Hijab ?

04/09/2008

  

Pernahkan Anda merasakan ada hal yang “aneh” dalam diri Anda, Anda merasa seolah ada tabir tidak terlihat yang menghalangi diri Anda ?

Walaupun logika kita mengatakan bahwa “sesuatu” itu baik buat kita, namun diri kita seolah tidak berdaya untuk mengambil kebaikan yang ada di dalamnya, tidak berdaya untuk “berubah”, tidak kuasa untuk melawannya. Misal :

1. Kita tau rokok itu buruk bagi kesehatan kita, namun kita sulit untuk tidak merokok.

2. Kita tau ngebut itu berbahaya bagi diri diri kita, namun saat diatas kendaraan kesayangan kita, tidak ada seorangpun yang dapat menghentikan kita.

3. Kita tau selingkuh itu beresiko pada keharmonisan keluarga kita, namun saat merasakan nikmatnya selingkuh, bayangan anak istri tidak mampu membuat kita meninggalkannya.

4. Kita tau sebuah keyakinan tidak bisa diterima oleh akal sehat kita, tetapi kita tidak “berani” untuk melepaskannya.

5. Kita tau olah raga baik bagi kita, tetapi kita enggan melakukannya.

6. Kita tau belajar baik buat masa depan kita, namun hal tersebut baru kita lakukan jika sudah kepepet.

Itulah yang di sebut dengan HIJAB yaitu “dinding” transparan yang menghalangi kita untuk menerima sebuah kebaikan, menghalangi kita untuk hijrah (berpindah), menghalangi kita untuk berubah.

Anehnya, semakin kuat usaha kita untuk “berubah”, semakin sulit kita untuk berubah dan apabila kita “paksa” diri kita untuk berubah, kita akan melewati kesakitan “emosional” yang luar biasa. Orang sering menyebutnya dengan istilah : hambatan psikis (mental blocking), penjara emosional, racun mental dsb.

Penyebab terbentuknya hijab bisa disebabkan oleh : pola asuh yang keliru, pengalaman buruk di masa lalu, sugesti negatif yang dipupuk dsb.

Ingin Bebas Hijab ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

2 Responses to “Hijab ?”

  1. kariem Says:

    Wah hampir semuanya ada padaku tuh, nah sekarang cara menghilangkannya bagaimana? Padahal aq dah baca buku “HASRAT UNTUK BERUBAH”, tapi susah juga …

    Mungkin tambahan Hijab ini datangnya karena sifat pemalas juga … terutama malas untuk berubah.

    Makasih.

    • Servo Clinic Says:

      Berubah bukanlah sebuah usaha, melainkan sebuah “pilihan”.

      Berusaha berubah sangat berbeda dengan “memilih” berubah. Berusaha berubah membuat kita melewati “kesakitan” emosional sedang memilih berubah membuat kita menikmati proses dari perubahan itu sendiri.

      Bukan rasa malas yang membuat kita enggan berubah. Rasa malas hanyalah “akibat” dari kita lari dari masalah karena usaha berubah sebelumnya berkali kali gagal.

      Harusnya yang dicari adalah penyebab mengapa usaha berubah kita berkali kali gagal. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh pengalaman buruk / trauma di masa lalu yang sangat menyakitkan, memalukan atau menyedihkan sehingga membuat emosi kita terkunci pada peristiwa tersebut.

      Ibarat tubuh kita yang terikat “tali-tali” emosional, bukan diri kita yang tidak INGIN bebas, tetapi tali tali emosi yang mengekang dan melilit diri kita itulah yang membuat kita tidak berdaya untuk bebas dan berubah.

      Terapis dalam hal ini seperti orang lain yang membantu kita melepaskan tali pengikat tersebut dari tubuh kita.

      Sebaiknya di terapi !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s