih saya ini tidak pulih ini akam menggangu hubungan kami nantinya. Dia takut di SENTUH oleh Laki-laki.
Saya mohoh saran dari Pak Isywara untuk membantu kekasih saya itu pulih kembali, bagaimana cara untuk membuat dia tidak takut laki2.
Terima kasih.
11/07/2007 at 04:03
Bung Yudhie yang sangat menyayangi Kekasih.
Kekasih bung Yudhie mengalami trauma psikis masa lalu sehingga emosinya terkunci (mengalami fiksasi) pada peristiwa tersebut dan berpotensi muncul dalam manifestasi takut “disentuh” laki laki.
Jika dikemudian hari ybs. mengalami situasi yang mirip dengan peristiwa tsb. secara bawah sadar akan selalu mundur atau kembali (regresi) ke peristiwa tsb.
Insya Allah, melalui terapi SERVO hal tersebut dapat dihilangkan. Adapun metodenya silahkan lihat di FAQs.
12/07/2007 at 12:52
Saya seorang gadis 21 thn dan sudah bekerja di sebuah perusahan biro perjalanan, ingin menghilangkan kebiasaan kagetan yang saya alami.
Kebiasaan itu menghinggapi sejak saya duduk di sekolah dasar.
Saya mohon bantuannya agar saya sembuh dari kebiasaan itu ?
Sebelum nya saya mengucapkan terima kasih.
13/07/2007 at 02:51
Silahkan lihat jawaban nomor # 39 dari artikel berikut : Kecanduan Onani.
13/07/2007 at 01:21
Silahkan lihat artikel berikut : Kagetan ?
Semoga membantu.
13/07/2007 at 02:06
Pak, Saya mau tanya kenapa saya mudah sekali gugup, diwaktu kumpul dengan teman2 yang setiap hari bareng pun kadang saya gugup waktu bicara, apalagi kalau saya cuma berhadapan 2 orang (4mata) saya mudah sekali berkeringat dan kehabisan omongan.
Gimana pak tips agar saya bisa merubah sifat jadi baik dan tidak mudah gugup ?
Trimakasih banyak pak……… Tolong dijawab.
13/07/2007 at 02:12
Sumber keluhan yang Anda rasakan letaknya di tabula rasa, sebaiknya diterapi !
Silahkan lihat artikel berikut : Fobia Sosial.
13/07/2007 at 02:44
Bos knpe kite cepet banget ejakulasi….
Bagaimane biar kite ngeseksnya lama dan kuat…….
21/07/2007 at 14:53
Saya dulu pernah mengalami stress akibat berhenti bekerja/di phk saya pernah sampai panic, jantung berdebar – debar dan perasaaan saya kacau sekali.
Setelah saya melihat berbagai situs tentang kesehatan, saya mengalami mental disorder. Yang ingin saya tanyakan bagaimana cara penyembuhannya ?
21/07/2007 at 15:28
Kehilangan pekerjaan masuk kategori cobaan, artinya kita masih tetap berpeluang untuk mendapatkan gantinya. Oleh karena itu respon sikap yang tepat adalah ke sabar dan ihtiar. Ulangi terus ihtiarnya sampai pekerjaan yang diinginkan kembali diperoleh.
Namun jika responnya ke perasaan “gagal”, “kiamat” dsb. hal berpotensi menjadi hambatan psikis di kemudian hari karena emosi kita terkunci pada peristiwa traumatis tsb.
Ketidakmampuan kita melepaskan diri (katarsis) dari penjara emosi tersebut akan membuat kita selalu mundur (regresi) pada peristiwa tsb.
Hal inilah yang membuat kita jadi “tidak sempat” memikirkan masa depan karena praktis waktu kita habis untuk selalu menyesali masa lalu.
Jika upaya pemulihan secara pribadi sudah dilakukan namun tetap sulit, sebaiknya meminta bantuan profesional / terapis.
24/07/2007 at 11:40
Dear,
Pak, istri saya sangat pencemburu dan curigaan.
Hampir semua hal yg saya lakukan hrs dia ketahui. Tapi jika ada hal yg berhubungan wanita (soal kerjaan), maka dia akan marah besar.
Dia cukup aktif dalam bersosialisasi, tapi jika saya yg bersosialisasi maka dia larang. Bahkan dalam urusan hoby pun, dia melarang jika ada wanitanya.
Kami sudah menikah lebih dari 5 tahun dan tdk pernah saya menghianatinya.
Kami sering bertengkar karna hal2 spt ini. Saya sudah capek dan ingin mengatasi masalah ini. Istri saya yg disembuhkan rasa curiga dan cemburunya atau saya yg dibuat betah tinggal di rumah. Apa saja deh karna saya sgt mencintai istri saya.
Apakah ada terapi yg bisa membantu kami ?
