Kiat Menghadapi Masalah !

13/03/2007

Ilustrasi saat seseorang sedang punya problem biasanya sering merasa :

“Tiba tiba saya merasa ada sesuatu yang tidak beres didalam diri saya, saya merasa menjadi sulit bernafas, dada sesak dan berdebar debar disertai nyeri pada ulu hati. Bahu saya menjadi tegang dan menjalar ke leher sehingga terasa kaku. Kadang disertai perasaan cemas, gelisah, takut yang saya sendiri tidak tau penyebabnya. Kepala saya tiba tiba menjadi berat, pusing sebelah (migren) saya kumat dan kadang mag saya jadi ikut ikutan kambuh. Kalau sudah begini saya menjadi sangat sensitif, mudah tersinggung dan gampang marah.

Jika hal tsb. terus berlanjut, biasanya pada malam hari saya menjadi susah tidur (insomnia). Walaupun untuk mengatasi hal tersebut, saya sudah minum obat pusing, tapi seringkali tidak mempan. Kadang untuk menghilangkan perasaan gelisah, saya coba dengan cara mengalihkan perhatian ke membaca, tetapi tetap saja tidak berhasil.

Akibatnya keesokan harinya saya akan malas ngapa ngapain. Kebiasaan buruk merokok, kecanduan kopi dan maniak lainnya jadi ikut ikutan makin kuat. Badan menjadi lemas karena kurang tidur dan jadi malas makan karena setiap makan perut saya menjadi kembung dan mual.

Hal tersebut dapat terjadi berhari hari, berminggu minggu kadang berbulan bulan. Setiap kali saya mau bangkit tetapi setiap kali itu pula terjatuh karena seolah olah saya masuk kesiklus yang sama (seperti lingkaran setan). Setiap kali saya lawan, saya merasa cemas dan setiap kali saya lari dari masalah saya merasa sedih. Kalau sudah demikian, muncul perasaan putus asa karena saya tidak tau kapan masalahnya akan berakhir.”

Jika Anda sudah merasa terjebak, terperangkap, terpenjara dalam masalah dan merasa tidak berdaya untuk mengatasinya. Sebelum Anda memutuskan untuk putus asa, sudahkah Anda meminta bantuan profesional ? Atau jika Anda sudah pernah meminta bantuan profesional, sudahkah Anda menemukan profesional yang tepat ?

Hal hal harus Anda lakukan adalah :

  • Realistis : Anda harus dapat menerima bahwa setiap orang memiliki masalah dan sekarang lagi giliran Anda. Ada masalah masalah yang dapat Anda atasi sendiri dan ada pula masalah yang memerlukan bantuan orang lain. Jadi Anda tidak perlu malu untuk mengatakan kepada diri sendiri :”Saya perlu bantuan seseorang”, “Tolong saya”, “Saya mau berubah”, “Saya memutuskan berubah”
  • Proaktif : Bertanya atau cari informasi melalui internet mengenai kemana atau dimana alamat praktek atau klinik Psikoterapi, hipnoterapi, Servotherapy yang dapat membantu menghilangkan problem problem psikologis. Catat nama, alamat dan nomor telpon dan ingat biasanya untuk ketemu dengan perjanjian.
  • Percaya : Anda harus percaya bahwa selalu ada “cara” untuk mengatasi setiap masalah, hanya saja saat ini Anda belum dapat menemukannya sendiri. Mungkin dengan bantuan profesional, Anda akan dapat menemukannya. Kalaupun sudah meminta bantuan profesional tetapi belum terpecahkan, temukan profesional lain lagi yang lebih tepat, demikian seterusnya.
  • Permisif : Pada waktu mengikuti sesi konsultasi atau terapi, niatkan atau ijinkan diri Anda untuk berubah kearah yang lebih baik. Tidak hanya sekedar curhat, tetapi Anda sendiri yang memutuskan untuk membuat pilihan pilihan terbaik. Bedakan antara “mencari solusi” dengan sekedar “mencari dukungan atau permakluman” orang lain.
  • Progresif : Jika hambatan psikologis Anda sudah teratasi, teruskan kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu pemrograman prestasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengejar ketinggalan Anda akibat terlalu lama berkutat pada satu masalah. Jadikan momentum ini sebagai “pembeda” antara Anda yang dulu “bermasalah” dengan Anda yang sekarang “berhasil”. Sekaranglah “Giliran Anda”.

