Insomnia Kronis dan Resiko Kematian ? #2

28/10/2010

Penelitian ini melibatkan 2.242 peserta di Wisconsin Sleep Cohort Study yang menyelesaikan 2 hingga 3 survei yang dikirim pada tahun 1989, 1994 dan 2000.

Peserta tersebut dianggap sudah mengalami insomnia kronis, jika mereka, melaporkan gejala insomnia pada paling tidak dua survei.

Sebuah indeks kematian jaminan sosial, pada pencarian Mei 2010 menetapkan bahwa 128 peserta telah meninggal selama periode tindak lanjut hingga 19 tahun.

Perkiraan hazard ratios (HR) kematian yang disesuaikan dengan indeks massa tubuh, usia dan jenis kelamin, serta catatan pribadi-kondisi medis seperti bronkitis kronis, serangan jantung, stroke, hipertensi, diabetes dan depresi.

Finn menambahkan bahwa hasil menekankan perlunya dokter memberikan pengobatan yang efektif untuk insomnia bahkan tanpa adanya masalah kesehatan yang mengerikan.

“Insomnia adalah gejala kelebihan beban dan memiliki dampak yang negatif pada kualitas tidur yang dapat mendorong seseorang untuk mencari pengobatan,” kata Finn. “Identifikasi insomnia sebagai faktor yang memiliki risiko pada kematian mungkin lebih memberi dampak klinis dan meningkatkan derajat prioritas pada pengobatan insomnia.”

Penelitian ini didukung oleh the National Heart, Lung, and Blood Institute; the National Institute on Aging, dan Center for Research Resources of the National Institutes of Health.

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/100607065559.htm

Ingin bebas insomnia ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/susah-tidur/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s