Membiarkan Sedikit Tidak Patuh ?

29/09/2011

Ketidak patuhan telah ada selama berabad abad.

Sesekali itu adalah pernyataan protes yang tidak berbahaya terhadap peraturan, tetapi itu juga adalah pendorong terjadinya perubahan sosial. Anda mungkin tidak menyukai para pembangkang tsb., tetapi Anda harus menghormati hak mereka untuk mengekspresikan diri.

Biasanya, ada saat saat dimana anak anak Anda melakukan banyak hal yang tidak Anda restui. Saya bukannya sedang berbicara tentang perilaku tidak benar atau berbahaya, namun perihal mengenakan pakaian yang aneh atau mendengarkan musik musik yang mengerikan atau menganut paham politik atau cita-cita sosial yang ekstrem.

Pada era enam puluhan, orang tua angkat tangan dengan rambut panjang dan pawai pawai perdamaian anak anak mereka. Itu tampaknya kuno untuk ukuran zaman sekarang dan para pendukungnya pun telah sukses dalam karir yang terbilang umum.

Pernyataan sesekali yang biasa dibuat para remaja untuk menegaskan keunikan dan kemandirian mereka biasanya sesuai dengan umur dan bahkan bermanfaat.

Belum lama berselang saya mendengar cerita tentang seorang remaja putra yang pergi ke sekolah dengan berpakaian seperti perempuan. Kepala sekolah menganggap ini tidak pantas dan menyuruhnya pulang.

Ketika orang tua si anak di beri tahu, mereka tidak langsung marah, tetapi ingin tahu apa yang memotivasi tindakan anak mereka tsb. Ternyata ia sedang protes terhadap standar ganda yang diberlakukan sekolah dalam aturan berpakaian.

Anak anak perempuan diizinkan mengenakan kemeja flanel, sepatu bot dan T shirt asalkan dipadu dengan rok, sementara anak laki laki harus mengenakan jaket dan dasi sepanjang hari.

Orang-tua pemuda ini mendukung putra mereka, paham bahwa tindakannya itu tidak menyakiti siapapun dan hanya merupakan cara mengungkapkan dirinya. Berpakaian ala lawan jenis mungkin bukan jalan yang mereka pilih, namun memandang ketidak patuhan ini sebagai tanda kekuatan karakter dan kemandirian berpikir.

Selanjutnya orang tua remaja ini menemui kepala sekolah dan membujuknya untuk membatalkan hukuman. Kisah ini akhirnya di muat di surat kabar sekolah dan dipandang semua orang sebagai lelucon.

Si pelaku memiliki kebanggaan, rasa humor, pemberontakan yang sehat dan rasa percaya diri di dalam kebebasannya untuk berpikir dan bertindak mandiri.

Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.

Ingin Anak Remaja Anda Berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s