Ketergantungan Substansi ?

28/11/2007

Ketergantungan substansi adalah pola penggunaan substansi yang tidak semestinya, yang ditandai oleh kebutuhan yang semakin meningkat terhadap substansi itu, untuk mendapatkan efek yang diinginkan, efek efek fisik negatif ketika pemakaian substansi dihentikan, upaya yang gagal untuk mengontrol penggunaannya dan dibutuhkan usaha yang substansial untuk mendapatkannya atau untuk pulih dari efek efeknya.

Ketergantungan obat biasanya didiskripsikan sebagai kecanduan. Meskipun kita menggunakan istilah kecanduan (addiction) secara rutin ketika mendiskripsikan tentang orang orang yang tampak berada di bawah pengaruh obat, tetapi ada beberapa ketidak sepakatan dalam mendefinisikan kecanduan atau ketergantungan substansi (Woody dan Cacciola, 1997).

Dalam satu definisi, seseorang dianggap mengalami kecanduan bila ia tergantung secara psikologis pada obat atau obat obatan, membutuhkan lebih banyak obat itu untuk mendapatkan efek yang sama (toleransi) dan fisiknya akan merespons secara negatif ketika substansi itu tidak lagi digunakan (withdrawal) (Franklin dan Frances, 1999).

Ciri ciri Ketergantungan Substansi menurut DSM-IV-TR meliputi :

Ketergantungan substansi melibatkan pola penggunaan substansi yang tidak semestinya, meskipun tidak serta merta menjadi tergantung yang mengakibatkan hambatan atau stress (distres) yang signifikan seperti tampak dalam salah satu gejala dibawah ini dalam kurun waktu 1 tahun :

  • Toleransi yang semakin tinggi untuk substansi tersebut yang ditandai oleh adanya kebutuhan dalam jumlah yang lebih besar untuk mencapai efek yang sama atau oleh berkurangnya efek dengan menggunakan jumlah yang sama.
  • Gejala gejala withdrawal atau penggunaan substansi secara berkelanjutan untuk menghindari gejala gejala withdrawal
  • Substansi sering kali digunakan dalam jumlah yang lebih besar dan dalam waktu yang lebih lama daripada maksud awalnya.
  • Keinginan yang berulang atau usaha yang tidak pernah berhasil untuk mengontrol penggunaan substansi
  • Dibutuhkan waktu lama untuk memperoleh atau menggunakan substansi atau pulih dari efek efeknya
  • Kegiatan sosial, kegiatan terkait pekerjaan atau kegiatan rekreasional yang penting berkurang secara signifikan atau dihindari karena penggunaan substansi tersebut
  • Penggunaan substansi berlanjut meskipun tahu bahwa hal itu mengakibatkan berbagai masalah fisiologis maupun psikologis.

Toleransi dan Withdrawal adalah reaksi terhadap unsur kimia yang dicerna. Seberapa berat sakit kepala Anda bila Anda tidak minum kopi pagi ? Saat itulah Anda mungkin sedang mengalami withdrawal kafein. Pada contoh yang lebih ekstreem, withdrawal dari alkohol dapat menyebabkan alcohol withdrawal delirium (delirium tremens-DT), dimana orang dapat mengalami halusinasi halusinasi yang mengerikan atau tremor.

Withdrawal dari substansi lainnya dapat mengakibatkan menggigil, demam, diare, mual, muntah, nyeri dan kesakitan. Tetapi, tidak semua substansi mengakibatkan kecanduan secara fisiologis. Sebagai contoh, Anda tidak mengalami withdrawal fisik serius bila berhenti memakai LSD atau Ganja. Withdrawal kokain memiliki pola yang melibatkan kecemasan, kekurangan motivasi dan kebosanan (Mack, Franklin dan Frances, 2003). Kita akan kembali ke cara kerja obat pada tubuh kita pada waktu menelaah penyebab penyalahgunaan dan ketergantungan.

Pandangan lain tentang ketergantungan substansi menggunakan drug seeking behavior (berusaha mendapatkan obat) itu sendiri sebagai ukuran ketergantungan. Penggunaan obat secara berulang ulang, keinginan yang kuat untuk menggunakan lebih banyak substansi (mencuri uang untuk membeli obat, rela berdiri di tengah udara dingin di luar rumah hanya untuk merokok) dan kemungkinan bahwa penggunaan itu akan kembali lagi setelah berhenti mengggunakannya selama beberapa waktu menjadi faktor faktor yang menentukan tingkat ketergantungan obat.

Reaksi perilaku tersebut berbeda dengan respons fisiologis terhadap obat yang telah kami diskripsikan sebelumnya dan kadang kadang dirujuk dalam kaitannya dengan ketergantungan psikologis. Definisi DSM- IV-TR tentang ketergantungan substansi mengkombinasikan beberapa aspek fisiologis toleransi dan withdrawal dengan aspek aspek perilaku dan psikologis (American Psychological association, 2000a).

Definisi ketergantungan harus dilihat sebagai sebuah work in progress. Dengan kriteria ini banyak orang dapat dianggap tergantung pada aktifitas aktifitas seperti seks, kerja atau makan coklat. Jelas bahwa apa yang dianggap sebagai kecanduan berat obat secara kualitatif berbeda dengan kecanduan belanja atau kecanduan televisi.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Catatan : Ruang lingkup terapi SERVO hanya pada tahap Pasca Detoksifikasi. Tujuan terapi adalah menghilangkan efek “sugesti” sehingga mencegah resiko kambuh kembali (relapse).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s