1 dari 5 Pria Beresiko Kecanduan Alkohol !

27/01/2009

Setidaknya satu dari 5 pria di negara berkembang beresiko melakukan penyalah-gunaan alkohol atau mengalami kecanduan alkohol selama hidupnya, demikian peneliti US menyebutkan. “Ini adalah problem serius.” demikian kata Dr. Marc Schuckit dari Sistem Pemeliharaan Kesehatan San Diego dan Universitas California melalui wawancara telepon.

Ia mengatakan para pria beresiko menyia-nyiakan 15 persen usianya untuk penyalah gunaan alkohol dan 10 persen untuk ketergantungan alkohol. “Sekali Anda melakukan salah satu kebiasaan dari diagnosis tersebut, Anda cenderung menyia nyiakan hidup Anda sebanyak 10 hingga 15 tahun.”

Temuan tersebut dipublikasikan di Jurnal Lancet, yang merupakan panduan bagi para Dokter tentang bagaimana menandai dan menangani pasien mereka terhadap gangguan ketergantungan alkohol. Ini termasuk persoalan kebiasaan mabuk seperti pemborosan waktu, sekali mencoba susah berhenti, mengabaikan peristiwa penting demi mabuk atau pemulihan sehabis pesta minuman, penentuan batas jumlah yang diminum.

Pendefinisian juga mencakup tanda tanda klasik kecanduan alkohol seperti kegelisahan yang hebat akibat putus alkohol (withdrawal). Mereka mengatakan setiap pengulangan “minum” menambah resiko depresi yang bersifat sementara sebesar 40 persen dan 80 persen dari peminum biasanya adalah perokok.

Sekitar 40 hingga 60 persen resiko dari kebiasaan “minum” dapat dijelaskan sebagai faktor keturunan dan sisanya karena pengaruh lingkungan, demikian dikatakan Schuckit. Itu menjelaskan mengapa wanita memiliki resiko usia hidup yang lebih rendah.

“Ini sebuah isu budaya. Dibanding pria, kebanyakan wanita lebih jarang minum. Proporsi yang lebih tinggi dari wanita dibandingkan pria tidak pernah terjadi karena mereka tidak pernah atau sangat jarang minum,” Demikian dikatakan Schuckit.

Ia mengatakan, peminum berat menimbulkan resiko penyakit hati dan kanker sekalipun ybs. tidak merokok dan meskipun persepsi tentang penanganan tidak bekerja, kebanyakan pasien dengan gangguan penggunaan alkohol setelah penanganan menjadi lebih baik.

Sumber : Reuters / Julie Steenhuysen / 25-1-2009.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s