Mendengar Sambil Tidur ? #3

29/10/2010

Sebelum melakukan operasi, Gondek menempatkan plugs khusus pada telinga pasien. Plugs memblokir kebisingan ruangan tetapi pasien diperbolehkan mendengar urutan dari dua nada yang dipancarkan oleh peralatan Gondek, satu nada bekerja pada 500 hertz, yang lainnya pada 1.000 hertz.

Dia memainkan berbagai pola nada ketika pasien terjaga, selama tidur ringan dan selama tidur nyenyak. Elektroda mendeteksi pada bagian mana dari otak yang diaktifkan. Gondek menganalisa hasil yang dibuat dari otak pasien dan memetakannya ke MRI dan CT scan.

“Kami menemukan bahwa selama bangun, hanya area di sekitar korteks pendengaran primer yang diaktifkan oleh nada,” katanya. “Kemudian, selama tidur ringan dan dalam, Anda menemukan tidak hanya aktivasi pendengaran primer, tetapi lobus frontal juga memberikan tanggapan.”

Lobus frontal dipercaya memainkan peranan penting dalam fungsi kewaspadaan, seperti menyaring stimulus baru dan mempersiapkan tubuh untuk bereaksi. Selama tidur, Gondek berspekulasi, bagian ini dari otak dapat menganalisa suara, untuk memutuskan apakah orang tersebut perlu terbangun untuk menanggapi.

Mekanisme ini akan memungkinkan seorang petualang di hutan tertidur oleh suara jangkerik, tanpa merasa terancam, tapi mungkin membangunkan petualang dengan segera, begitu eraman beruang terdengar.

Gondek dan Krauss berencana menindak lanjuti percobaan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana otak memproses suara lingkungan yang spesifik selama tidur. Penelitian mereka juga dapat menjelaskan hubungan antara gangguan tidur dan penyakit mental seperti depresi dan demensia.

Menemukan tempat dimana otak memproses suara ketika tidur, telah menjadi langkah pertama yang kritis untuk memecahkan teka-teki fisiologis yang sulit. “Pada titik ini,” Gondek menjelaskan, “kita dapat mengatakan bahwa ini adalah tempatnya dimana bekerja. Tapi apa yang terjadi di sana, bagaimana prosesnya bekerja, masih belum jelas.”

Proyeknya didukung oleh General Electric Foundation Undergraduate Engineering Research Stipend.

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/980430044534.htm

Ingin bebas insomnia ? Klik >  https://servoclinic.com/kesaksian/susah-tidur/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s