25/07/2007 at 02:37
Sikap pencemburu dari pasangan kita termasuk diluar zona kendali kita dan hal tersebut sulit diubah jika ybs. merasa wajar wajar saja.
Yang bisa diubah adalah semua hal yang dalam zona kendali pak Franky misal :
- Apakah perilaku Anda tidak berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru dari sang Istri ?
- Apakah Anda sudah pernah menanyakan apa yang Istri fikirkan dan rasakan sehingga harus selalu curiga ?
- Apakah “timing” membicarakan masalah Anda sudah tepat ?
- Apakah argumentasi Anda cukup kuat ?
- Apakah Anda selalu mengulangi komitmen kesetiaan pada pasangan Anda ? (jika perlu tertulis)
- Apakah Anda sudah menawarkan minta bantuan pihak ke 3 yang Istri percayai
Bila terpaksa, katakan bahwa privacy dan pekerjaan Anda mulai terganggu oleh kecurigaan dirinya yang tidak beralasan dan mulai sekarang Anda hanya akan menanggapi jika yang dimaksudkan istri adalah mencari solusi.
Menyayangi pasangan tidak berarti “membenarkan” setiap sikap pasangan, bersikap tegas dalam mendidik pasangan juga merupakan bentuk kasih sayang.
Terapi yang tepat adalah “mediasi” oleh pihak ke 3 yang dipilih oleh Istri Anda dan jika salah satu ataupun kedua belah pihak menyadari memiliki “mental blocking” akibat trauma psikis ataupun pendidikan yang salah dimasa lalu, sebaiknya ybs. sendiri yang meminta untuk di terapi.
25/07/2007 at 04:56
Selamat siang pak Isywara.
Dulu saya pernah konsultasi mengenai stres saya kepada bapak.
Tetapi sampai sekarang saya belum mengunjungi ke seorang psikiater atau yang lainnya, hal itu dikarenakan :
1. stres itu tiba2 hilang walaupun kadang juga datang lagi.
2. biayanya cukup mahal untuk saya (saya pernah menelpon untuk menanyakan biayanya).
Tapi yang ingin saya tanyakan saat ini adalah saya mempunyai kebiasaan buruk baru, yaitu saya suka belanja dan suka jalan2. Walaupun saya tahu itu pemborosan bagi saya, tetapi saya sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan itu.
Apakah ada hubungan antara stres dengan kebiasaan buruk saya itu ? Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk itu ?
Atas bantuan dan saran yang diberikan, saya sampaikan terima kasih.
25/07/2007 at 12:03
Mbak Nina yang ingin Pulih.
Emosi yang terkunci (fiksasi) berpotensi membawa kita ke siklus uzur. Lihat artikel berikut : Mekanisme Problem.
Jika sudah demikian pilihannya cuma dua dan sama buruknya.
1. Jika kita “terpaksa” berinteraksi dengan “sumber stress” seperti masalah kuliah, keluarga, pekerjaan, ekonomi dsb. mekanisme responnya cenderung gugup, panik, takut, fobia, cemas dsb.
2. Namun jika kita bisa lari dari masalah atau “berkompensasi”, mekanisme responnya cenderung malas, sedih, kecanduan (mania), obsesif dsb.
Selama emosi terkunci tadi belum dibebaskan (katarsis) maka upaya menghilangkan kebiasaan buruk tadi hanya mengubah bentuk dari satu kebiasaan buruk ke kebiasaan buruk lainnya.
Mengapa demikian ?
Karena kebiasaan buruk tersebut merupakan tempat kita bersembunyi atau lari dari masalah yang paling nyaman sehingga selama sumber kegelisahan (akar masalah) tidak dihilangkan maka tubuh tidak akan rela kenyamanan tersebut direnggut.
Saran saya sebaiknya meminta bantuan profesional atau terapis.
Catatan : Berkompensasi merupakan mekanisme perlindungan diri otomatis karena diri kita tidak boleh terus menerus tegang.
27/07/2007 at 01:52
Saya mau tny apa hukum hipnoterapi ?
Apa bertentangan dengan agama ?
Terus apakah dengan hipnoterapi dapat menghapus memori masa lalu yang buruk seperti pemerkosaan atau tindakan kekerasan lainnya ? Apa dengan hipnoterapi dapat seratus persen hilang pikiran negatif yang qta miliki ?
27/07/2007 at 03:20
Hypnotherapy hanyalah salah satu tehnik terapi yang digunakan untuk menghilangkan hambatan psikis (mental block) yang disebabkan oleh peristiwa traumatis ataupun keyakinan buruk yang dipupuk terus menerus dimasa lalu seperti fobia, kecanduan, obsesif, insomnia dsb.
Mekanisme kerjanya dapat dijelaskan secara logika dan sama sekali tidak menggunakan mantra, ritual ataupun pantangan pantangan tertentu.
