Voyeurisme dan Ekshibisionisme ?

21/11/2007

Voyeurisme adalah gangguan dan penyimpangan seksual dimana rangsangan seksualnya berasal dari melihat individu yang tidak menaruh curiga yang sedang membuka pakaian atau telanjang.

Ekshibisionisme adalah gangguan dan penyimpangan seksual dimana kepuasan seksual diperoleh dengan mempertontonkan alat kelamin kepada orang orang asing yang tidak menaruh curiga.

Voyeurisme adalah praktek mengamati individu yang tidak menaruh curiga yang sedang membuka baju atau telanjang agar menjadi terangsang. Ekshibisionisme sebaliknya mencapai rangsangan dan kepuasan seksual dengan mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang asing yang tidak menaruh curiga.

Ciri ciri Voyeurisme dan Ekshibisionisme menurut DSM-IV-TR :

Ciri ciri Voyeurisme meliputi :

  • Selama paling tidak 6 bulan, fantasi, dorongan dan perilaku yang merangsang secara seksual yang melibatkan pengamatan terhadap seseorang yang tidak menaruh curiga yang sedang dalam keadaan telanjang atau sedang membuka pakaian atau sedang melakukan aktifitas seksual yang muncul berulang kali dan secara intens.
  • Orang mewujudkan dorongan, fantasi dan perilaku seksualnya itu dalam bentuk tindakan hingga mengakibatkan distres atau hambatan yang signifikan dalam fungsi hidup sehari hari.

Ciri ciri Ekshibisionisme meliputi :

  • Selama paling tidak 6 bulan, fantasi, dorongan dan perilaku yang merangsang secara seksual yang melibatkan tindakan mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang asing yang tidak menaruh curiga, yang muncul berulang kali dan secara intens
  • Orang mewujudkan dorongan, fantasi dan perilaku seksualnya itu dalam bentuk tindakan hingga mengakibatkan distres atau hambatan yang signifikan dalam fungsi hidup sehari hari.

Ingat bahwa dalam keadaan tertentu, kecemasan sebenarnya justru meningkatkan rangsangan. Banyak pengintip mendapatkan kepuasan yang sama sekali berbeda ketika menonton pertunjukan telanjang di bar.

Meskipun gangguan dan penyimpangan seksual dimana rangsangan seksual muncul nyaris secara eksklusif dalam konteks objek objek atau individu individu yang tidak semestinya dapat muncul secara terpisah, bukan tidak biasa untuk melihatnya muncul bersama sama.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s