Bagaimana insting manusia Bekerja?

28/02/2017

_6262058949.jpg

Apa yang terlintas di benak anda mendengar kata insting? suatu yang ada sejak lahir? pendapat tersebut tidaklah salah, namun definisi dari insting sendiri adalah suatu perwujudan psikologis dari kebutuhan tubuh untuk menuntut kepuasan. Menurut Sigmund Freud, cikal bakal kepribadian manusia yang kompleks adalah berasal dari insting insting dan berbagai refleks yang dibawa sejak lahir.

Insting bekerja untuk menciptakan keseimbangan. Misalnya insting lapar berasal dari kebutuhan tubuh untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan dan secara psikologis terwujud dalam keinginan untuk makan. Hasrat, dorongan, motivasi merupakan bagian dari energi psikis. Dan kumpulan energi dari seluruh insting yang dimiliki seseorang merupakan energi yang tersedia untuk menggerakkan proses kepribadian. Energi insting dapat dijelaskan dari sumber (source), tujuan (aim), objek (Oject)  dan daya dorong (Impetus) yang dimilikinya.

Sumber Insting

Sumbber insting adalah kondisi biologis. Tubuh selalu menuntut untuk tetap berada pada kondisi seimbang. Kekurangan nutrisi akan mengaktifkan insting lapar. Seumur hidup sumber inti bersifat konstan tidak akan berubah kecuali perubahan akibat kematangan biologis dan kematangan ini akan melahirkan kebutuhan biologis yang baru yang nantinya juga akan melahirkan insting baru.

Tujuan Insting

Masih berhubungan dengan insting yaitu untuk memperoleh kondisi keseimbangan misalnya dengan mencukupi kebutuhan nutrisi. Tujuan ini juga bersifat konstan layaknya sumber insting. Freud memandang insting sebagai pemicu tegangan (keinginan kuat) dan id – ego – superego (akan dijelaskan pada bagian lain) bekerja untuk mereduksi (mengurangi) tegangan itu. Jadi tujuan insting sebenarnya bersifat regresif (kembali ke asal) yaitu berusaha kembali ke keadaan tenang seperti sebelum insting itu muncul. Jadi prinsipnya ketika ada tegangan muncul, maka tugas id ego superego adalah mereduksi tegangan itu agar keadaan kembali tenang seperti sebelum kemunculan tegangan itu. Selain itu tujuan insting juga bersifat konservatif, yakni mempertahankan keseimbangan organisme dengan jalan menghilangkan berbagai stimulus (rangsangan / pemicu) yang mengganggu.

Objek Insting

Objek insting adalah segala sesuatu yang menjembatani antara kebutuhan yang timbul dengan pemenuhannya. Objek dari insting lapar bukan hanya makanan, melainkan juga kegiatan mencari uang, membeli makanan dan menyajikan makanan itu. Berbeda dengan sumber dan tujuan insting, ternyata cara orang memuaskan kebutuhannya berubah-ubah sepanjang waktu sesuai dengan tingkat perkembangan manusia tersebut. Energi insting tersebut juga dapat dialihkan kepada objek lain yang tersedia guna mereduksi tegangan (Displacement). Apabila pengalihan itu menjadi permanen sehingga objeknya bukan lagi objek asli yang ditentukan dari lahir, maka proses tersebut disebut derivatif insting misalnya insting keibuan diganti objeknya dengan merawat anak terlantar karena tidak mempunyai anak. Displacement dan Derivatif Insting inilah yang menjadi sumber plastisitas dan keanekaragaman tingkah laku manusia.

Daya Dorong Insting

Kekuatan/intensitas keinginan berbeda-beda tiap orang. Orang yang tidak makan seharian tentu memiliki keinginan makan lebih besar daripada orang yang makan teratur. Sebagai tenaga pendorong, jumlah kekuatan energi dari seluruh insting bersifat konstan, hanya penggunaannya yang berubah. Kebutuhan yang lebih penting akan mendapat satu energi yang lebih besar dibanding dengan kebutuhan lain yang kurang penting.

Jenis-jenis insting

Jenis insting dibagi menjadi dua yaitu yaitu Eros (Insting Hidup)  dan Thanatos (Insting Mati)

Eros

Adalah insting manusia yang bertujuan untuk mempertahankan, melanjutkan dan mengembangkan hidupnya. Eross dibagi menjadi dua. Sebesar fashion insting dan spek selinting.

Self Preservation Insting

Insting ini akan aktif ketika ada suatu hal yang mengancam keberlangsungan hidup seseorang. Insting ini yang paling kuat dan paling dasar yang mengarahkan seseorang untuk mempertahankan diri dari ancaman. Misalnya saja ketika nyawa kita sedang terancam oleh orang orang jahat, otomatis kita akan mempertahankan diri, bahkan terkadang muncul suatu kekuatan yang tidak pernah muncul pada saat kondisi kita merasa aman. Namun ketika ancaman sudah tiada insting ini tidak akan lagi bekerja dan akan digantikan oleh insting seksual.

Sexual insting

Adalah insting untuk mendapatkan kenikmatan (pleasure) yang terus meningkat. Bila tidak ada ancaman pada kehidupan seseorang, maka insting ini akan aktif karena kecenderungan manusia yang paling dasar adalah untuk mencari kenikmatan. Kenapa harus sexual insting? karena sesuai dengan pandangan Freud bahwa kehidupan psikis berasal dari kehidupan biologis maka kenikmatan yang paling dasar adalah kenikmatan biologis dan puncak dari kenikmatan biologis adalah kenikmatan seksual, oleh karena itu Freud berpandangan bahwa segala kenikmatan yang dicari manusia dalam hidup ini dalam bentuk paling “dasarnya” (biologis) adalah kenikmatan seksual. Berbeda dengan hasrat untuk menyelamatkan diri yang akan mereda ketika ancaman hilang, hasrat akan kenikmatan pada manusia tidak ada habisnya. Manusia terus-menerus mencari kenikmatan yang lebih besar sehingga manusia terus-menerus mensublimasikan dorongan-dorongannya. Contohnya bila seseorang kelaparan hingga hampir mati, makanan apapun akan cukup baik baginya, yang bekerja di sini adalah self preservation instinct, namun bila ia sudah berkecukupan maka ia ingin makanan yang lebih enak. Bila makanan sudah cukup ia ingin pakaian yang bagus, rumah yang besar, mobil yang mewah, menikah dan lain-lain. BIla proses sublimasi terus berlanjut, maka dalam tahap selanjutnya orang mencari kenikmatan yang lebih tinggi seperti kenikmatan estetis (misalnya dalam menikmati karya seni), dan kenikmatan sosial (misalnya menerima pujian, penghargaan dan lain-lain) dan berbagai kenikmatan lainnya.

Bersambung di tulisan selanjutnya….

Sumber

Alwisol. (2010). Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press

Arif, I S. (2006). Dinamika kepribadian, gangguan dan terapinya (understanding the unconcious). Bandung: PT Refika Aditama

Ingin memiliki insting yang baik ? KLIK > https://servoclinic.com/kesaksian/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s