Corporate Social Responsibility (CSR) ?

09/02/2012

Saat ini, Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan investasi dan menjadi salah satu pilar bisnis masa depan.

Perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat ataupun lingkungan, cepat atau lambat namun pasti akan ditinggalkan oleh para investornya, karena dianggap sebagai “penghisap darah” sumber daya dunia. Terbukti saat ini, 66 persen investor di Amerika hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang melakukan bisnis yang bertanggung jawab secara sosial (Kompas, 9 Februari 2012).

Disisi lain, menerapkan CSR juga jangan diartikan sebagai bagi bagi sumbangan karena perusahaan bukanlah badan amal ataupun departemen sosial yang bertanggung jawab mengurusi kesejahteraan masyarakat. Paling tidak perusahaan yang menerapkan CSR, tidak menjadi beban sosial apalagi menjadi “vampire”  bagi lingkungannya.

Ada beragam aktifitas CSR yang dapat dilakukan perusahaan seperti anti-korupsi, lingkungan asri, HAM, pendidikan, tidak mempekerjakan anak-anak, pinjaman lunak, fasilitas olah raga, beasiswa dsb., namun CSR yang baik adalah CSR yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan, sehingga walaupun aktifitas CSR tidak berhubungan langsung dengan bisnis yang sedang dijalankan, namun secara tidak langsung dapat melindungi kepentingan jangka panjang perusahaan dari resiko kontraproduktif, pemboikotan, resiko pemogokan, resiko kerusuhan yang dapat membuat perusahaan tiba tiba “collapse”.

Bayangkan ! Jika Anda seorang karyawan dari perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan karyawannya, apakah Anda akan ikut ambil bagian dalam pemogokan ? Jika Anda tinggal di lingkungan pabrik yang peduli pada kesehatan dan pendidikan warga, apakah Anda akan ikut ambil bagian dalam ketidak-puasan massa ?

Lalu manfaat seperti apa yang dapat anda peroleh, jika perusahaan Anda bekerja-sama dengan SERVO Clinic dalam melaksanakan CSR yang sejalan dengan kepentingan perusahaan Anda dan kompetensi kami ?

Anda tentu setuju jika memiliki karyawan yang berkonsentrasi penuh pada pekerjaan dan tidak terganggu oleh hal hal yang tidak perlu seperti insomnia, takut presentasi, takut gagal, pusing masalah anak, konflik dengan pasangan dsb.

Bagaimana jika karyawan Anda, dibekali tentang keterampilan manajemen diri, manajemen emosi, keterampilan berkomunikasi, manajemen keluarga, parenting dsb. ?

Bukankah motivasi dan orientasi kebanyakan karyawan bekerja adalah demi pendidikan dan masa depan anak ?

Ingin peduli pada karyawan ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/gangguan-cemas/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s