Sakit hati ?

09/03/2007

  

Sakit hati biasanya terjadi akibat ketidak siapan mental seseorang dalam menghadapi kenyataan dirinya dihina, direndahkan, dikhianati ataupun dizalimi.

Sosok pembuat sakit hati dapat dari orang yang tidak dikenal, akan tetapi kebanyakan berasal dari lingkaran terdekat atau orang yang semula sangat dipercayai seperti sahabat, pacar, mertua ataupun pasangan hidup.

Seseorang yang merasa sakit hati biasanya memposisikan dirinya sebagai sebagai korban, pihak yang dirugikan, atau pihak yang “dizalimi”.

Ketidak siapan menerima kenyataan dihina ataupun dikhianati oleh orang yang pernah dekat justru menimbulkan kesenjangan emosi yang sangat lebar, bahkan bertolak belakang antara harapan dengan kenyataan sehingga timbul perasaan sakit hati.

Ketidak mampuan seseorang menghadapi peristiwa tersebut dapat menyebabkan terjadinya fiksasi (terkuncinya emosi negatif) dan dikemudian hari berpotensi berubah menjadi dendam.

Kemarahan yang berubah menjadi dendam justru merusak pertumbuhan normal mental yang bersangkutan dan di dalam ilmu agama termasuk salah satu penyakit hati.

Jika peristiwa tersebut membuat dirinya tidak dapat mempercayai siapapun, dapat dipastikan kehidupan sosialnya menjadi sangat terganggu.

Bisa saja terjadi orang yang menyebabkan sakit hati sudah melupakan dirinya, sementara si “sakit hati” selalu dihantui peristiwa tersebut.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

6 Responses to “Sakit hati ?”

  1. Niaka Says:

    Dear Pak Is,

    Saya punya masalah sekitar satu tahun yang lalu saya dipecat dengan tidak hormat dari pekerjaan, saya dituduh korupsi.

    Saya ditekan untuk mengaku krn ketakutan dengan ancaman ke polisi segala akhirnya saya menyerah saja. Beberapa hari Sejak hari itu saya tidak makan dan tidur karena tidak ada kantuk dan lapar.

    Sampai sekarang hal tsb terus menganggu saya berupa bayang-bayang orang-orang yang telah membuat saya seperti ini, saya jadi malu untuk berhubungan dgn teman-teman tempat saya bekerja dulu.

    Saya menyimpan dendam berkepanjangan hingga saat ini, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa lebih baik, lebih makmur daripada mereka yang telah menyakiti saya.

    Saya hanya ingin sembuh dan tidak pernah mengingat lagi tentang masa lalu tersebut, kalau bisa saya ingin memutar waktu agar hal tsb tidak pernah terjadi.

    Apa yang Bapak bisa bantu mengenai hal tsb diatas ? Apakah Bapak bisa menghilangkan ingatan saya tentang masa lalu tersebut ?

    Saya tunggu jawaban Bapak segera.

    Terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Bung Niaka yang ingin Sembuh.

      Tidak semua orang selalu beruntung mendapatkan situasi pekerjaan sesuai dengan yang kita inginkan. Apalagi jika hal tersebut berhubungan dengan pikiran orang lain (atasan / teman yang memfitnah) ataupun musibah (termasuk zona diluar kendali).

      Idealnya Anda harus hadapi persoalan tersebut, jika perlu lakukan penuntutan secara hukum.

      Akan tetapi terkadang bisa juga karena kita tidak siap (tidak memiliki bukti bukti yang kuat) sementara orang yang bertujuan menjatuhkan kita telah menyusun strategi yang jitu sehingga kita tidak berkutik walaupun benar.

      Keikhlasan Anda untuk mengakui “ketidak siapan” Anda waktu itu (walaupun Anda benar), Insya Allah dapat mengurangi tekanan dalam diri Anda.

      Selanjutnya agar pengalaman buruk tersebut dapat “hilang” atau “tidak dirasakan”, silahkan hubungi terapis Anda atau hubungi S.E.R.V.O Clinic, Sekarang !

      Catatan : sebaiknya dipilih yang “tidak dirasakan” karena dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi diri Anda ataupun keluarga Anda.

  2. Dian Says:

    Gmn sie cara melupakan rasa cinta pada seseorang ?

    Soalnya saya rasa sudah possessiive…

  3. resha Says:

    Dear pak Isy…

    Saya ingin menghilangkan rasa negatif saya tentang dia..sudah saya coba tetapi ada saja kejadian yang membuat saya berpikir negatif lagi.

    Semenjak saya berpacan dengan dia, entah knp saya jadi orang yang ga mau kehilangan apapun, tetapi telah saya pikir2, mungkin karena kejadian problem keluarga masa lalu yang sulit saya lupain.

    Apa yang seharusnya milik saya tapi di rebut org lain, karena itu saya jd org yang bener-bener menjaga apa yang saya miliki agar ga di rebut org lain.

    Saya sayang banget sama pacar saya, ga tau knp saya jadi ingin melaporkan semua apa yang telah saya lakukan seharian ini. Saya bercerita tentang masalah saya disekolah, sedikit masalah keluarga yang membuat saya hanya ingin diam dan diam, problem diteman-temen, pokoknya masih banyak lagi. Saya cerita satu persatu, ga semuanya langsung.

    Setelah cerita pastinya saya mengharapkan respon dari-NYA….tapi ga sama sekali ! Sering sekali saya jadi berpikiran negatif tentang dia karena sikapnya yang kaya gitu.

    Agar tidak salah paham, saya selalu usaha biar ga miss komunikasi, salah satunya dengan tlp atau sms. Saya bilang apa yang saya rasakan, pertama dia udah minta maaf.. Saya bilang ok! Saya maafin, tapi knp ya kejadian kaya td masih aja terulang-ulang lagi ? Bukankah kata maaf itu arti dari penyesalan?

    Tetapi dilain soal, pacar saya malah menganggap saya bawel..Padahal yang saya berikan hanya perhatian dari rasa sayang saya sama dia walaupun ga ada balesan perhatian dari-NYA..dan sering kali saya jadi berpikir ada apa2 dengan dia dibelakang saya karena ada beberapa kejadian yang membuat saya jadi sedikit tidak percaya..ditambah lagi hubungan saya dgn dia itu hubungan jarak jauh.

    • Servo Clinic Says:

      Bisa jadi masalah keluarga tsb. telah menimbulkan luka emosi yang dalam sehingga membuat mbak Resha cenderung posesif dan merasa perlu menceritakan semua hal ke pasangan guna memastikan semuanya berjalan sesuai skenario mbak Resha.

      Sebaiknya dengan ataupun tanpa bantuan terapis, trauma tersebut perlu dihilangkan karena menjadi “kontra-produktif” terhadap pola komunikasi dengan pasangan dan membuat kita seolah “kecanduan curhat”.

      Lihat artikel : Kecanduan Curhat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s