Nasihat yang Mubazir ?

05/01/2010

  

Sering kita dengar dari para pemuka agama, orang tua, guru, atasan agar kita menjadi pribadi yang tidak malas, jangan takut, jangan mengeluh, tidak gampang menyerah, tidak lari dari masalah dan seribu “tidak” atau “jangan” lainnya.

Entah mengapa, semakin banyak nasihat yang disampaikan, justru membuat kita merasa semakin jauh dan sebal karena mereka tidak memahami apa yang kita rasakan, bahkan cenderung menyalahkan.

Namun berharap mereka mau mengerti dengan apa yang sedang kita rasakan juga merupakan hal yang naif karena kita memang menggunakan kacamata yang berbeda dalam mensikapi persoalan. Di “mata” kita, mereka cenderung menggampangkan masalah, mengecilkan persoalan, menganggap kita tidak tau apa apa, dsb.

Sebetulnya mereka sama sekali tidak bermaksud meremehkan perasaan kita, namun kebiasaan mereka mengambil posisi pengamat (subjek) lah yang membuat mereka seolah tidak peduli dengan perasaan kita, di sisi lain mereka tidak mengetahui “cara” yang efektif untuk mengkomunikasikannya kepada kita.

Untuk itu, Anda sedang berhadapan dengan orang yang keliru. Putuskan untuk membicarakan masalah Anda dengan orang lain yang mengerti persoalan Anda, namun tidak untuk berkeluh kesah melainkan untuk menemukan pemecahan masalah Anda.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s