Dengan tehnik tsb. kita/terapis jadi lebih mudah mencapai “tabula rasa”, tempat dimana emosi negatif kita terkunci.
Dengan hipnoterapi memori buruk dapat dihilangkan atau dimanipulasi… namun saran saya sebaiknya pengalaman tsb. tidak dihilangkan tetapi hanya dibuat menjadi tidak “dirasakan”, sehingga kita tetap dapat mengambil “hikmah” dari peristiwa buruk tersebut.
30/07/2007 at 07:34
Assalammualaikum Wr Wb.
Langsung aja pak saya menderita depresi, insomnia.
Saya baru tahu ketika saya konsul ama psikiater, dan yang lebih parah lgi saya mengalami depresi sejak saya duduk di bangku SMP.
Saya mengalami insomnia sejak SMA, pada saat itu saya ga tau yang saya alami ini merupakan penyakit yang serius. Saya udah sering konsul pada psikolog, psikiater memang ada perubahan, tapi sekarang ini saya masih insomnia.
Gimana saya mengatasi insomnia tersebut, saya pengen merasakan tdur yang berkualitas.
01/08/2007 at 16:51
Kemungkinannya “akar masalah” nya masih ngumpet sangat dalam.
Utamanya jika peristiwa tersebut “sangat memalukan” atau “sangat menyakitkan” mas Dadang sehingga kita beranggapan (seolah-olah) hal tersebut tidak pernah terjadi pada diri kita, melainkan pada “diri kita yang lain”.
Berdamailah dengan diri sendiri terlebih dahulu, terima apa adanya sejarah kita, kemudian mintalah bantuan profesional / terapi untuk melepaskan emosi negatif yang terkunci tersebut (katarsis).
Insya Allah mas Dadang dapat tidur dengan nyenyak.
02/08/2007 at 01:23
Saya senang melihat kisah perang, seragam militer, suara, senjata, bom, muncratan darah, bau amis cairan sperma saya sendiri, melihat darah suka sekali, bau bensin.
02/08/2007 at 01:23
Saya kenapa ya, Pak ?
02/08/2007 at 10:48
Setiap orang dapat menjadikan benda, situasi, bentuk, warna atau keadaan sebagai “subjek” yang dapat memberikan rasa nyaman bagi dirinya. Itu sebabnya ada seseorang yang menyukai warna tertentu, merk tertentu, idola / figur tertentu dsb.
Sejauh terkendali semua hal tersebut wajar wajar saja.
Namun jika dirasa mulai menimbulkan kecanduan/ ketergantungan, muncul dorongan keinginan yang berlebihan, mulai tidak terkendali, hal tersebut perlu diwaspadai sebagai “sarana” lari dari masalah (berkompensasi).
Membiarkan diri semakin larut terhadap “sarana” tersebut, berpotensi menghambat pertumbuhan “normal” emosi kita, karena praktis kita enggan keluar dari zona nyaman, apalagi jika harus mencoba sesuatu yang baru.
02/08/2007 at 11:21
Terimakasih atas jawabannya, saya udah terapi ke psikolog dan psikiater tapi belum sembuh total terutama insomnia nya ini, apalagi saya bekerja sangat tersiksa sekali tiap bangun pagi, mata perih, sakit kepala.
Saya pengen mencoba hipnoterapi, apakah di Bandung klinik Servo buka cabang. Kalo ke Tangerang dari Bandung terlalu jauh, saya juga bekerja.
05/08/2007 at 07:55
Saat ini S.E.R.V.O Clinic baru ada di Tangerang.
09/08/2007 at 06:47
As. W.,
Pak saya punya masalah yg sangat besar.
Saya sudah berkeluarga selama ….. th dg suami yg baik dan perhatian serta ….. anak yg lucu dan menyenangkan. Keluarga saya tdk pernah ada masalah.
Namun bbrp bulan ini saya terjerumus dalam masalah perselingkuhan. Saya berselingkuh dg teman chatting saya, pernah ketemuan 3x hingga terjadi kontak fisik kategori kelas berat.
Saya ingin bertobat dan ingin sekali meninggalkan dia, tp saya sangat mencintainya. Bisakah perasaan cinta saya dihilangkan dan saya kembali mencintainya suami saya spt awal2 pernikahan dulu dan sy nggak ingat lagi sama dia ?
Karena sy di luar jkt, bisakah melalui YM dulu dan berapa biayanya ?
Terimakasih atas pertolongan yg sangat saya harpkan ini.
Wass.
09/08/2007 at 11:54
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Jika mbak Dinda bersungguh sungguh ingin “berubah”, Insya Allah, perasaan cinta “beracunnya” dapat dihilangkan dan perasaan cinta “kesuami” dapat dikembalikan.
Insya Allah email mbak Dinda akan kami “add” melalui YM.
