Kecanduan Game ?

11/02/2010

DISCLAIMER : Kisah nyata berikut ini tidak dimaksudkan sebagai jaminan bahwa hasil terapi yang dicapai akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat individu, tergantung dari kesediaan klien untuk berubah dan seberapa cepat akar masalah ditemukan !

Dengan diantar orang tua, datang ke S.E.R.V.O Clinic seorang remaja dewasa bernama Kiki (bukan nama sebenarnya) berusia sekitar 25-an.

Wajahnya terlihat murung, keruh, selalu menunduk, tatapan matanya penuh curiga dan amarah serta enggan menjawab pertanyaan jika diajak bicara.

Berdasarkan informasi orang tuanya, ybs. mengalami kecanduan game yang parah dan saking parahnya ybs. terpaksa berhenti dari kuliahnya di fakultas teknik sebuah universitas negeri ternama di Indonesia. Terdapat pula kecenderungan untuk mengurung diri di kamar, mudah merasa terganggu oleh suara sekecil apapun, ribut dengan tetangga, mudah mengumpat dan tidak jarang memukul kedua orang tua ataupun kedua adiknya.

Padahal di sisi lain ybs. memiliki kemampuan intelegensia yang baik (terbukti mampu masuk ke fakultas teknik universitas negeri ternama), daya imajinasi yang luar biasa, perasaan seni yang tinggi (punya kemampuan melukis), sayangnya tidak dapat tumbuh kembang secara optimal.

Akibatnya semua kelebihan tersebut justru berubah jadi bumerang bagi dirinya dimana kemampuan asosiasi dan imajinasinya yang sangat kuat berubah menjadi halusinasi yang tidak terkendali dan secara kebetulan terakomodir oleh game yang sekaligus pula menjadi sarana pelarian akibat problem kecemasan yang tidak terselesaikan.

Walau diawali dengan sesi edukasi yang tidak mudah, untungnya ybs. masih dapat diajak berkomunikasi dan secara berangsur-angsur bersedia mengungkapkan perasaannya serta bersedia mengikuti terapi sederhana yang diberikan terapis.

Selain disebabkan oleh pertumbuhan emosi yang tidak lengkap karena saat kecil ditinggal tugas berlayar oleh sang ayah, terungkap pula adanya pola asuh dengan menggunakan kekerasan, sehingga menimbulkan dendam yang kronis.

Alhamdulillah pada kunjungan ketiga ybs. telah dapat kembali tersenyum dengan orang tua dan adik adiknya, telah dapat mendiskusikan masalah dengan bapaknya, mengungkapkan rasa sayang pada adik adiknya, tidak lagi memukul ibunya, tidak lagi terganggu oleh suara berisik tetangganya dan saat ini ybs. telah terbebas dari kecanduan game-nya.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s