Trauma Kehilangan Orang yang di Cintai ?

30/09/2011

Maraknya kecelakaan transportasi darat, laut maupun udara akhir akhir ini, berpotensi menimbulkan trauma yang mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

Berbeda dengan kehilangan orang yang dicintai akibat sakit kronis, sakit keras ataupun karena usia yang telah lanjut, yang anggota keluarganya biasanya jauh lebih siap, kehilangan anggota keluarga yang “mendadak” dapat membuat anggota keluarga yang ditinggalkan merasa sangat sulit percaya, bingung, sedih, terkejut dan panik.

Apalagi jika orang yang “tiada” tersebut, memiliki kedekatan secara emosional dengan pihak yang ditinggalkan seperti nenek yang disayangi, anak tunggal, tulang punggung keluarga, kekasih, sahabat dsb.

Untuk itu diperlukan dukungan moril dan pengertian yang mendalam dari orang orang disekitarnya, karena jika tidak, ybs. dapat semakin larut dalam duka yang sangat mendalam, semakin terpuruk hingga depresi.

Idealnya setelah 40 hari berkabung, anggota keluarga yang ditinggalkan dapat pulih dan kembali beraktifitas seperti biasa, namun jika lebih dari periode tsb. ybs. justru berubah menjadi suka termenung, irit bicara, malas keluar kamar, suka menyendiri, kadang disertai sulit tidur, diperlukan bantuan profesional untuk mengatasinya.

Bagaimana jika saat ini telah ada terapi yang dapat membantu Anda tetap merasa dekat, utuh, penuh dan tetap merasa “memiliki” orang yang Anda cintai, walaupun secara fisik yang bersangkutan telah tiada ?

Ingin bebas trauma ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s