Mengendalikan Amarah ?

08/03/2007

“Marah” merupakan suatu “cara” tubuh melindungi kita dari sesuatu situasi yang tidak kita inginkan. Dengan marah seseorang dapat melepaskan unek unek atau melakukan “katarsis”. Dengan marah pula seseorang berkesempatan menyampaikan “pesan” kepada orang lain tentang hal hal yang tidak mereka sukai.

Akan tetapi agar “pesan” sampai ke tujuan, kenapa seseorang sampai marah, diperlukan “keterampilan” untuk marah.

Orang yang memiliki keterampilan marah biasanya tau kapan saat harus marah dan kapan tidak. Biasanya yang bersangkutan memiliki kemampuan pengendalian diri yang baik. Kata kata yang digunakan biasanya juga kata kata pilihan, sehingga walaupun jumlah kata yang dipakai sedikit, tetapi memberikan efek “pukulan” yang telak.

Kemampuan seseorang dalam mengekspresikan kekecewaan pada kesempatan pertama akan mencegah akumulasi situasi yang lebih negatif. Demikian pula bagi lawan bicara, dapat lebih awal menyadari adanya situasi yang berkembang buruk.

Seseorang yang tidak mampu mengekspresikan kekecewaan / kemarahannya, misal disebabkan oleh pola asuh yang dominan ataupun karena memiliki kakak yang galak, berpotensi mengalami gangguan sulit emosi dikemudian hari.

Kalaupun terdapat situasi yang membuatnya terpaksa marah, biasanya menjadi sangat tidak terkendali. Yang bersangkutan menjadi sangat sulit mengendalikan amarahnya. Pada situasi seperti inilah seseorang berpotensi menjadi dekstruktif.

Ada juga pemarah yang disebabkan oleh “labelisasi”. Seseorang yang sejak lama (kecil) sudah diberi label “pemarah” oleh lingkungannya, meng “amini” sebagai identitas dirinya. Akibatnya, jika belum marah, yang bersangkutan justru merasa tidak nyaman. Situasi ini bisa juga disebut sebagai “kecanduan marah” dan ini termasuk salah satu hambatan psikologis.

Dulu sering dikatakan bahwa seseorang dengan “kebiasan marah” sulit dihilangkan, karena sudah menjadi “watak”. Tetapi dengan “Metode Servo” hal tersebut kini dapat diatasi. Syaratnya kebutuhan “berubah” dari yang bersangkutan sudah ada.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

4 Responses to “Mengendalikan Amarah ?”

  1. Harry Says:

    Yth. Bpk Isywara

    Saya Harry 22 thn..

    Pak..saya MAU SEKALI berubah… 🙂

    Langsung saja ya pak..beberapa masalah yang saya rasa ada pada diri saya :
    1. Saya kurang bisa me-manage amarah saya.. kadang kalau sudah marah saya meledak2
    2. Sangat2 kurang percaya diri, bahkan untuk bertemu orang baru saya masih gugup dan sulit berkomunikasi, beradaptasi…bahkan untuk menanyakan/menawar harga barang di toko pun saya malu
    3. Perasaan yang malas untuk kuliah, belajar, kurang ada inisiatif yang keras/kemauan keras.. padahal itu penting untuk saya, sudah saya coba untuk memperbaiki tapi tidak bertahan lama.. bahkan untuk beribadah (sholat) saya susah… :), tidak ada motivasi
    4. Perasaan sensitif yang berlebihan…
    5. Kadang2 disaat saya tidur saya seperti ketindihan sesuatu yang sangat berat (bhs jawanya TINDIEN, artinya seperti ditindih sesuatu)sehingga saya spt gelagapan, situasi saya setengah sadar.. saya tau saya sedang bermimpi dan saya ingin sekali bangun, tapi saya tidak bisa menggerakkan semua anggota badan saya.. dan yang saya bisa lakukan hanya menggeram/ mengguman tidak jelas dengan tujuan minta tolong supaya saya dibangunkan… hal ini sangat2 mengganggu saya…
    6. Mood yang cepat sekali berubah…
    7. Kalau sedang ribet akan sesuatu saya mudah sekali lupa apa yang sedang saya pegang/bawa (barang) pernah pada saat hujan, saya saking sibuknya membuka jas hujan, kunci motor saya tertinggal di motor, hp juga sering tertinggal di warnet.. terutama barang2 kecil cth: flasdisk,dompet..
    8. Susah rileks…meskipun suasana mendukung..
    9. Sering sekali gugup bila berada di depan orang banyak (presentasi, menyanyi,dll)
    10. Masalah otak, saya sulit sekali berkonsentrasi pada saat belajar, sehingga saya sering tidak bisa mngerjakan soal ujian, padahal IQ saya tidak jelek, 125
    11. sulit bergaul…apalagi memperkenalkan diri lebih dulu…

    Sebenarnya dari 11 masalah diatas apakah bisa dicari penyebabnya dan solusinya? Apakah ada hubungannya dengan trauma? atau masalah pengembangan diri saya yang salah?? Karena saya saat ini seperti tidak ingin melakukan sesuatu, saya lebih senang berdiam diri dikamar dan jarang sekali keluar rumah… Kuliah saja terasa berat…

    Saya mohon bantuannya, kalau perlu diterapi.

    Bagaimana program yang sesuai untuk saya dan biayanya…

    Terima kasih,

    Harry

    • Servo Clinic Says:

      Bung Harry yang Cerdas !

      Semua gejolak emosi yang Anda rasakan juga pernah dirasakan oleh hampir semua orang dalam proses pencarian jati diri, biasanya saya sebut “enerji mental”.

      Hanya saja ada yang tumbuh positif (eros) tetapi ada juga yang tumbuh negatif (thanatos). Ada yang cepat menemukan jati diri dan ada pula yang lama, tergantung dari pengalaman individu dan cara mempersepsikan persoalan.

      Bagi yang tumbuh negatif (thanatos), biasanya disebabkan oleh trauma masa lalu yang ekstrim ataupun keyakinan salah yang dipupuk terus menerus.

      Dari sekian banyak penyebab masalah biasanya ada penyebab yang utama, misal : bisa jadi Anda saat ini membenci diri Anda sendiri, sehingga apapun yang Anda lakukan selalu serba salah. Namun dapat saya yakinkah bahwa setiap permasalahan psikis selalu ada solusinya.

      Tugas Anda pribadi adalah menemukan akar masalah tersebut, dengan ataupun tanpa bantuan terapis. Kemudian lakukan pelepasan emosi negatif yang terkunci (katarsis).

      Lihat artikel berikut : Cara Mengatasi Masalah Anda.

      Informasi terapi, hubungi S.E.R.V.O Clinic, Sekarang !

  2. Ferry Says:

    Pak saya sulit sekali mengatasi amarah ini..

    Saya selalu ribut dengan pacar saya gara2 saya yang terlalu emosi, baik terhadap dia maupun orang lain.

    Baru2 ini aja saya ditinggal kabur oleh pacar saya sendiri, karena saya memarahi dia. Saya dah ga tau lagi harus berbuat apa. Saya udah cari dia kemana2.

    Saya memang udah sering kali berbuat seperti ini, tapi saya menyadari dalam diri saya bahwa hal ini salah, bukannya saya tidak menyadari nya.

    Saya udah putus asa pak. Bingung mau mau gimana lagi dengan sifat saya ini. Saya cuma ga abis pikir pak, pacar saya aja bisa kabur gara2 diri saya pak.

    Mohon petunjuk bapak, thx.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s