Adapun pertanyaan mengenai biaya dapat melalui telpon atau via YM.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
09/08/2007 at 12:05
Pak boleh minta e_mail penderita social phobia ga buat berbagi and buat mengetahui apakah yang saya rasakan sama dengan nya.
O ya Pak saya dengar untuk tahun 2007 soc. phob ga bisa sembuh hanya dengan terapi atau hipnotis tetapi juga harus diikuti dengan obat.
Gimana menurut Bapak? Terimakasih.
09/08/2007 at 12:19
Sesuai kode etik, kami tidak dapat memberikan alamat email klien kami kesiapapun kecuali dengan persetujuan ybs.
Saran kami, mbak Nisa dapat bergabung dengan komunitas atau milis Fobia Sosial yang banyak terdapat di internet.
Tentang klaim Fobia Sosial tidak dapat disembuhkan hanya dengan terapi tetapi juga harus diikuti dengan obat, saya justru baru dengar.
Namun dari pengalaman kami, mekanisme terbentuknya fobia sosial “sama” dengan fobia lainnya dan tehnik pemulihannya juga sama dengan fobia lainnya.
16/08/2007 at 03:03
Saya mau curhat tentang diri saya sendiri………
Saya adalah perempuan yang berusia 24 tahun dan sudah menikah dan memiliki seorang putri..
Mempunyai masalah dengan diri saya sendiri yaitu tidak bisa mengendalika marah, mudah cemas dan panik jika menghadapi masalah…
Saya tinggal di kota yang jauh dari saudara sehingga jika ada masalah saya tidak tahu harus curhat ke siapa, karena tidak mungkin saya curhat ke suami karena dia sibuk kerja….Jika ada masalah saya cenderung memendamnya sendiri dan jika sudah kepentok marah saya tidak terkendalikan….Selain itu saya juga fobia terhadap air yang melimpah seperti laut, danau, sungai…
Bagaimana saya harus berubah? Apa yang harus saya lakukan?
Saya sangat tertekan dengan masalah yang saya hadapi….
saya minta tolong sarannya…..terima kasih…….
16/08/2007 at 04:24
Sebaiknya diskusikan masalah Anda lebih dahulu dengan suami.
Mintalah waktu kepada suami untuk membicarakan masalah Anda. Sesibuk apapun suami, sudah seharusnya masalah Anda dibicarakan bersama sama karena dapat berdampak pada suami dan putri Anda.
Kalaupun suami tidak dapat membantu, minimal ybs. memahami bahwa Anda sedang butuh pertolongan dan mendukung upaya Anda untuk mencari solusi. Kemudian hubungi profesional / terapis untuk membantu Anda membuang racun emosi yang terkunci dalam diri Anda.
Terapi yang dilakukan sampai ke akar masalah, Insya Allah dapat membantu menghilangkan rasa marah, termasuk fobia Anda terhadap air (hydrofobia).
18/08/2007 at 01:57
Mohon bantuan untuk alamat klinik hipnotis untuk terapi persalinan di Daerah Malang. Saya pernah melihat di tayang TV swasta tetapi tidak begitu jelas.
Mohon Bantuan kepada rekan-rekan yang mengetahuinya.
Terima kasih
19/08/2007 at 03:45
Ada pernyataan : “Tuhan ga akan memberikan beban di luar batas kemampuan hamba-Nya….”, “Setiap persoalan pasti ada solusinya…”
but,
kenapa ada orang yg sampai bunuh diri, ??
apa karena “beban” problem yg dihadapinya melebihi batas kemampuannya???
ada orang yg selalu saja menderita seumur hidup!!!
why??
20/08/2007 at 01:01
Betul “Allah tidak menguji manusia diluar batas kemampuan”, namun pernyataan itu hanya berlaku bagi yang “percaya” pada Allah Swt.
Kalau yang tidak percaya biasanya merasa “buntu” dan memilih bunuh diri.
Sama halnya dengan “penderitaan”, merasa “bahagia” adalah sebuah pilihan.
22/08/2007 at 06:32
oh ya..
bagaimana ‘cara’ Anda memandang takdir…
seperti apa takdir itu??
22/08/2007 at 11:33
Takdir = Sunattulloh
Berani menghadapi tantangan = Tumbuh.
Lari dari masalah = Uzur
Ingin mengubah yang di luar zona kendali = Sia sia
Ihlas untuk yang diluar zona kendali = Terpelihara
01/09/2007 at 08:47
Saya merasa saya tidak tahu siapa saya…
Saya hanya merasa ingin mengerjakan sesuatu secara sempurna, sehingga saya hampir tidak pernah memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan. Saat ini saya skripsi, ini kali ketiga saya mengerjakannya dan masih belum selesai juga.
Saya merasa tidak punya tujuan hidup. Keluarga tidak pernah mendukung dan mengerti diri saya sejak saya mengalami abuse ketika umur 11 tahun.
