Anoreksi Nervosa dan Bulimia ?

27/03/2008

Ketika penelitian dilakukan pada lebih dari 900 gadis kelas tujuh hingga kelas sepuluh, cacat emosional-terutama kegagalan membedakan perasaan sedih dari perasaan lainnya dan untuk menguasainya-ternyata merupakan faktor kunci yang menyebabkan gangguan makan (Gloria R. Leon et al.).

Bahkan pada kelas sepuluh, terdapat 61 gadis di sekolah menengah atas kota pinggiran Minneapolis yang makmur itu, yang mengidap gejala berat anoreksia atau bulimia. Semakin hebat gangguannya, mereka semakin bereaksi terhadap kekurangan, kesulitan dan gangguan kecil dengan perasaan negatif yang hebat yang tak dapat mereka redam dan mereka semakin kurang menyadari apa tepatnya yang mereka rasakan.

Bila kedua kecenderungan emosional ini digabung dengan rasa sangat tidak puas akan tubuh mereka, hasilnya adalah anoreksia atau bulimia. Orang tua yang terlalu otoriter ternyata tidak memainkan peran utama dalam menimbulkan gangguan makan. (Seperti telah diperingatkan oleh Bruch sendiri, teori yang didasari pengamatan itu mustahil tepat; misalnya, orang tua dapat dengan mudah menjadi sangat suka berkuasa sebagai respons terhadap gangguan makan putri mereka, karena keinginan hebat untuk menolongnya.).

Yang juga dianggap tidak ada kaitannya adalah penjelasan populer seperti rasa takut terhadap seksualitas, awal pubertas yang terlampau dini dan rendahnya harga diri.

Sebaliknya, rangkaian penyebab yang diungkapkan oleh penelitian yang menjanjikan ini dimulai dari akibat akibat yang dialami gadis muda yang tumbuh di masyarakat yang dicekoki bahwa kerampingan adalah tanda kecantikan wanita. Jauh sebelum masa remaja, para gadis sudah sangat sadar akan berat badan mereka.

Salah seorang anak umur enam tahun, misalnya, menangis terisak isak ketika ibunya menyuruhnya pergi berenang dan berkata bahwa ia akan kelihatan gemuk dengan pakaian renang itu. Padahal kata dokter anaknya, yang mengisahkan cerita ini, berat badannya normal untuk tinggi tubuhnya (Dr. William Feldman).

Dan salah satu penelitian terhadap 271 anak muda, separonya beranggapan bahwa mereka terlalu gemuk, meskipun sebagian besar mempunyai berat badan normal. Tetapi penelitian di Minneapolis menunjukkan bahwa obsesi kegemukan pada diri sendiri tidak memadai untuk menjelaskan mengapa gadis tertentu kemudian mengidap gangguan makan.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s