Ingin bebas masalah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

11 Responses to “Kiat Menghadapi Masalah !”

  1. Tri Yulianti Says:

    Saya setuju dengan pendapat tersebut diatas, oh iya mempunyai suatu masalah saya mempunyai suami dan mertua saya tidak setuju dengan pernikahan tersebut.

    Saya jadi stres, apalagi sekarang saya sudah mempunyai seorang anak perempuan. Setiap kali anak saya diajak kerumah mertua saya perasaan saya jadi tidak nyaman karena orang tua saya tidak pernah menyetujui kalau anakku itu diajak kerumah mertua saya.

    Bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini?

    Dan bagaimana menghilangkan perasaan tidak nyaman tersebut?

    Terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Langkah pertama yang harus Ibu Tri lakukan adalah bersikap realistis dan menerima sikap mertua sebagai resiko sebuah keputusan (sepakat untuk tidak sepakat).

      Kemungkinan penolakan mertua disebabkan oleh rasa takut kehilangan “objek keibuan” antara seorang Ibu terhadap anaknya yang sekarang telah dewasa dan menjadi suami Ibu Tri.

      Karena menyangkut Suami, bicarakan semua yang Ibu Tri pikirkan dan rasakan. Tujuannya agar setiap “strategi” yang akan dilakukan Ibu Tri merupakan “strategi” tim (suami dan istri).

      Karena sikap mertua termasuk di luar zona kendali kita maka abaikan jika sikap mertua tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Berfokuslah hanya pada apa yang dapat Ibu Tri lakukan seperti memberi perhatian / hadiah mertua.

      Lakukan terus sampai rasa takut kehilangan “objek keibuan” ibu mertua mulai berkurang bahkan hilang. Jika hal tersebut dapat dilampaui, Insya Allah Ibu Tri justru menjadi menantu kesayangan beliau. Kendali ada di Ibu Tri, bukan di Mertua !

      Namun bila upaya tersebut masih dirasa sulit kemungkinan telah terbentuk hambatan psikis (mental block) dalam diri kita, mintalah bantuan profesional.

  2. Tri YUlianti Says:

    Saya setuju dengan pendapat tersebut, yang jadi masalah disetiap saya mencoba bicara dengan suami tentang hal ini suami saya selalu marah, dan kalo sudah marah suami saya selalu ringan tangan.

    Beberapa kali saya minta ingin bertemu mertua untuk menjalin tali silaturahmi, suami saya selalu tidak mengijinkan karena takut, belum siap atau selalu memakai berbagai alasan untuk mencegah saya bertemu dengan mertua. Karena suami saya takut dengan ancaman orang tuanya yang pernah bilang mau menyakiti saya kalo suami saya mengajak saya kerumahnya.

    Oh iya saya sudah mencoba dengan cara suamiku ajak anakku kerumah mertua dia senang dengan anak saya karena anak saya adakah cucu perempuan pertama di keluarga tersebut, tapi dia masih belum bisa menerima saya dan dia hanya mau anak dari saya saja.

    Saya pengen suami saya itu bisa bertindak tegas dan mau mengajak saya ketempat orang tuanya. Karena saya ingin sekali bertemu kalo tidak pernah dicoba kapan lagi saya bisa bersilaturahmi dengan mertua. Bagaimana solusinya untuk bisa menyelesaikan masalah ?

    Terima Kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Langkah Ibu Tri sudah tepat, menunjukkan iktikad baik bu Tri untuk bersilaturrahmi ke mertua.