Sampai saat inipun keluarga saya tidak pernah mensuport saya baik secara moril dan materil setelah saya lulus SMU yang ada mereka hanya melontarkan cercaan, makian, merendahkan diri saya, pengurangan hak, bahkan sejak saya kecil.
Mereka senang jika saya memberi mereka materil…bersikap baik, namun klo tidak yang ada saya diperlakukan seperti orang yang tidak diharapkan, apa lagi saat ini saya sedang menganggur.. habislah saya dengan cercaan dan makian mereka…dan mereka senang mengumbar hal-hal yang menurut mereka buruk tentang saya ke pada siapa saja. Sehingga sekali waktu saya merasa malu untuk bersosialisasi, bahkan untuk keluar rumah sekalipun.
Kondisi saya saat ini saya sangat mudah lelah, pelupa, pendiam, introvert, menutup diri, telmi, mudah di manipulasi, mudah ditipu, mudah merasa bersalah dan sulit pulih dari rasa bersalah itu. Kalau berada di ketinggian, rasanya saya ingin loncat saja.
Saya merasa saya sakit. Saya berusaha mencari buku untuk meningkatkan motivasi tapi masih belum berhasil.
Tolonglah saya…
01/09/2007 at 10:31
Mbak Neena yang ingin pulih.
Posisi “korban” pada seorang anak memang sangat rentan terhadap apapun “nilai” yang diajarkan lingkungan kepadanya.
Jika yang diajarkan adalah nilai nilai kebaikan dan kasih sayang, maka sianak berpotensi tumbuh dalam kegembiraan, demikian sebaliknya.
Namun hal tersebut dapat “berubah” dengan ataupun tanpa bantuan profesional / terapis tergantung dari seberapa cepat Mbak Neena “mengijinkan” diri mbak Neena bergeser dari posisi “korban” ke posisi “pemegang kendali” atas masa depan mbak Neena.
Percayalah, Insya Allah Mbak Neena dapat melewati semua cobaan bila Mbak Neena bersedia untuk bersabar, mengambil hikmah dan mengubah cara. Ulangi terus sampai hal yang diinginkan tercapai.
Bila segala upaya seperti training, baca buku, dsb. telah dilakukan namun dirasa terlalu lama atau belum juga berhasil mintalah bantuan profesional / terapis, jika perlu ganti sampai menemukan profesional / terapis yang tepat.
02/09/2007 at 16:41
Saya ingin crita pak..
Dulu saya seorang yang periang, ceria, asyik bergaul sm tmn dan bnyk teman yang suka sm saya, dan pada masa ini saya benar2 mraskan jati dir saya, meskipun saya juga mpnyai kejelekan, tetapi saya nyaman sebagai diri saya sendiri.
Sebagai gambaran karakter saya dalam berteman = saya mrpkn seorang yg menjunjung tinggi pertemanan dan persahabatan, saya termasuk loyal sm teman, tdk pnh ingin mengecewakan teman, hingga suatu ketika saya mempnyai masalah dengan sahabat2 saya, dimana sy bersahabt dg mereka sudah bertahun2. Sikap sahabat2 saya sudah mjd lain terhadap saya, jauh seperti biasanya, saya merasa dikucilkan mereka..
Mungkin bg orang lain ini permasalahan biasa, tp bg saya waktu itu saya seperti terpukul dan mental saya ‘down’, setelah kejadian itu saya menjadi seperti orang lain sampai sekarang (kira2 4 tahunan). Tp saya tidak pny dendam atau benci dg teman2 saya, dan sampai sekarangpun sy tetap bersahabat dgn mereka.
Tp skrng yg mjd lain adalah dari diri saya sendiri, sikap saya berubah. saya sekarang mjd tidak asyik dengan orang, terlalu perasa, kadang takut menyinggung orang lain, serba salah, minder sm orang, saya mjd tidak bisa enjoy atau rilex sm orang lain. Perasaan saya seperti terbelenggu, padahal saya selalu berusaha mcb bergaul dg orang2 spt dulu, tetapi ketika berinteraksi seperti sulit rilex,enjoy santai spt dulu.
Keadaan ini benar2 menghambat dalam hal apapun saya.. saya merasa menderita.. ,saya th sebenarnya yg tjd dg saya adlah dr diri saya sendiri, saya sadar akan hal itu.. tp saya tidak mampu melawan sesuatu yg membelenggu dr saya itu..
Saya pnh coba tanamkan dlm diri saya, klo saya periang, saya orangnya santai rilek, tp tetap saja tdk berhasil.. tetap saja seperti ada sesuatu mgkn bwh sadar saya yg membelenggu..
Terimakasih sblmya.. Mohon sarannya dari bapak..
