7 Alasan Kita Enggan Mencari Pertolongan ?

15/08/2006

Memang betul, manajemen diri dapat dipelajari secara alamiah, namun bersifat untung untungan.

Jika kita berada pada lingkungan yang tepat, maka kepribadian kita berpeluang tumbuh dengan baik. Demikian sebaliknya, jika kita berada pada lingkungan yang salah, hal tsb. tidak saja beresiko menghambat pertumbuhan mental tetapi dapat mempengaruhi pencapaian prestasi dan masa depan kita.

Sayangnya pendidikan formal di Indonesia belum banyak meng-cover pada hal hal seperti manajemen keterampilan hidup, ilmu resiko, perencanaan masa depan ataupun pengelolaan stress dsb. sehingga jadi sangat tergantung dengan bagaimana lingkungan mendidik kita.

Dari pengalaman kami membantu kepada individu individu yang memiliki “hambatan psikologis” ternyata ada beberapa alasan mengapa mereka enggan mencari bantuan kepada ahlinya.

1. Tidak Sadar jika Bermasalah : Sering tidak disadari bahwa diri kita bermasalah, walaupun lingkungan disekitar sangat terganggu dengan sikap kita.

2. Pemahaman yang Salah : Mereka memahami tentang problem yang mereka alami sudah suratan takdir, sehingga pemecahan masalah hanya dipandang sebatas “tujuan”, sehingga jika sudah 2 sampai tiga kali mereka gagal mengatasi masalah berarti hal tersebut sudah merupakan suratan takdir.

3. Paradigma Usang : “Jangan bicarakan masalah pribadi kepada siapapun”. Padahal tidak semua masalah pribadi adalah aib. Akibatnya sering seseorang terpaksa harus menanggung problem tersebut sendiri. Padahal pada seseorang yang bermasalah, mereka berada dalam perangkap mental yang benar benar membuat mereka tidak berdaya, sehingga mustahil mereka menolong dirinya sendiri. Paradigma Modern berbunyi “Bicarakan masalah Anda pada orang yang tepat”

4. Perasaan Malu : Dapat difahami mengapa masalah kerahasiaan menjadi hal yang sangat penting bagi yang mengalami masalah. Hanya diperlukan satu hal negatif untuk membuat mereka merasa seolah olah orang yang paling sial, paling menderita dan paling gagal. Padahal mereka masih memiliki ribuan anugerah Tuhan seperti nikmat sehat, anak yang lucu, rejeki yang berlimpah, wajah yang cantik dsb.

5. Terapi yang Gagal : Merasa upaya memecahkan masalah akan sia sia. Padahal mendatangi alamat yang kurang tepat. Contoh membicarakan masalah perkawinan dengan lawyer. Membicarakan masalah keuangan dengan paranormal. Menghilangkan pusing dengan kerokan. Hal tersebut berpotensi terhadap gagalnya proses pemecahan masalah.

6. Tidak Tau harus Kemana : Walaupun kesadaran berubah telah ada akan tetapi informasi tentang harus kemana terbatas. Beli lah majalah kesehatan ataupun buku buku pengembangan pribadi.

7. Waktu terapi Lama : Kerjasama yang baik antara kita dengan konselor sangat diperlukan. Kesediaan untuk terbuka membantu masalah terpecahkan sangat cepat. Apalagi dengan ditemukannya metode Servo, waktu terapi yang panjang dapat dipersingkat menjadi 2 s/d 3 kali kunjungan. Waktu terapi yang terlalu lama akan menambah keengganan mencari pertolongan.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

One Response to “7 Alasan Kita Enggan Mencari Pertolongan ?”

  1. sofyan Says:

    terima kasih infonya gan….. semoga memberikan perubahan di diri saya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s