      Bahwasanya mertua tidak mau bertemu menantu, abaikan saja….karena letak permasalahannya sekarang ada di mertua.

      Anggap saja hal tersebut sebagai sebuah resiko pernikahan yang tidak disetujui. Lagipula pikiran mertua termasuk diluar wilayah kendali kita.

      Selanjutnya serahkan persoalan pada suami…. karena suami yang tahu sifat Ibunya, yang penting dipersepsi suami kalau Ibu Tri tidak berkunjung ke-mertua bukan karena Ibu Tri tidak menghormati mertua…. tetapi memang karena mertua yang tidak ingin dikunjungi menantu.

      Ibu Tri malah beruntung karena tidak harus berpura pura menyukai mertua, agar menyenangkan hati suami.

  3. vennae Says:

    Ada satu lagi kita perlu lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon ampunan dan berdoa agar diberi yang lebih baik,,,,,,,,, Aminnnnnnnn.

    Venna…..Venna……kamu seperti karang dilautan walupun badai dan ombak menerjang kamu tetap kuat, smua cobaan dan ujian membuat kamu semakin dewasa,,,,,,,,semakin tegar dalam menghadapi hidup,,,,,,,,,,,,,

    • Servo Clinic Says:

      Setuju ……….mbak Venna !

      Untuk yang berada di luar zona kendali kita seperti musibah dan pikiran orang lain (siapapun dia), kembalikan kepada Nya.

      Insya Allah kita selalu dalam pemeliharaan Nya.

  4. fathur Says:

    Aku punya beberapa unek-unek nih..

    oke langsung azza,
    setelah kematian ayahku +-3 bulan yg lalu, hidupku cukup sulit
    meski begitu aku coba tuk tetap bertahan dan tegar..
    aku lakukan semua pekerjaan rumah tangga (meski aku cowok) karena mom lagi sakit (mungkin karena kecapekan)
    setelah dipikir-pikir pekerjaan rumah yg paling sulit adalah..
    mendidik anak!! bagaimana caranya mendidik anak supaya jadi orang yg benar di masa depan kelak..
    Aku punya 4 adik cowok semua.. (1 sma, 1smp, 3sd, 2thn)
    gimana caranya??
    apa masih perlu dgn kekerasan (dipukul)??
    aku bimbang.. jika tidak keras maka aku atau orang tua nantinya tidak ada martabat di mata si anak, klo dikerasin bisa-bisa salah terima (jadi benci) bingung..
    itu yg pertama (hah ada lagi..??? n_n)

    Aku punya temen cewek (temen apa temen)
    aku pernah menyatakan cinta padanya but dia ga mau jawab apapun.. mungkin dia bingung.. tapi aku tau klo aku ditolak (dari sikap dia)
    meski begitu aku dan dia berteman
    hingga suatu saat beberapa waktu lagi entah kapan.
    katanya dia ingin membicarakan sesuatu dgn ku.. (curhatla)
    semua ttg dia.. (ttg kehidupannya, cintanya, temennya, minat, kesenangannya.. problem pokoknya semua !!!)
    but, ketika aku tanya, sekarang dia belum siap tuk mengatakannya..
    dia belum siap tuk nangis di hadapan aku (akujaditakut)
    pokoknya dia sekarang lagi mempersiapkan diri
    nahh problemnya adalah:
    – aku tak bisa menghibur seseorang
    aku bingung meski ngapain jika dia benar-benar menangis
    – apa menangis itu boleh??
    – bagaimana cara menjadi pendengar yg baik?
    – cara menghibur orang lain dan diri sendiri??
    – cara menyelesaikan problem dgn efektif
    – supaya dia bisa bangkit gimana??
    jadi semangat!! karena jika aku lihat dia.. dia sepertinya memendam sesuatu.. sesuatu yg amat menyakitkan baginya
    entah apa.. aku ga tau
    yg jelas itu sangat menyakitkan.

    trims
    aku sangat berharap segera dpt pemecahannya
    klo ga di situs ini, bisa dikirim via email atau main-main ke blog
    aku n_n

    • Servo Clinic Says:

      Turut bersimpati atas meninggalnya Ayahanda tercinta.