03/09/2007 at 13:02
Hukum Resiprok berbunyi :”Berbuat baiklah kamu kepada orang lain, niscaya buah kebaikan akan kembali kepada Anda berlipat-ganda”
Namun pemahaman tersebut tidak mesti bersifat timbal balik langsung, melainkan bersifat holistik. Jadi jika Anda berbuat baik pada A belum tentu si A akan membalas budi Anda pula, melainkan pasti dibalas oleh Sang Pencipta dengan kebaikan melalui alam semesta, Salah satunya bisa saja melalui A, jika si A tahu bagaimana seharusnya membalas budi.
Tidak jarang terjadi justru air susu dibalas dengan tuba. Mengapa demikian ? Karena jalan berfikir orang lain, siapapun dia (sahabat, pasangan, mertua dsb.) termasuk diluar zona kendali kita. Sebaik baik sahabat, kita tidak tahu motivasi atau kepentingan dibalik persahabatan itu sendiri.
Tapi berhati hati memilih teman, bersikap tegas, berbuat baik, menolong teman (sebatas yang masih dapat ditanggung) merupakan zona yang dapat kita kendalikan, selebihnya disebut “resiko” percaya sama teman.
03/09/2007 at 14:33
Trimakasih sblumnya atas sarannya pak.. ada yg msh ingin saya tanyakan..
Tp bgmn caranya saya bisa kmbali spt dulu Pak ? Sekarang saya merasa kehilangan jati diri.. sampai2 saya sering bingung apa yg mau dibicarakan ketika berinteraksi dg seseorang.. Saya tdk bisa enjoy n rilek spt saya yang dulu.. saya seperti orang lain..
04/09/2007 at 07:13
Maafkan teman Anda yang telah mengucilkan diri Anda dan juga maafkan diri sendiri yang terlalu sensitif.
Semoga membantu, namun jika masih sulit, sebaiknya diterapi karena kemungkinan terdapat emosi yang terkunci / mengalami fiksasi.
06/09/2007 at 13:47
Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih bapak telah membaca email saya.
Langsung saja, saya punya masalah dengan keadaan saya yang lagi menduduki bangku kuliah di fakultas kedokteran salah satu PTN terkenal di indonesia.
Masalahnya, saya merasa tidak mempunyai kepercayaan diri akan kemampuan saya dalam mengikuti kuliah yang sebegitu beratnya ! Bagi saya oke-oke aja menjalaninya, asalkan saya menikmatinya. Padahal ini merupakan salah jalan menuju masa depan saya, namun saya belum mampu berjuang keras di sini, karena belum termotivasi dari diri sendiri.
Namun bagaimana caranya agar saya bisa menikmati kuliah dan menyelesaikan kuliah sampai sarjana dengan motivasi yang kuat ?
Atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih banyak.
07/09/2007 at 01:11
Menjalani aktifitas yang tidak kita senangi secara otomatis membuat “sikap” kita menghindar, karena pemicu emosi tsb. oleh bawah sadar kita dipersepsikan sebagai “ancaman”.
Untuk itu kita dapat membuat pilihan. Lihat artikel berikut : Tinggalkan atau Ubah Minat Anda !
Bicarakan hal tersebut kepada kedua orang tua Anda agar upaya “berubah” Anda didukung penuh atau minimal dipahami oleh keluarga.
Apabila hambatan psikis (mental blocking) juga berperan dalam cara kita merespon persoalan sebaiknya hal tersebut dengan ataupun tanpa bantuan profesional dihilangkan terlebih dahulu.
10/09/2007 at 17:07
Nma sya Frenggi, q pnya mslh ma ce q ?
Knpa smenjak dya ktauan selingkuh q jd ga pernah bsa prcya 100% ma dya, dri hri ke hri hwanya q criga, cmburu, mrh ? Tiap da yg sms dya, co mnta knalan q lgsung bernggpan kl dy ada apa2, q mkir pa slgkuh lg ?
Kl dy mo maen ja srig q ikutin, pa rsa krang prcya ne mank wajar/ga ?
Tlogin q……..
11/09/2007 at 09:55
Biasanya kebiasaan marah disebabkan oleh ketidak mampuan kita mengatasi peristiwa buruk di masa lalu sehingga menyebabkan emosi kita terkunci.
Dikemudian hari bila kita berada pada situasi yang mirip atau sama, sikap kita secara otomatis bereaksi persis seperti peristiwa tsb. Lihat artikel : Mengendalikan Amarah.
Kebiasaan atau sikap tsb. dapat dihilangkan dengan terapi SERVO ataupun hypnotherapy.
11/09/2007 at 05:29
Jika dorongan curiga menjadi tidak terkendali berarti sudah termasuk kedalam hambatan psikis (mental block).
Sebaiknya dengan ataupun tanpa bantuan terapis kecurigaan tersebut harus dihilangkan, karena akan membuat kita selalu tidak percaya sekalipun pasangan telah berubah (setiap orang berhak berubah) dan semakin memperburuk kualitas hubungan kita dengan pasangan.
