Perlukah Marah ?

17/04/2015

Memendam perasaan atau menahan diri untuk tidak marah, sepintas berguna, kita menjadi tidak perlu berkonflik, tidak dimusuhi dan tidak kehilangan teman.

Apakah hal tersebut dapat menyelesaikan masalah ataukah justru hanya sekedar menunda masalah ? Kita menjadi tidak nyaman, berjarak, mudah tersinggung, nyeri lambung dan tidak jarang mengalami susah tidur.

Sebaliknya, bisa jadi ada yang berprinsip, meskipun pahit, lebih baik kita bersikap apa adanya, berbicara terus terang, ekspresikan kemarahan dan jika perlu lakukan tindakan fisik.

Padahal mengekspresikan perasaan (mengeluarkan uneg-uneg) dengan mengumbar amarah adalah dua hal yang berbeda.

Mengumbar amarah memang dapat membuat kita lega sesaat, namun menguras emosi dan pesan (baca : maksud baik) belum tentu sampai sementara mengeluarkan uneg-uneg dapat membuat pesan sampai, tanpa harus membuat enerji terkuras.

Jadi pilih mana, marah marah ataukah mengeluarkan uneg-uneg ?

Ingin tidak perlu marah ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s