Sanksi atas Pelanggaran Hukum

27/02/2015

Dalam konteks pembinaan, sanksi atas sebuah pelanggaran hukum sebaiknya berfungsi sebagai sebuah sarana penyempurnaan atas sikap dan perilaku.

Untuk ini pemilihan jenis hukuman, idealnya didasarkan pada spektrum kesadaran berubah yang bersangkutan, dimana semakin awal seseorang memiliki kesadaran untuk berubah maka semakin besar peluang ybs. mendapatkan subsidi oleh pemerintah.

Misal, pelaku tindak kejahatan yang melapor diri ke pihak yang berwenang sebelum tertangkap tangan, termasuk ke dalam kategori survivor yang berhak mendapatkan pengampunan serta rehabilitasi mental gratis.

Kemudian bagi pelaku tindak kejahatan yang baru pertama kali tertangkap tangan, maka sanksinya dapat berupa pilihan bersyarat apakah berupa pengampunan melalui jam kerja sosial serta keharusan untuk menjalani rehabilitasi atas biaya pribadi.

Baru pada pelaku tindak kejahatan berulang (kambuhan) maka hukuman sudah dapat berupa hukuman administrasif seperti pencabutan SIM seumur hidup, isolasi fisik/penjara bagi psikopat, pengkebirian atas predator anak, hukuman mati bagi koruptor sehingga membatasi kesempatan ybs. untuk mengulangi pelanggaran hukum.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s