Kecanduan Selfie ?

19/06/2015

Meski tidak berurusan dengan orang lain, tindakan selfie berpotensi merugikan diri sendiri, bahkan American Psychiatric Association (APA) telah mengkonfirmasikan secara resmi, tindakan selfies termasuk kedalam kategori gangguan mental.

Sebagai sebuah gangguan mental, perilaku selfie itu sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Dalam Islam, hal tersebut telah banyak dijabarkan dan dikategorikan sebagai sifat tercela seperti dorongan ingin pamer (riya), dorongan mengagumi diri sendiri (ujub) dsb.

Lalu kenapa seseorang terdorong untuk melakukan selfie dan tidak jarang berubah menjadi kecanduan selfie kronis ?

Coba dirasakan kembali, saat kita sedang difoto oleh teman atau fotografer, sensasi apa yang kita rasakan ? Kecuali Anda seorang foto model, adakah muncul perasaan kikuk, salah tingkah ataupun tidak nyaman ?

Ya, itulah “penolakan” bawah sadar yang muncul secara alami, saat seseorang ditempatkan diposisi korban (objek). Namun oleh tindakan selfie, “penolakan” tersebut justru diubah menjadi sesuatu yang diinginkan. Itu sebabnya, tidak heran jika ybs. semakin lama semakin menjadi kecanduan selfie.

Pada skala yang tidak terkendali, kecanduan selfie dapat membuat seseorang menjadi semakin tidak peduli terhadap bahaya seperti selfie di rel kereta, selfie di pinggir jurang dsb. atau semakin tidak sadar resiko dimanipulasi seperti selfie pornografi atau porno-aksi.

Ingin bebas kecanduan selfie ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s