Silahkan lihat artikel berikut : Sikap Curiga ?
11/09/2007 at 07:03
Tolong, adakah terapi praktis mengendalikan marah ?
Di hati saya, marah seperti iblis jahat yang mengeram dan selalu mengaum meski hanya dengan sedikit usikan.
Saya sudah berusaha belajar dari berbagai hal tapi sering terlambat. Saat diejek, saya sudah rencanakan agar ikut hanyut saja dan menganggapnya angin lalu, tapi selalu gagal. Perasaan itu meledak dan tak dapat saya tahan.
Benarkah sikap temperamen bisa disembuhkan ? atau itu sudah merupakan jatah dari langit yang harus kita terima ?
Terima kash jawabannya.
11/09/2007 at 23:16
Assalamualaikum….
Begini pak saya skr lagi punya permasalahn yng ngebuat saya jd sedih dan bingung mau ngapain…
Saya kul disalah satu univ swasta di Bdg dan angkatan yang sudah lama…Saya sampai sekarang msh blm lulus dan saya telah terlambat untuk menyelesaikan skripsi saya, semntra dari orang2x sekitar saya mengharpkan banget untuk cepat selesai.
Saya merasa orang2x disekitar say tekanan besar buat saya.. Memang ini jg kesalahan say yang terbawa malas dan suka menunda2x pekerjaan.
Lewat ini saya mau dikasih satu jalan keluar atau penyelesain permaslahan sya ini..Saya harus bagaiman pak…? Apakh say bisa menyelesaikan ini..? Apakah univ saya msh menrima saya…? Tolong dijawab..saya sangat membutuhkan jawab yang bisa memotivasi dan merubah jalan permslahn saya ini…
Terima kasih seblumnya…Wassalmuailakum…
12/09/2007 at 00:57
Bung Deni yang ingin bangkit !
Yang harus segera ditemukan adalah akar penyebab rasa malas dan kebiasaan menunda pekerjaan. Kemudian lakukan pembebasan terhadap emosi yang terkunci tsb.
Mengingat singkatnya waktu yang tersedia, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah bicarakan masalah tsb. ke pihak keluarga. Katakan bahwa Anda ingin segera menyelesaikan kuliah tetapi belum menemukan “caranya”.
Tawarkan jika diri Anda bersedia mengikuti sesi terapi yang mereka rekomendasikan. Lihat artikel : Bantuan Ahli.
Biasanya, terapis / konsultan dengan pengetahuan dan variasi pengalamannya dapat membantu memecahkan masalah lebih cepat.
15/09/2007 at 04:44
saya punya permasalahan sebagai berikut. Saya berpacaran dengan seseorang selama 4 tahun kemudia putus selama 7 bulan. Kemudia saya bertemu kembali dengan mantan pacar saya itu dan saya mengajaknya menikah,alangkah terkejutnya saya ternyata dia telah “tidak suci”. Hati saya hancur sekali. ingin sekali saya meninggalkannya,tapi saya tidak tega. Karena saya sayang sama dia. Sementara Mean sett saya sebagai laki-laki indonesia sepertinya sulit untuk menerimanya. akhirnya atas saran ibu saya menikahinya.
1. apakaha melaui servo mean sett saya bisa diubah,sementara kita tahu bahwa mean sett tentang kesucian sudah tertanam bertahun-tahun dalam alam bawah sadar kita??
2. Sering kali disaat saya menjalani kewajiban sebagai suami bayang-bayang laki-laki yang telah menodainya,bisa kah hal ini dihilangkan dalam ingatan saya walaupun saya yakin tidak bisa seratus persen? paling tidak itu tidak menimbulakan trauma dalam diri saya.
3. Ada ketidak yakinan perkawinan saya tidak bisa saya pertahakan karena Mean sett saya yang begitu kuat tentang keperawanan,sementara benak saya selalu mengoda untuk segera saja mengakhiri ini semua dan memulai dengan gadis yang masih perawan. Dan hal ini sring timbul disaat saya melihat wanita yang saya perkirakan masih gadis.
26/09/2007 at 13:35
Saya phobia pada laki-laki.
Bagaimana cara untuk menyembuhkannya ?.
26/09/2007 at 16:52
Sebaiknya di terapi !
Karena nasihat terbaik yang orang lain dapat berikan tempatnya ada di tabula “nalar” sedang fobia yang mbak Dita rasakan tempatnya ada di tabula “rasa” sehingga tidak “nyambung”.
28/09/2007 at 13:38
Biasanya disebabkan oleh cara respon yang salah (baca : sikap) yang bekerja secara otomatis mengikuti siklus uzur.
Lihat artikel berikut : Cara Respon.
