Gigolo di Bali ?

29/04/2010

  

Heboh dirilisnya film dokumenter Cowboys in Paradise yang bercerita tentang kehidupan para penjaja seks pria atau gigolo di Kuta Bali membuat Made Mangku Pastika, Gubernur Bali menjadi gerah karena dapat memberikan gambaran yang salah tentang parawisata di Bali.

Tidak kurang dari 28 pria tanpa identitas di pantai Kuta Bali dirazia oleh aparat pengamanan pantai. Sementara Kepolisian Daerah Bali masih terus menyelidiki materi film tersebut terutama tentang ada tidaknya unsur pornografi di dalamnya.

Diperlukan penanganan ekstra hati hati agar reaksi publik tidak mengarah pada tindakan anarki, sebaliknya tindakan penertiban kawasan yang berlebihan jangan pula sampai berdampak pada parawisata itu sendiri, karena tidak tertutup kemungkinan adanya motif persaingan yang tidak sehat di bidang parawisata.

Tindakan reaktif yang kontraproduktif hanyalah membuang tenaga, waktu, biaya dan pikiran, namun tidak mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut adalah sebuah “kebodohan”.

Kiranya pemda Bali perlu menyusun ulang “cetak biru” pengembangan parawisata secara lebih fokus dan profesional dengan melibatkan partisipasi penuh masyarakat. Di sisi lain adanya dampak ikutan yang menyertainya, anggap saja sebagai umpan balik bagi perbaikan parawisata ke depan.

Selalu ada resiko dari sebuah keputusan dan selalu ada hikmah dibalik sebuah musibah !

Komentar Anda ?

Iklan

One Response to “Gigolo di Bali ?”

  1. gozal Says:

    tindakan yang bijaksana dan sangat berhati-hati memang sangat diperlukan untuk menyikapi kasus ini .

    namun pada hemat saya ” bali ” telah terpromosikan keseluruh dunia sebagai tempat tujuan wisata yang menarik dan itu ” terjual”nya adalah karena faktor – faktor alam , lingkungan , adat , kebudayaan , masyarakatnya dlsb yang normatif walaupun sudah terkontaminasi dengan pariwisata sex ( yang dilakukan secara tertutup dalam arti tidak diexpose secara khusus ) .

    tetapi adanya film gigolo ini , sungguh sangat memprihatinkan karena akan memberikan kesan bahwa “bali” merupakan pariwisata sex bagi pencari kepuasan sex .

    lagu ” kembalikan BALI ku” barangkali dapat menginspirasi kita bagaimana harus bersikap


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s