Paranormal = Haram ?

19/07/2010

 

Akhirnya, Majelis Fatwa Mathla’ul  Anwar dalam Muktamar ke-13, Minggu, 18 Juli 2010, di Serang, Banten mengeluarkan fatwa haram terhadap segala bentuk praktek perdukunan (kahanah) dan “orang pintar” (iraafah).

Adapun ruang lingkup pengharaman meliputi publikasi, tayangan mistis, memanfaatkan, menggunakan, mempercayai segala macam praktek perdukunan, pengobatan gaib termasuk ramalan.

Tidak mudah menghapus praktek pedukunan mengingat tingginya permintaan konsumen akibat rendahnya tingkat pendidikan, kuatnya tradisi mistis, sedikitnya peran pemerintah, longgarnya regulasi penyiaran dsb. 

Apalagi dengan semakin cepatnya perubahan dan kuatnya persaingan hidup, semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat akan rasa nyaman dan kepastian masa depan, semakin mendorong tumbuh pesatnya praktek pedukunan.

Kebutuhan akan rasa aman dan kepastian masa depan inilah yang ditangkap dengan baik oleh para petualang/oportunis dengan memberikan harapan harapan kosong dan palsu.

Dalam jangka pendek, hal tersebut memang sangat ampuh sebagai katub pengaman sosial dalam mengobati frustrasi masyarakat akibat kemiskinan dan ketidak berdayaan, namun dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia (baca : meningkatnya kebodohan).

Tidak usah heran jika dikemudian hari tumbuh subur budaya jalan pintas, generasi malas dan meningkatnya penderita gangguan jiwa dsb.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s