Amuk Massa ?

09/02/2011

Hanya selang sehari dari insiden penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang Banten, amuk massa kembali terjadi di Temanggung, Jawa Tengah pada Selasa, 8 Februari 2011.

Akibatnya 2 bangunan gereja dibakar, 1 truk Dalmas dan 3 unit mobil dan beberapa sepeda motor dibakar, gedung PN Temanggung dan 1 bangunan gereja dirusak serta 9 orang terluka dibagian kepala dan kaki.

Sebagai sebuah negara hukum, tindakan anarki apapun alasannya apalagi sampai menimbulkan korban jiwa merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran HAM.

Namun yang perlu dikaji secara lebih serius oleh pemerintah adalah mengapa amuk massa yang berhubungan dengan masalah keyakinan agama terus terjadi ?

Untuk itu peneliti harus berani bertanya secara lebih mendasar dan berfikir “out of the box” dan jika perlu libatkan pakar perilaku, psikolog sosial, antropolog dalam mencari akar permasalahan !

Apakah peristiwa tersebut terjadi secara spontan ataukah ada sebab lain yang mendahuluinya baik langsung maupun tidak langsung sehingga menimbulkan rasa sakit hati ataupun sikap reaktif karena rasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah terusik ?

Apakah terdapat sikap saling menghargai diantara sesama pemeluk agama dengan tidak memaksakan keyakinannya ataupun cara cara dakwah yang bersifat ofensif ataupun menistakan agama umat lain ?

Begitu pula dengan pertanyaan, mengapa warga lebih memilih tindakan anarkis daripada tindakan hukum ? Apakah telah terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di masyarakat ?

Perlu disadari pula oleh pemerintah, aktifitas beragama bagi masyarakat yang merasa terpinggirkan apalagi ditengah rasa frustrasi yang masif akibat kebodohan, kemiskinan, ketidak adilan, dan pengangguran merupakan sarana pelepas ketegangan (katarsis) yang sangat efektif.

Itu sebabnya saat tempat aman dan nyaman yang tinggal satu satunya tsb. terusik, maka seseorang jadi gampang nyolot, apalagi jika ditunggangi oleh para petualang politik.

Tanpa bermaksud sebagai sebuah pembenaran atas tindakan anarki / pelanggaran HAM, bukankah mengganggu rasa aman dan nyaman umat lain dalam menjalankan agamanya, juga merupakan sebuah pelanggaran HAM ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s