Gangguan Penggunaan Nikotin ?

30/11/2007

Gangguan penggunaan Nikotin adalah masalah kognitif, biologis, perilaku dan sosial yang terkait dengan penggunaan dan penyalahgunaan nikotin.

Nikotin yang terkandung dalam tembakau adalah sebuah substansi psikoaktif yang menghasilkan pola ketergantungan, toleransi dan withdrawal sebuah gangguan penggunaan nikotin (Schmitz, Schneider dan Jarvik, 1997).

Pada 1942, seorang dokter Skotlandia, Lennox Johnson, menyuntik dirinya sendiri dengan ekstrak nikotin dan menemukan bahwa setelah 80 suntikan ia menjadi lebih menyukainya dibanding rokok sigaret dan merasakan kehilangan tanpa substansi itu (Kanigel, 1988). Cairan berminyak dan tak berwarna inilah yang memberikan kualitas menyenangkan pada rokok.

Tumbuhan tembakau berasal dari Amerika Utara dan orang orang Amerika Asli menanam dan mengisap daunnya sejak berabad abad yang lalu.

Ciri ciri Gangguan Intoksikasi Nikotin menurut DSM-IV-TR meliputi :

  • Menggunakan nikotin setiap hari selama beberapa minggu atau lebih.
  • Penghentian atau pengurangan penggunaan nikotin yang tiba tiba mengakibatkan empat atau lebih dari tanda tanda berikut : gangguan suasana perasaan disforik atau depresi, insomnia, iritabilitas atau amarah, kecemasan, kesulitan konsentrasi, gelisah, detak jantung berkurang, nafsu makan bertambah atau berat badan naik.
  • Distres atau hambatan yang signifikan dalam fungsi.

DSM-IV-TR tidak mendiskripsikan pola intoksikasi untuk nikotin. Sebaliknya DSM-IV-TR menyebutkan gejala gejala withdrawal nya termasuk suasana perasaan depresi, insomnia, iritabilitas, kecemasan, kesulitan konsentrasi, gelisah, nafsu makan yang meningkat dan berat badan naik.

Nikotin dalam dosis kecil menstimulasi sistem saraf pusat, dapat meredakan stres dan memperbaiki suasana perasaan. Tetapi ia juga dapat menyebabkan hipertensi dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker (Slade, 1999).

Dosis tinggi dapat membuat penglihatan Anda kabur, membuat Anda merasa kacau/bingung, mengakibatkan kejang dan kadang kadang bahkan membawa kematian. Begitu perokok menjadi tergantung pada nikotin, maka tanpa nikotin akan timbul gejala gejala withdrawal (Slade, 1999).

Angka kekambuhan di kalangan orang orang yang mencoba berhenti merokok tetapi kembali lagi kekebiasaan lamanya hampir sama dengan angka angka di kalangan mereka yang mencoba berhenti memakai alkohol dan heroin (Nicotine Becomes Addictive, R. Kanigel. 1988).

Nikotin dihirup masuk ke dalam paru paru, kemudian memasuki aliran darah, hanya dalam waktu 7 sampai 9 detik setelah seseorang menghirup asapnya, nikotinpun mencapai otak (Benowitz, 1966). Beberapa bukti juga mengarah kepada cara nikotin dapat mempengaruhi otak janin dan dapat meningkatkan kemungkinan anak anak yang ibunya merokok selama hamil untuk menjadi perokok di masa mendatang (Kandel, Wu dan Davies, 1994).

Merokok telah dikaitkan dengan tanda tanda afek negatif, seperti depresi, kecemasan dan kemarahan (Hall Munoz, Reus dan Sees, 1993). Banyak orang yang berhenti merokok menyatakan bahwa perasaan depresi atau kecemasannyalah yang menyebabkan mereka kembali kekebiasaan lamanya (Slade, 1999).

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s