      Seperti yang dikatakan di Surat Al Baqarah 155 :”Kami (Allah) pasti akan menguji kamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan hasil kekayaan, kehilangan jiwa (kematian) dan kekurangan makanan. Dan sampaikanlah kabar gembira pada orang orang yang sabar.”

      Pengertian sabar dalam hal ini adalah kesediaan Anda untuk terus menerus “mengambil hikmah”, “mengubah cara” dan ulangi terus sampai hasil yang diinginkan tercapai.

      Tentang bagaimana mendidik adik adik, yang perlu Anda yakinkan kediri Anda lebih dahulu adalah Anda “mampu” mendidik adik-adik Anda tanpa kekerasan.

      Tentang lawan jenis ehm……jadilah “konsultan” hanya jika diminta. Tugas Anda adalah bagaimana menjadikan diri Anda sebagai “penolong” dirinya.

      Caranya ?

      Anda dapat belajar memahami lawan jenis Anda dari bagaimana Anda memahami “cara berpikir” dan “cara merasa” adik adik Anda.

      Mungkin itulah salah satu hikmah mengapa Anda yang “ditunjuk” oleh Allah menggantikan peran Ayahanda tercinta ?.

  5. fathur Says:

    hm… gitu ya.. trims..
    but, klo ‘menyamakan’ perasaan antara brothers n girl itu sulit karena mereka beda (punya background yg beda jauh)…

    gini…. aku memang belum tau pasti but, dia (temen cw itu) punya konflik keluarga.. broken home!!! orang tuanya cerai akibat orang ke tiga… Dia baru mengenal ayahnya sejak kelas 2 sd…
    sedih banget deh….
    dia membenci ibunya yg sekarang….
    yg paling menakutkan… sekaligus menyedihkan
    dia sering melihat hal-hal mistis…
    hantu gitu… sering kerasukan… dari kecil..
    kdg mimpi buruk… kdg bener2 terjadi (ada yg aneh2) saat ia tersadar…
    duuh…

    masalah lainnya…
    aku ga bisa ‘bicara’ dgn bebas ma dia…
    aku sperti jadi orang lain… bukan aku lagi..
    mungkin aku gugup, malu, atau apalah istilahnya…
    gimana ya.. aku ingin banget nolongin meski ia bukan siapa2nya aku… aku ingin jadi bagian dari hidupnya….

  6. Satria Says:

    Pak,saya pelajar berusia 16 th…..dan saya merasa bahwa saya terlalu cepat tua…..

    Saya bertingkah layaknya orang yang sudah berumur…..disaat teman saya merasakan kesenangan jadi remaja, saya malah seperti bapak-bapak yang hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak-anak.

    Pada umur 12-14 th saya pernah mempelajari ilmu sesat/ilmu kebal. Umur 14-16 saya bertobat dan memperdalam agama, tetapi sekarang saya jadi begini, tidak bisa merasakan masa remaja yang sebenarnya.

    Apakah masa remaja saya masih ada pak ? Gimana cara merasakan menjadi anak muda kembali ?

    Balaz………terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Inti dari penemuan jati diri adalah seberapa cepat seseorang mulai bergeser dari posisi korban (objek) ke posisi pemegang kendali (subjek) atas hidupnya.

      Menurut saya dik Satria justru sangat beruntung karena telah memulai pencarian jati diri lebih awal dibanding teman seusia lainnya artinya dik Satria memiliki peluang lebih besar untuk berkarya.

      Terimalah diri di Satria apa adanya dan bersyukur atas angerah tersebut, Insya Allah kebahagiaan dapat langsung dik Satria rasakan.

      Namun jika masih tetap sulit, bicarakan masalah tsb. dengan orang tua dan mintalah bantuan profesional.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s