Ketidak mampuan kita menghadapi ejekan dimasa lalu menyebabkan emosi kita ada yang terkunci (mengalami fiksasi).
Dikemudian hari apabila kita menemukan situasi yang “mirip” emosi kita secara otomatis mundur (regresi) ke peristiwa tsb.
Agar perubahan bersifat permanen, terapi harus ke akar masalah dengan cara emosi membebaskan yang terkunci (katarsis).
Terapi yang hanya menghilangkan akibat (simptom) biasanya tidak permanen dan kalaupun bisa dihilangkan hanya mengubah dari satu bentuk hambatan psikis kebentuk lainnya.
28/09/2007 at 12:23
Selamat malam Pak Isywara,
Mungkin baru kali ini saya tau’ dari sekian banyak pertanyaan yang saya baca, dari berbagai artikel yang Bapak tampilkan, ternyata banyak sekali orang yang memiliki masalah kompleks dalam hidup, yang sampe2 tak jarang mereka ingin membawa dirinya pada dunia kematian. Dan baru kali ini saya melihat ruang interaktif seperti ini pada seorang ahli seperti Bapak, dengan berbagai ragam warna keterbukaan masalah.
Sebelumnya saya sempat membaca isi artikel Bapak tentang “kepercayaan diri” dan salah satu orang yang bertanya, menyatakan trauma masa lalunya tentang “ejekan dan karena hal itu saat ini dia merasa susah untuk berkembang”!. Begitu pula dengan saya saat waktu kecil, dalam situasi tertentu’ sebagai misal saat interaksi dalam pergaulan, terkadang saya mendapat sebuah ejekan. Dan saat ini saya merasa sedikit trauma, tak jarang saya menghadapi dengan sikap yang sensitif tinggi emosional.
Yang saya ingin tanyakan :
Apakah ini sebuah pengaruh dari luar diri yang tak terkendali ataukah sebuah kesalahan dalam bersikap”? kemudian jika kita melakukan terapi yang Bapak berikan, lantas setelahnya kita sembuh, dan jika dalam keadaan sembuh kita mengalami kembali intervensi keji yang terulang (ejekan), apakah trauma tersebut akan kembali kedalam psikis kita lagi”?
Terima kasih sebelumnya”—
04/10/2007 at 14:17
Mau tanya nih.
Saya lajang 28 th. saya memiliki problem yang sangat mengganggu.
Saya sering melakukan onani dulu, tapi sekarang sudah jarang. Mungkin seminggu 1 atau 2 kali, pernah malah sebulan juga tidak melakukan. Apakah dengan pernah melakukan onani dapat mempengaruhi pikiran.
Soalnya problem saya adalah ketika saya bersama pacar saya saya langsung cepat terangsang dan mengeluarkan cairan bening.dan itu berulang2. Hal itu sangat mengganggu sekali, karena saya tidak melakukan apa2. Kami hanya gandengan, ngobrol dan jalan-jalan seperti biasa.
Kami tidak pernah sampai melakukan hal-hal seperti meraba-raba atau sejenisnya, bahkan kalo memikirkan / membayangkan dia saja (bukan yang jorok2)
saja juga begitu dan yang anehnya lagi setiap saya menelpon/sms dia pasti hal itu terjadi lagi.
Saya bingung nih musti kemana ? Saya sudah ke dokter urologi dan menurut penjelasan dokter hal itu normal2 saja. Saya malah dirujuk ke psikiater dan oleh psikiater pun dianggap normal. Menurut dia saya itu katanya hypersensitif. Jadi saya disuruh untuk mengalihkan pikiran dan dibiasakan karena nanti akan hilang. Setelah saya coba tidak berhasil juga.
Pada akhirnya hubungan saya dengan pacar saya pun tidak berjalan lancar lagi dan kami akhirnya berpisah.
Bisakah Klinik S.E.R.V.O membantu ? Karena saya bingung mau kemana lagi.
Mohon di respon karena saya benar2 ingin normal supaya saya bisa membina hubungan lagi. Terima kasih.
05/10/2007 at 10:26
Aktifitas apapun (termasuk onani) jika dikaitkan dengan akibat tertentu seperti lutut kopong, tubuh pendek, kaki berbulu, ejakulasi dini dsb. dan ybs. “percaya” maka akan “bekerja”.
Hal tersebut karena otak tidak dapat membedakan antara imajinasi dengan realita.
Apalagi jika disertai emosi yang terkunci seperti rasa bersalah, rasa berdosa dsb.
Itu sebabnya penjelasan paling logis dari seorang urologi ataupun psikiater menjadi tidak bekerja.
Sebaiknya diterapi !
30/10/2009 at 01:07
Untuk pertanyaan selanjutnya dapat langsung diajukan, pada kolom komentar yang terdapat di bagian bawah masing masing artikel.
Terima kasih.