Depresi ?

09/03/2007

  

Depresi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami perasaan sedih berkepanjangan disertai perasaan tidak pas, menurunnya nilai diri, menurunnya kegiatan dan pesimis dalam menghadapi masa yang akan datang.

Pada depresi yang berat menimbulkan ketidak mauan yang ekstrim terhadap stimuli disertai perasaan tidak berdaya, tidak mampu dan kehilangan harapan / putus asa.

Depresi dapat disebabkan oleh faktor psikis seperti konflik individual / interpersonal, problem eksistensi, perasaan putus asa setelah mengalami stress berkepanjangan, peristiwa kehilangan yang sangat ekstrim seperti kehilangan orang yang sangat dicintai, kehilangan pekerjaan, rumah kebakaran dan standar pribadi yang terlalu tinggi.

Tetapi dapat pula disebabkan oleh faktor biologis seperti sakit kronis, perubahan hormonal, depresi pasca melahirkan, penurunan berat badan yang terlalu drastis.

Gejala gejalanya dapat berupa gejala psikis, fisik maupun sosial.

Secara psikis, seorang yang terkena depresi menjadi mudah murung, sedih berkepanjangan, merasa bersalah, sensitif, mudah marah, mudah tersinggung, hilangnya konsentrasi dan semangat kerja, tidak percaya diri.

Sedang gejala gejala fisiknya antara lain mengalami gangguan pola tidur seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, sulit tidur. Mudah merasa lelah dan suka bermalas malasan seperti nonton TV, tidur ataupun makan. Kecanduan pada benda benda tertentu seperti rokok, ngemil ataupun pada aktifitas tertentu seperti ngelamun, nelpon, internet dsb. meningkat.

Gejala sosial antara lain menurunnya produktifitas kerja akibat kehilangan minat dan motivasi kerja, sistimatika kerja menjadi kacau dan tidak terstruktur. Merasa tidak nyaman didalam kelompoknya dan tidak menyukai kegiatan yang melibatkan orang lain.

Depresi timbul disebabkan oleh sikap atau reaksi diri yang salah terhadap stimuli. Ketidak mampuan mengenal kapasitas diri membuat penderita depresi menilai salah performa dirinya dan mengaburkan prestasinya di masa lalu.

Penderita depresi meremehkan (under estimate) kemampuan dirinya dan justru membesar besarkan kegagalan yang terjadi. Mereka cenderung menghukum diri sendiri secara berlebihan, sekalipun orang lain memandang positif prestasi dirinya namun dirinya tetap merasa tidak puas atas apapun pencapaian.

Standar pribadi dan penetapan tujuan yang terlalu tinggi juga berpotensi membuat seseorang rentan terhadap depresi. Akibatnya ybs. cenderung menilai rendah prestasi dirinya sehingga hasil yang tidak terlalu buruk berikutnyapun dipandang sebagai kegagalan. Saat pencapaian berikutnya tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan, perasaan depresi dapat semakin meningkat.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

2 Responses to “Depresi ?”

  1. Aloysius l wea Says:

    Hidup saya penuh dgn kekuatiran yg menyebabkan begitu kuat ketakutan dan ketegangan yg saya rasakan.

    Saya begitu takut dgn penyakit apalagi serangan jantung, darah tinggi dll, saya jdi ketakutan. Akibat dri mental saya ini, sering sekali saya kena tekanan darah tinggi, pikiran jadi tambah pusing dan tak karuan ,….

    Bagaimana untuk menghilangkan semua kejenuhan itu…. dan bagaimana agar terus berkonsentrasi pada sesuatu tujuan ( ga buyar).

    Ada kah cara atau terapy yang tepat demi menolong saya ?

    Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s