Mekanisme Kerja Rasa Takut ? #4

06/05/2008

Sementara itu amigdala, bersama dengan hippocampus yang tersambung padanya, memerintahkan sel sel yang mengirimkan neurotransmitter neurotransmitter utama, misalnya, untuk memicu pelepasan dopamin yang membuat terpakunya perhatian pada sumber ketakutan-bunyi bunyi asing itu-dan membuat otot otot siap siaga untuk bereaksi sebagaimana mestinya.

Pada saat yang sama, amigdala memberi isyarat kepada wilayah wilayah pengindraan untuk penglihatan dan perhatian, sambil menjamin agar mata menangkap apa saja yang paling penting bagi keadaan darurat yang dihadapi.

Secara serempak, sistem ingatan korteks diacak ulang agar pengetahuan dan ingatan yang paling relevan bagi keadaan emosi darurat khusus tersebut akan paling mudah dipanggil, didahulukan daripada jalur jalur pikiran lain yang kurang relevan.

Begitu sinyal sinyal ini dikirimkan, Anda telah tersetel menjadi betul betul takut: Anda menjadi sadar akan betapa kakunya perut Anda, detak jantung yang semakin cepat, tegangnya otot otot di sekitar leher dan bahu atau gemetarnya anggota badan; tubuh membeku di tempat sewaktu Anda berusaha keras memancang perhatian untuk mendengarkan bunyi bunyi apapun selanjutnya dan pikiran Anda berpacu dengan bahaya bahaya yang mengancam serta cara cara untuk menanggapinya.

Seluruh urutan ini urutan ini-mulai terkejut hingga keragu raguan sampai ke cemas menuju rasa takut-terjadi dalam jangka waktu kurang lebih satu detik. (Jerome Kagan).

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin Bebas Takut ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/mudah-panik/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s