Kurang Tidur dan Diet ? #2

01/12/2010

Penelitian yang dilakukan di University of Chicago’s General Clinical Resource Center, diikuti 10 sukarelawan dengan kelebihan berat badan tapi sehat, berusia 35-49 dengan indeks massa tubuh mulai dari 25, dianggap kelebihan berat badan, hingga 32, dianggap obesitas.

Peserta ditempatkan pada diet seimbang individual dengan pembatasan kalori untuk 90 persen dari apa yang yang diperlukan setiap orang, untuk menjaga berat badannya tanpa berolahraga.

Setiap peserta dipelajari dua kali: sekali selama 14 hari di laboratorium dengan jangka waktu 8,5 jam disisihkan untuk tidur, dan sekali selama 14 hari dengan hanya 5,5 jam untuk tidur. Mereka menghabiskan jam bangun mereka, terlibat dalam rumah seperti kegiatan bersantai atau pekerjaan kantor.

Selama dua minggu, 8.5-jam-di fase-tidur, relawan tidur rata-rata 7 jam 25 menit setiap malam. Pada fase 5,5 jam, mereka tidur 5 jam 14 menit, atau kurang dari dua jam. Jumlah kalori yang mereka konsumsi, dijaga sama sekitar 1.450 per hari.

Para relawan rata-rata kehilangan berat sebesar 6,6 pon selama masa sesi 14-hari. Selama minggu dengan tidur yang cukup, mereka kehilangan lemak 3,1 pon dan 3.3 pon massa tubuh lemak bebas, terutama protein.

Selama minggu dengan tidur pendek, peserta kehilangan rata-rata 1,3 pon lemak dan 5.3 pon massa lemak bebas.

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/101004211637.htm

Ingin bebas insomnia ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/susah-tidur/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s