Terima kasih Pak Isywara.

Awalnya saya mengalami sakit mag, susah tidur, takut mati, dan takut gila.

Setelah diterapi di Servoclinic, semua keluhan yang saya alami dapat teratasi dengan baik dan sampai sekarang perasaan saya lebih plong, tanpa ada beban.

Sekali lagi terima kasih Pak Isywara, semoga Tuhan memberi rezeki bagi keluarga bapak.

Amin….Amin…Amin.

Ingin sembuh mag ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Kita pastinya masing-masing mempunyai kepribadian yang unik, tapi tak semua orang mau menyadari kepribadian atau keunikannya tersebut. Misalnya hal yang paling unik pada umumnya adalah orang yang mudah bergaul (supel), itu biasanya didapat secara otomatis ketika kita sudah sering berbaur kepada orang yang belum dikenal. Ada juga orang yang sering berbicara kepada dirinya sendiri, biasa disebut self talk. Dengan kita menyadari hal-hal kecil seperti itu secara gak langsung kita juga artinya mencintai diri sendiri dan menerima diri sendiri dengan apa adanya. Coba bayangkan ketika kita gak tau apa yang ada dalam diri kita, “Wahhh cuek banget ya..” (kata diri kita) hehehe.

Nah cobalah mulai dari sekarang belajar mencintai diri sendiri, belajar mencintai kelebihan ataupun kekurangan diri sendiri dan menerima apa adanya. Karena sudah pasti setiap diri punya keunikan, kekurangan, dan serta kelebihannya masing2. Coba mencintai diri sendiri dengan misalnya makanan enak, bolehlah sekali-sekali kita makan yang enak-enak walaupun harganya terkesan mahal bagi sebagian orang. Tapi kalo itu bisa buat senang diri kita juga kenapa engak, kalo kata dosen saya sih “hidup itu harus efektif dan efensien.. hehehe..” tapi juga ingat, jangan memberi hal yang berlebihan kepada diri sendiri yang efeknya bikin nyandu. Misalnya seperti makan makanan enak tadi, pengeluaran untuk beli makan yang mahal tidak sesuai dengan pemasukkan, kan bisa bukan mencintai diri sendiri lagi namanya tapi menyiksa diri sendiri hehehe.

Oh ya ada juga sedikit cerita nih tentang mencintai diri sendiri. Di pagi hari saat itu, saya bangun dari tidur dan terus nyantai dulu sambil nunggu agak siang baru mandi (jangan dicontoh ya hehe), nah sambil nunggu sarapan juga dari ibu tercinta. Buat teh dulu, jadilah tehnya.. pagi itu ternyata ibu buatkan saya sukun goreng, mungkin sebagian orang ini adalah makanan yang rasanya kayak makan daging ayam yang hambar rasanya kalo udah sampe daging dalamnya sukun, tapi kalo diluarnya mah gurih asin-asin gimana gitu. Saya makanlah sukun itu dengan perasaan ikhlas dan bahagia, seraya berkata dalam hati dan ngomong ke diri sendiri “lah ini padahal cuma sukun ya, sukun yang banyak dipasar dan harganya murah. Tapi kok rasanya uenak gini, luarnya gurih dan dalamnya kayak daging ayam. Apalagi dimakannya pas hangat-hangat dipagi hari gini sambil minum teh yang nyeduhnya juga gampang..”. Disaat itu juga aku berpikir (walaupun sudah sering makan sukun) tapi dengan kesadaran bahwa kesederhanaan diri menurut sudut pandang diri sendiri pun bisa menjadi kebahagiaan tersendiri walaupun hanya bernilai uang cring (uang koin) nilainya. Itulah mungkin cerita saya yang juga sampai saat ini bersyukur dan selalu mencintai diri sendiri walau apapun yang tersedia di depan (pilih senang ya/tidak). Sekian Cerita dari saya, semoga teman-teman yang membaca tulisan dari saya ini bisa mencintai dirinya sendiri dengan sepenuh hati dan tulus. 🙂

Ingin bisa menyayangi diri sendiri ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/