Mekanisme Kerja Rasa Takut ? #1

06/05/2008

Misalnya di suatu malam Anda sedang sendirian di rumah. Ketika sedang membaca buku, tiba tiba Anda mendengar sesuatu berdebum di kamar lain. Apa yang terjadi di dalam otak Anda selang beberapa saat berikutnya membuka kesempatan bagi sirkuit saraf rasa takut dan peran amigdala sebagai sistem tanda bahaya.

Sirkuit otak pertama yang terlibat sekedar menerima suara itu sebagai gelombang fisik yang mentah dan mengubahnya menjadi bahasa otak untuk menggugah Anda supaya waspada. Sirkuit itu berjalan dari telinga ke batang otak dan kemudian ke talamus. Dari situ berpisahlah dua cabang: sebuah berkas kecil tonjolan menuju ke amigdala dan hippocampus di dekatnya; jalur lain yang lebih besar menuju ke ke korteks pendengaran di lobus temporal disitu bunyi bunyian dipilah pilah dan dipahami.

Hippocampus, tempat penyimpanan utama bagi ingatan, dengan cepat memilah “bunyi debum” dengan bunyi bunyi serupa yang pernah Anda dengar, untuk melihat apakah bunyi itu akrab-apakah “bunyi debum” ini adalah bunyi yang langsung Anda kenali ?

Sementara itu, korteks pendengaran melakukan analisis yang lebih canggih terhadap bunyi tadi untuk mencoba memahami sumbernya-apakah sumbernya kucing ? Apakah daun jendela yang tertimpa angin ? Apakah pencuri ?

Korteks pendengaran muncul dengan hipotesisnya-barangkali suara itu adalah kucing yang menerpa lampu hingga jatuh dari meja, misalnya, tetapi barangkali suara itu seorang pencuri-dan mengirimkan pesan tersebut ke amigdala serta hippocampus.

Seandainya kesimpulannya meyakinkan (bunyi itu sekedar daun jendela yang menghantam kusen ketika angin bertiup sedikit kencang) maka keadaan siaga menyeluruh tidak ditingkatkan ke tahap lebih lanjut.

Tetapi bila Anda masih belum yakin, kumparan lain pada jaringan sirkuit yang berpindah pindah antara amigdala, hippocampus dan korteks prefrontal akan menambah ketidak pastian Anda dan menarik perhatian Anda, dan membuat Anda bahkan lebih was was untuk mengidentifikasi sumber suara itu.

Apabila tidak ada jawaban memuaskan yang timbul dari analisis yang lebih tajam ini, amigdala memicu tanda bahaya, wilayah sentralnya menghidupkan hipotalamus, batang otak dan sistem saraf autonom.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin Bebas Takut ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/mudah-panik/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s